Analisis rasio keuangan sebagai dasar penilaian kinerja keuangan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. : studi kasus pada perusahaan yang listing di BEJ

LindaMustikaHartiwi (2008) Analisis rasio keuangan sebagai dasar penilaian kinerja keuangan PT. Japfa Comfeed Indonesia, Tbk. : studi kasus pada perusahaan yang listing di BEJ. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 1 Maret sampai 1 April 2008 di Pojok BEJ jalan MT. Hariono, Fakultas Ekonomi, Universitas Brawijaya Malang. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah 1). Bagaimana kinerja keuangan PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk. Pada tahun 2004 – 2006 dengan menggunakan analisis rasio – rasio keuangan? 2). Apakah kinerja keuangan PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk. saat ini mengalami penurunan atau kenaikan sebagai dampak adanya wabah flu burung (AI) pada tahun 2004?. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kinerja keuangan PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk. pada tahun 2004 - 2006 dengan menggunakan analisis rasio – rasio keuangan. Mengetahui berapa besar tingkat kenaikan atau penurunan kinerja keuangan PT JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk sebagai dampak adanya wabah flu burung (AI) pada tahun 2004. Penelitian ini dikerjakan dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif. Dimana salah satu jenis metodenya adalah studi kasus. Penelitian deskriptif merupakan penelitian yang menggambarkan atau melukiskan suatu fenomena dengan jalan mendiskripsikan sejumlah variabel yang berkenaan dengan masalah yang diteliti. Variabel data yang digunakan adalah rasio likuiditas, rasio aktivitas, rasio laverage, rasio profitabilitas. Hasil yang diperoleh interprestasi data dengan menggunkan alat analisis rasio – rasio adalah: rasio likuiditas dari tahun ke tahun menunjukkan over likuid karena nilainya > 250%, rasio aktivitas menunjukkan bahwa keefektifan sumberdaya yang digunakan sudah optimal karena perputaran penjualan sudah cenderung naik dari tahun ke tahun yaitu 2 – 6 kali pertahun. Rasio laverage pada perusahaan ini terlalu tinggi sehingga dapat membahayakan kreditor jika ada peristiwa likuidasi, rata – rata nilai laverage pada perusahaan ini adalah > 60%. Sedangkan pada rasio profitabilitas sedang terjadi peningkatan dari tahun ke tahun walaupun profit yang diperoleh masih relatif rendah. Pada tahun 2004 kinerja keuangan perusahaan menurun karena ada pengurangan produksi pada perusahaan sehingga laba yang di peroleh tidak ada (rugi) indikatornya adalah rasio profitabilitas pada tahun 2004 nilainya negatif (-). Kesimpulan dari hasil penelitian adalah rasio likuiditas overlikuid, rasio aktivitas sudah bagus, rasio laverage cenderung bermasalah pada peristiwa likuidasi, sedang pada rasio profitabilitas terjadi peningkatan. Saran yang diberikan penulis meliputi: rasio likuiditas, menejemen perusahaan dapat mengalokasikan kelebihan modal kerja ke aktiva tetap karena dengan penambahan aktiva tetap dapat diharapkan dapat menaikkan penjualan perusahaan yang pada akhirnya dapat meningkatkan pendapatan yang akan diterima oleh perusahaan. Rasio aktivitas, semakin ditingkatkan lagi penjualannya melalui sumberdaya yang telah tersedia. Rasio laverage, menambah aktiva tanpa menambah hutang. Rasio profitabilitas, meningkatkan penjualan dari besarnya utang yang dipinjam oleh perusahaan semaksimal mungkin untuk mendapatkan laba yang optimal.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2008/127/050802475
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 29 Aug 2008 14:09
Last Modified: 20 Oct 2021 12:19
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136219
[thumbnail of 050802475.pdf]
Preview
Text
050802475.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item