Imbangan Antara Mentega Dengan Chitosan Dalam Edible Film Protein Pollard Terhadap Sifat Fungsional Telur Ayam

DitaKrisdiana (2009) Imbangan Antara Mentega Dengan Chitosan Dalam Edible Film Protein Pollard Terhadap Sifat Fungsional Telur Ayam. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini telah dilaksanakan di Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknik Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang, dan Laboratorium Biomedik Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang mulai tanggal 2 Juli 2008 sampai dengan 5 September 2008. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edible film yang dibuat dengan rasio mentega dan chitosan yang paling tepat terhadap sifat fungsional telur ayam. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah edible film yang dibuat dari pollard dengan rasio penambahan mentega dan chitosan. Rasio yang paling tepat diaplikasikan pada telur. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang diperoleh dianalisis dengan analisis ragam, apabila terdapat pengaruh yang nyata dilanjutkan dengan menggunakan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil penelitan menunjukkan bahwa rasio penambahan mentega dan chitosan 5 : 0,1 % memiliki nilai kelarutan protein sebesar 34,8%, kadar air 10,58%, water vapor permeability (WVP) 0,24 g.mm/m2.jam, ketebalan 0,043 mm, kuat renggang putus 0,18 Mpa, dan persentase perpanjangan 24,0%. Edible film formula C dengan rasio penambahan mentega dan chitosan (5:0,1%) merupakan perlakuan terbaik karena memberikan kualitas yang baik dalam pembentukan edible film ditinjau dari kelarutan protein, kadar air, water vapor permeability (WVP), ketebalan, kuat renggang putus dan persentase perpanjangan. Penggunaan mentega 5% dan chitosan 0,1 % pada edible film protein pollard memberikan pengaruh yang sangat nyata (P<0,01) terhadap daya buih dan kestabilan buih putih telur dan tidak memberikan pengaruh yang nyata (P>0,05) terhadap kestabilan emulsi dan viskositas telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: penggunaan mentega 5% dan chitosan 0,1% pada edible film protein pollard membantu memperpanjang masa simpan telur selama 6 minggu ditinjau dari sifat fungsional telur (daya buih, kestabilan buih, kestabilan emulsi, dan viskositas). Saran dari penelitian ini yaitu perlakuan terbaik hendaknya diterapkan di masyarakat, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh pelapisan telur dengan menggunakan edible film protein pollard terhadap kualitas kimia dan mikrobiologis telur.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2009/82/050901848
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 13 Jul 2009 10:35
Last Modified: 20 Oct 2021 14:24
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136503
[thumbnail of 050901848.pdf]
Preview
Text
050901848.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item