Aktivitas Antifouling Avicennia Marina Terhadap Macrofoulers Perna Viridis

Cahyaningtyas, GannisaAlfin (2017) Aktivitas Antifouling Avicennia Marina Terhadap Macrofoulers Perna Viridis. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Mangrove merupakan salah satu tumbuhan yang memiliki banyak manfaat. Manfaat tersebut antara lain sebagai antibakteri, antioksidan, dan anti fungi. Pada beberapa penelitian terdahulu mangrove diketahui memiliki kemampuan sebagai antifouling. Fouling merupakan penempelan organisme laut pada benda - benda yang mengapung atau terendam di perairan seperti kapal, dermaga, dan bangunan lepas pantai. Dampak yang ditimbulkan antara lain berkurang nya masa pakai bangunan, dibutuhkannya biaya yang besar untuk perwatan kapal dan industri maritim agar terhindar dari marine fouling, serta berpotensi menyebarkan spesies asing (Iyapparaj et al, 2012). Pencegahan fouling saat ini masih menggunakan cat antifouling yang berbahan dasar TBT. Pelarangan penggunaan TBT akibat bahaya yang ditimbulkan menjadikan perlu adanya alternatif antifouling ramah lingkungan. Marine Natural Product diketahui memiliki potensi antifouling salah satunya adalah mangrove. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas hambat ekstrak Avicennia marina terhadap macrofouler Perna viridis, serta mengkaji konsentrasi ekstrak Avicennia marina yang efektif menghambat Perna viridis. Penelitian ini dilakukan pada bulan September-Desember 2016. Sampel daun Avicennia marina diperoleh dari Pantai Lekok, Pasuruan. Hewan uji kerang hijau (Perna viridis) didapatkan dari pengepul di dekat Pelabuhan Pasuruan. Metode yang digunakan mengacu pada Wilsanand dan Bapuji (1998). Proses pengujian dilakukan di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang. Hasil penelitian menunjukkan pemberian ekstrak Avicennia marina tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap penempelan (fouling) Perna viridis. Namun pemberian ekstrak Avicennia marina, terbukti mengganggu produksi byssus Perna viridis. Jumlah produksi byssus pada kerang normal adalah 50-100 helai, dimana pada penelitian ini produksi byssus berada di bawah nilai tersebut. Pada konsentrasi 1 mg/ml rata-rata byssus yang terbentuk adalah 15-25 helai. Konsentrasi 2 mg/ml 10-15 helai, konsentrasi 4 mg/ml 15-25 helai, konsentrasi 6 mg/ml 15-20 helai, dan konsentrasi 8 mg/ml 10-20 helai. Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian sebelumnya, hal tersebut dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain ekstrak mangrove yang digunakan, jumlah konsentrasi, habitat serta jenis hewan uji.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2017/140/051703009
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.3 Other extractive industries > 338.37 Products > 338.372 Products of fishing, whaling, hunting, trapping
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 27 Mar 2017 09:25
Last Modified: 08 Aug 2022 07:21
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135753
[thumbnail of LAPORAN_MAGANG.pdf]
Preview
Text
LAPORAN_MAGANG.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of ARTIKEL.pdf]
Preview
Text
ARTIKEL.pdf

Download (1MB) | Preview
[thumbnail of LAPORAN_SKRIPSI.pdf] Text
LAPORAN_SKRIPSI.pdf

Download (3MB)

Actions (login required)

View Item View Item