Jaringan Sosial Pada Usaha Bisnis Kedai Kopi Di Wilayah Kota Malang

Marpaung, Eskaria Reflesia (2018) Jaringan Sosial Pada Usaha Bisnis Kedai Kopi Di Wilayah Kota Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kedai kopi saat ini sedang mengalami tren di Kota Malang. Bagi masyarakat Malang selaku konsumen kedai kopi, menikmati minuman kopi kini bukanlah sekedar minuman yang dapat memuaskan konsumen akan tetapi, kebiasaan minum kopi kini sudah melekat di masyarakat untuk sebuah kebutuhan dan gaya hidup khususnya bagi masyarakat perkotaan masa kini. Aktivitas tersebut dapat memenuhi kebutuhan para konsumen untuk memperluas pergaulan, bisnis, rapat, pertemuan, reuni. Maka kini kedai kopi menjadi salah satu tempat yang juga berfungsi sebagai sarana dan fasilitas masyarakat perkotaan dalam membentuk suatu budaya baru. Namun, pertumbuhan jumlah kedai kopi di wilayah Kota Malang mengakibatkan terjadinya peningkatan kebebasan konsumen memilih kedai kopi yang terbaik sehingga menimbulkan persaingan yang ketat antara pengusaha kedai kopi di Kota Malang. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha kedai kopi di Kota Malang untuk menemukan cara agar mampu bertahan dalam persaingan dan mempertahankan konsumen. Sehubungan dengan hal ini, pemilik kedai kopi membutuhkan peran jaringan sosial dalam usaha bisnisnya. Maka dari itu, penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan bentuk jaringan sosial dalam pemenuhan bahan baku, jaringan sosial dalam perekrutan karyawan, jaringan sosial dengan konsumen serta mendeskripsikan dinamika dan pola hubungan sosial yang terbentuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Analisis jaringan sosial dan pola hubungan sosial menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan di Kota Malang dan informan dalam penelitian adalah pemilik kedai kopi ataupun karyawan berjumlah 19 informan yang dianggap lebih mengetahui hal pemenuhan bahan baku, perekrutan karyawan, dan terkait konsumen yang mengunjungi kedai kopi mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sosial yang terbentuk mengacu pada jaringan sosial dalam pemenuhan bahan baku, jaringan sosial dalam perekrutan karyawan, dan jaringan sosial dengan konsumen. Jaringan dalam pemenuhan bahan baku didasarkan pada tipe jaringan kepentingan dengan pola hubungan resiprositras (simetris) dan bersifat tertutup. Jaringan dalam perekrutan karyawan termasuk tipe jaringan perasaan (sentiment). Selanjutnya jika dilihat berdasarkan pola hubungan, dalam merekrut karyawan pola hubungan yang terbentuk termasuk hubungan patronklien dan bersifat terbuka. Bentuk relasi patron-klien tersebut ditunjukkan dengan adanya pertukaran kepercayaan dan jasa antara atasan yaitu pemilik kedai serta karyawan. Jaringan dengan konsumen didasarkan pada dua tipe jaringan yaitu jaringanii perasaan (sentiment) dan jaringan kepentingan (interest) dengan pola hubungan termasuk resiprositras (simetris) dan bersifat terbuka. Hal yang perlu diperhatikan bagi pemilik kedai kopi adalah membangun dan mempererat lagi kerjasama dengan para pemasoknya agar para pemasok tersebut dapat memberikan pasokan-pasokan terbaik mereka, sehingga dapat muncul kepercayaan antara pihak kedai dengan para pemasok terkait pasokan kopi yang dibutuhkan kedai kopi. Selain itu, pihak kedai juga sebaiknya mampu menjaga hubungan sosial yang dimiliki dengan karyawan misalnya dengan memberikan kenyamanan, dan mengerti keadaan tiap karyawan serta menjaga hubungan sosial dengan para konsumen yang mengunjungi kedai kopi mereka melalui pelayanan terbaik, rasa kopi berkualitas, dan fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan konsumen ada di kedai kopi tersebut. ini dilakukan agar dapat membantu dalam meningkatkan dan mengembangkan usaha bisnis kedai kopi.

English Abstract

Coffee shop is currently experiencing a trend in Malang. For the people of Malang as a consumer of coffee shops, enjoying coffee drinks is now not just a drink that can satisfy consumers but, the habit of drinking coffee is now inherent in society for a need and lifestyle, especially for today's urban community. These activities can meet the needs of consumers to expand the association, business, meetings, meetings, reunions. So now coffee shops become one place that also serves as a means and facilities of urban communities in forming a new culture. However, the growth of the number of coffee shops in the area of Malang City resulted in an increase in consumer freedom to choose the best coffee shop, resulting in intense competition between coffee shop entrepreneurs in Malang. Therefore, it is important for coffee shop entrepreneurs in Malang to find a way to survive in the competition and to retain consumers. In this regard, the owner of a coffee shop requires the role of social networking in its business ventures. Therefore, this study was conducted to describe the form of social network in the fulfillment of raw materials, social networks in the recruitment of employees, social networks with consumers and describe the dynamics and patterns of social relationships that are formed. This research uses qualitative research method. Analysis of social networks and patterns of social relationships using qualitative descriptive analysis. The research was conducted in Malang City and the informant in the research was the owner of coffee shop or employee amounted to 19 informants who were considered more know about the fulfillment of raw materials, employee recruitment, and related consumers who visited their coffee shop. The results showed that social networks formed refers to social networks in the fulfillment of raw materials, social networks in employee recruitment, and social networks with consumers. The network in the fulfillment of raw materials is based on the type of network of interests with the pattern of reciprocity relations (symmetrical) and is closed. Networks in employee recruitment include the type of feeling network (sentiment). Furthermore, if viewed based on the pattern of relationships, in recruiting employees relationship patterns formed including patron-client relationships and is open. The form of patron-client relationship is indicated by the exchange of trust and service between the superior, the owner of the store and employees. Networks with consumers are based on two types of networks: the network of sentiments and theiv interest network with the pattern of relationships including reciprocity (symmetry) and open. There are some important thing that must be notized by coffee shop owners is to build and strengthen cooperation with their suppliers so that these suppliers can provide their best supplies, so that trust can come up between the store and suppliers with coffee-related supplies that coffee shops require. In addition, the store must also be able to maintain social relationships with employees for example by providing comfort, and understand the circumstances of each employee and maintain social relationships with consumers who visit their coffee shop through the best service, taste of quality coffee, and facilities required consumers are in the coffee shop. This is done in order to assist in improving and developing business coffee shop business.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/509/051809536
Uncontrolled Keywords: Jaringan sosial, Bisnis, Kedai Kopi, Persaingan
Subjects: 300 Social sciences > 302 Social interaction > 302.3 Social interaction within groups
Divisions: Fakultas Pertanian > Sosial Ekonomi Pertanian
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 11 Dec 2018 02:57
Last Modified: 19 Oct 2021 06:51
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/13648
[thumbnail of ESKARIA REFLESIA MARPAUNG.pdf]
Preview
Text
ESKARIA REFLESIA MARPAUNG.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item