Studi Potensi In Vitro Growth (IVG) Folikel Kambing PE Dalam Medium TCM 199 Dengan Suplementasi Bovine Serum Albumin (BSA)

TriWidayah (2008) Studi Potensi In Vitro Growth (IVG) Folikel Kambing PE Dalam Medium TCM 199 Dengan Suplementasi Bovine Serum Albumin (BSA). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2008 di laboratorium Sentral Ilmu Hayati Universitas Brawijaya Malang. Sampel Ovarium kambing diambil di RPH sukun kota Malang. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan pertumbuhan folikel kambing secara In Vitro yang dikultur dalam TCM 199 dengan suplementasai BSA 0%; 0,1 % dan 1% serta inkubasi selama 6 hari. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi kemampuan pertumbuhan folikel kambing secara In Vitro , khususnya suplementasi BSA dalam TCM 199 sebagai medium kultur serta mengembangkan proses maturasi oosit secara In Vitro. Materi penelitian adalah folikel kambing yang diperoleh melalui isolasi ovarium kambing, TCM 199 dan BSA. Metode penelitian adalah percobaan dengan pengolahan data menggunakan RAL Faktorial dengan faktor yang mempengaruhi adalah konsentrasi BSA (0%; 0,1% dan 1%) serta lama kultur 6 hari. Folikel yang dikultur dikelompokkan menjadi 2 ukuran yaitu besar (4-6 mm) dan kecil (2-3,9 mm). Variabel yang diamati adalah pertumbuhan folikel dan kualitas oosit. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0 dan hari ke 6. Data dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji jarak Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan BSA dalam TCM 199 tidak memberikan pengaruh nyata pada folikel ukuran 4-6 mm, sedangkan pada folikel ukuran 2-3,9 mm memberikan pengaruh nyata. Dari hasil uji jarak Duncan ternyata penambahan BSA sebesar 1% dalam TCM 199 serta kultur selama 6 hari memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan folikel ukuran 2-3,9 mm secara In Vitro. Kesimpulan bahwa penambahan BSA sebesar 1% dalam TCM 199 serta inkubasi selama 6 hari memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan folikel kambing ukuran 2 – 3,9 mm. Penambahan BSA sebesar 0,1% dan 1% dalam TCM 199 menghasilkan oosit kualitas 2 sebesar 10% dan 40% pada folikel ukuran 4-6 mm. Persentase tertinggi folikel yang tumbuh yaitu sebesar 90% terjadi pada folikel ukuran 2-3,9 mm dengan penambahan BSA sebesar 0,1% dalam TCM 199. Untuk mendukung pertumbuhan folikel disarankan untuk menggunakan BSA sebesar 1% dalam medium kultur, serta dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai konsentrasi penambahan BSA dan lama inkubasi agar mendapatkan potensi pertumbuhan folikel yang lebih tinggi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2008/121/050802469
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 01 Sep 2008 12:43
Last Modified: 20 Oct 2021 12:16
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/136214
[thumbnail of 050802469.pdf]
Preview
Text
050802469.pdf

Download (13MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item