Pengaruh Persepsi Gender Terhadap Tingkat Upah Pada Usaha Pengolahan Ikan Di Kabupaten Rembang

TanAking, Widhiatma (2017) Pengaruh Persepsi Gender Terhadap Tingkat Upah Pada Usaha Pengolahan Ikan Di Kabupaten Rembang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Banyak kaum perempuan di Kab. Rembang Jawa Tengah yang bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga, meskipun dengan menerima upah yang sedikit dibandingkan laki-laki. Namun bagi keluarga miskin untuk mencari tambahan ekonomi sangatlah perlu. Dari kejadian semacam itu maka perlu dilakukan penelitian. Penelitian yang diharapkan dapat mengubah persepsi masyarakat tentang pentingnya peran laki-laki dan perempuan dalam keluarga maupun dalam kehidupan sehari-hari mempunyai hak yang sama tanpa ada perbedaan terlebih dalam bidang pekerjaan bahwa kaum perempuan juga mempunyai kesempatan yang sama dengan laki-laki. Tujuan penelitian skripsi yang di lakukan di kabupaten Rembang, Jawa Tengah antara lain untuk mengetahui pola persepsi gender yang terjadi pada keluarga yang bekerja pada pengolahan ikan di Kabupaten Rembang. Kedua mengetahui profil aktifitas pada usaha pengolahan ikan di Kabupaten Rembang Jawa Tengah. Ketiga untuk mengetahui sejauh mana persepsi gender mempengaruhi perbedaan upah di pengolahan ikan di Kabupaten Rembang jawa tengah. Metode penelitian ini bersifat kualitatif, untuk melihat yang terjadi di dalam masyarakat terutama dalam sistem pengupahan yang tidak perspektif gender di usaha pengolahan ikan. Obyek penelitian ini sebagian mayarakat yang ada di pengolahan ikan di Kab. Rembang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dengan cara wawancara, observasi, dokumentasi dan angket. Sumber data dari penelitian ini diperoleh dari data primer dan data sekunder. Analisa data pada penelitian ini menggunakan metode harvard, metode ini cocok untuk menganalisis permasalahan yang berkaitan dengan gender. Ada tiga aktifitas di pengolhan ikan, Aktifitas produktif, Praproduktif dan Sosial. Aktifitas yang bersifat publik banyak di kerjakan oleh laki-laki. sedangkan aktifitas domestik banyak dikerjakan oleh perempuan. Ini terjadi juga karena adanya persepsi yang sudah mengakar di masyarakat, kalau perempuan tugasnya hanya masak dan melayani suami. Ini akan mempengaruhi pekerjaan yang mereka lakukan di pengolahan ikan. Pada aktifitas produktif laki-laki lebih dominan melakukan pekerjaan yang berat ketimbang perempuan. Aktifitas produktif yang sering dilakukan oleh laki-laki diantaranya merebus ikan, dan menurunkan ikan ketempat produksi. Begitu pula pada aktifitas praproduktif lebih dominan di kerjakan oleh perempuan ketimbang laki-laki. Salah satu contoh aktifitasnya adalah memasak, dan mencuci baju. Sedangakn aktifitas sosial yang dominan dilakukan oleh perempuan adalah pengajian, arisan, ngerumpi dan yang sering dilakukan oleh laki-laki rapat RT atau RW dan kerja bakti. Sistem pengupahan pada pengolahan ikan pindang dan kering lebih menekankan pana jenis kelamin. Sehingga yang laki-laki lebih banyak menerima upah lebih banyak ketimbang perempuan Sistem pengupahan yang ada di pengolahan ikan pindang dilakukan secara borongan tiap laki-laki dan perempuan mendapatkan upah Rp. 270 per bendel. Semisal dalam satu hari menhasilkan Rp.3000 bendel maka uang yang di peroleh Rp.810.000. Apabila pekerja perempuan sekitar 35 orang maka uang yang diperoleh sebesar Rp.23.200 dan pekerja laki-laki 15 orang maka uang yang diperoleh Rp.54.000. sehingga uang yang diperoleh lebih banyak laki-laki ketimbang perempuan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/241/051704380
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 16 Jun 2017 09:40
Last Modified: 16 Jun 2017 09:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135855
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item