Pengaruh lama simpan semen entog (Cairina moschata) dengan bahan pengencer Ringer's pada tingkat pengenceran yang berbeda terhadap kualitas spermatoozoa

JokoPrasetyo (2006) Pengaruh lama simpan semen entog (Cairina moschata) dengan bahan pengencer Ringer's pada tingkat pengenceran yang berbeda terhadap kualitas spermatoozoa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan mengadakan percobaan di Perumahan Sengkaling Indah II Malang, selama bulan November 2005 sampai dengan Maret 2006. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas spermatozoa entok jantan yang telah diencerkan dengan bahan pengencer Ringer’s selama proses penyimpanan pada suhu lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dipakai pedoman dalam pemilihan waktu terbaik penggunaan semen entok yang telah diencerkan dengan bahan pengencer Ringer’s untuk kepentingan Inseminasi Buatan (IB). Materi penelitian adalah 3 ekor ternak entok jantan dan 2 ekor ternak entok betina yang memiliki berat badan rata-rata 3,28 dan 2,30 kg, dan berumur sekitar 1 tahun. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimental menggunakan rancangan percobaan pola faktorial dalam Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor. Faktor I lama simpan semen entok pada suhu lingkungan yaitu selama 0(A0), 30(A1), 60 (A2), 90 (A3) dan 120 (A4) menit sedangkan; faktor II tingkat pengenceran semen entok yaitu 0 (B0), 5 (B1), 10 (B2) dan 15x (B3). Pengelompokan didasarkan pada ternak entok jantan yang ditampung semenya. Pengamatan semen entok jantan dilakukan secara makroskopis (volume, warna dan konsistensi semen) dan mikroskopis (konsentrasi spermatozoa, motilitas massa, motilitas individu, dan persentase spermatozoa hidup semen). Analisa data menggunakan analisis ragam dan apabila terdapat perbedaan dilanjutkan dengan Uji Jarak-berganda Duncan (UJD). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semen entok pada perlakuan lama simpan 0, 30, 60, 90 dan 120 menit pada suhu lingkungan mempunyai persentase spermatozoa hidup sebesar 89,67 ± 4,75; 86,83 ± 5,15; 84,92 ± 3,92; 82,67 ± 4,08 dan 79,33 ± 4,16 % (P<0,01). Pada perlakuan tingkat pengenceran 0, 5, 10 dan 15x mempunyai persentase spermatozoa hidup sebesar 86,87 ± 5,05; 85,8 ± 6,18; 83,7 ± 5,86 dan 82,33 ± 4,39% (P<0,01). Interaksi antara lama simpan dan tingkat pengenceran menggunakan larutan Ringer’s pada suhu lingkungan memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05) terhadap motilitas individu spermatozoa. Motilitas individu tertinggi pada perlakuan interaksi adalah sebesar 73,33 ± 5,77% dan terendah 20,00 ± 0,00%. Disimpulkan bahwa perlakuan lama simpan dan tingkat pengenceran secara bersama sama menurunkan motilitas dan viabilitas spermatozoa (P<0,05). Disarankan semen yang diencerkan hingga pengenceran 10x, jika digunakan untuk kepentingan IB tidak disimpan lebih dari 60 menit. Seyogyanya hasil ini dapat digunakan sebagai pedoman untuk melaksanakan Inseminasi Buatan di Lapang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPT/2006/145/050602097
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 636 Animal husbandry
Divisions: Fakultas Peternakan > Peternakan
Depositing User: Unnamed user with email repository.ub@ub.ac.id
Date Deposited: 15 Dec 2008 09:55
Last Modified: 20 Oct 2021 04:24
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135990
[thumbnail of 050602097.pdf]
Preview
Text
050602097.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item