Kajian Tentang Wanita Dan Pembangunan Pesisir : Studi Kasus : Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Probolinggo

RistaFitriawati (2010) Kajian Tentang Wanita Dan Pembangunan Pesisir : Studi Kasus : Pembangunan Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Probolinggo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Proses pembangunan sangat berkaitan erat dengan pemberdayaan manusia. Pemberdayaan manusia dapat dilihat sebagai proses dan hasil akhir kemajuan yang bersifat mandiri. Hasil pembangunan menunjukkan adanya kesenjangan perolehan manfaat yang diterima laki-laki dan perempuan. Kesenjangan tersebut dapat diperkecil dengan kebijakan pembangunan yang memasukkan dimensi gender kedalamnya. Pemberdayaan manusia baik laki-laki maupun perempuan tidak terlepas dari pendekatan pembangunan yang digunakan. Beberapa pendekatan pembangunan yang dipakai untuk menjawab ketimpangan gender antara lain pendekatan WID (Women in Development), WAD (Women and Development), dan GAD (Gender and Development). Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui dan mempelajari : (1) profil gender masyarakat di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan, Probolinggo, (2) konsep pembangunan PPP Mayangan yang dilakukan selama ini (WID,WAD, atau GAD), (3) merumuskan model pembangunan PPP Mayangan yang berparadigma GAD. Metode yang digunakan berupa deskriptif kualitatif. Sumber data meliputi data primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis gender yaitu teknik analisis Harvard dan teknik analisis Moser. Teknik pengambilan sampel melalui purposive sampling. Dan respondennya adalah stakeholder-stakeholder yang terkait dengan pembangunan PPP Mayangan dan masyarakat yang berkegiatan di PPP Mayangan. Profil gender dari masyarakat sekitar PPP Mayangan meliputi profil kegiatan (reproduktif dan produktif), profil akses dan kontrol terhadap sumberdaya. Sedangkan dalam pembangunan PPP Mayangan, profil gender meliputi profil aktivitas dan profil akses dan kontrol terhadap sumberdaya (hasil pembangunan) dari pembangunan PPP Mayangan. Perempuan lebih mendominasi kegiatan reproduktif. Sedangkan laki-laki lebih banyak di ranah produktif. Tetapi tidak sedikit juga perempuan yang berperan di ranah produktif juga. Sehingga bisa dikatakan bahwa dalam hal ini perempuan memiliki beban ganda yaitu harus berperan di ranah reproduktif dan reproduktif. Laki-laki memiliki akses dan kontrol terhadap sumberdaya yang dimiliki seperti tanah, kapal, kendaraan pribadi dan uang, sedangkan perempuan hanya memiliki akses terhadap sumberdaya tersebut. Meskipun ada perempuan yang memiliki kontrol terhadap sumberdaya itu disebabkan karena sesuatu hal, seperti perempuan janda dan perempuan yang memiliki pekerjaan sendiri. Di dalam proses pembangunan PPP Mayangan laki-laki juga lebih banyak berperan daripada perempuan. Mulai dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai pada pengelolaan pelabuhan peran laki-laki lebih banyak. Meskipun ada peran dari perempuan itupun hanya sedikit. Untuk akses dan kontrol terhadap sumberdaya (hasil pembangunan) dari PPP Mayangan, laki – laki dan perempuan memiliki proporsi yang sama, karena fasilitas tersebut adalah fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan oleh siapapun. Konsep pembangunan PPP Mayangan yang selama ini dilakukan masih berparadigma WID (Woman In Development). Hal ini dikarenakan perempuan masih menjadi obyek dalam pembangunan tersebut. mereka hanya sedikit terlibat dalam proses pembangunan. Biasanya mereka berperan dalam pembukuan dan masalah administrasi. Selain itu, bahwa pembangunan PPP Mayangan tersebut masih berparadigma WID bisa dilihat dari kebutuhan gender yang terpenuhi. Dari tujuan-tujuan dibangunnya PPP Mayangan tersebut bisa dketahui bahwa tujuan tersebut masih memenuhi KGP (Kebutuhan Gender Praktis) saja, sedangkan untuk KGS (Kebutuhan Gender Strategis) masih belum terpenuhi. Agar pembangunan PPP Mayangan sesuai dengan keadaan sekarang yang berparadigma kesetaraan gender, maka model pembangunan yang seharusnya diterapkan adalah konsep pembangunan berparadigma GAD (Gender And Development). Dimana dalam konsep ini laki –laki dan perempuan bekerjasama dalam proses pembangunan, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengelolaan sampai pada pengawasan atau monitoring. Dengan diikutsertakannya perempuan dalam perencanaan maka akan dapat menyusun anggaran yang responsif gender. Selain itu pada akhirnya kebutuhan gender praktis dan kebutuhan gender strategis bisa terpenuhi. Semua lapisan masyarakat baik laki – laki maupun perempuan bisa menikmati hasil dari pembangunan tersebut dan tujuan dari pembangunan nasional bisa tercapai. Kesimpulan dalam penelitian ini antara lain : kegiatan reproduktif lebih didominasi oleh perempuan. Laki-laki hanya berperan di ranah produktif. Tetapi tidak sedikit juga perempuan yang berada di ranah produktif juga. Laki-laki memiliki akses dan kontrol terhadap sumberdaya yang ada seperti tanah, kapal, uang, dan kendaraan pribadi. Sedangkan perempuan hanya memiliki akses terhadap sumberdaya tersebut. dalam proses pembangunan PPP Mayangan, laki-laki juga lebih mendominasi kegiatan pembangunan. Peran perempuan sangat sedikit. Sehingga bisa disimpulkan bahwa pembangunan PPP Mayangan masih berparadigma WID. Dan konsep pembangunan PPP Mayangan yang sesuai dengan keadaan sekarang adalah pembangunan yang berparadigma GAD. Saran yang dapat diberikan diantaranya : untuk menghindari pembangunan yang bias gender, seharusnya dalam proses perencanaan pembangunan melibatkan perempuan, sehingga hasil dari pembangunan bisa dirasakan manfaatnya oleh semua pihak, baik laki – laki maupun perempuan, masih perlunya pengetahuan tentang gender dan pembangunan kepada masyarakat dan pemerintah, sehingga kesetaraan gender bisa terwujud dalam pembangunan, konsep pembangunan yang seharusnya digunakan oleh pemerintah saat ini adalah dengan pendekatan GAD, sehingga tujuan dari pembangunan nasional bisa tercapai dan sesuai dengan target dari Millenium Development Goals (MDGs) 2015 yang mana salah satu targetnya adalah mewujudkan kesetaraan gender dan penguatan peran perempuan, untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan pesisir, maka perlu adanya peningkatan kualitas dari Sumberdaya Manusia (SDM) terutama dari perempuan pesisir tersebut.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/88/051100136
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 28 Jan 2011 13:32
Last Modified: 20 Oct 2021 04:02
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135966
[thumbnail of 051100136.pdf]
Preview
Text
051100136.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item