Pengaruh Perbedaan Mesh Size Dan Shortening Pada Alat Tangkap Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) Terhadap Hasil Tangkapan Di Pantai Ngliyep Kabupaten Malang

Yuniasari (2016) Pengaruh Perbedaan Mesh Size Dan Shortening Pada Alat Tangkap Jaring Insang Dasar (Bottom Gillnet) Terhadap Hasil Tangkapan Di Pantai Ngliyep Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perolehan hasil tangkapan pada alat tangkap jaring insang dasar dipengaruhi oleh mesh size dan shortening. Nilai shortening merupakan salah satu karakteristik jaring sebagai penentu keragaman ukuran ikan yang ditangkap dalam satu ukuran mata jaring. Desa Kedungsalam belum terdapat pelabuhan sebagai tempat pendaratan ikan, dan skala perikanannya masih tergolong skala kecil. Dalam perikanan skala kecil, proses perakitan jaring dilakukan secara individu sehingga memunculkan banyak keragaman karakteristik konstruksi alat tangkap. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juni 2016 di Desa Kedungsalam Kabupaten Malang Jawa Timur. Tujuan dari pelaksanaan penelitian ini adalah mengetahui hasil tangkapan utama dan sampingan yang ada pada alat tangkap jaring insang dasar (bottom gillnet), mengetahui pengaruh perbedaan mesh size dan shortening terhadap hasil tangkapan pada jaring insang dasar dan mengetahui pengaruh dan perlakuan terbaik pada perbedaan mesh size dan shortening terhadap cara tertangkapnya ikan hasil tangkapan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode eksperimental semu dengan pengumpulan data teknis dengan metode survei dan penentuan model konstruksi. Data yang diperoleh dari penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer antara lain data hasil tangkapan dalam jumlah (ekor), berat (ons), jenis ikan, observasi (survey), wawancara (interview), dan dokumentasi, sedangkan data sekunder yaitu data hasil tangkapan. Jaring insang dasar yang digunakan berukuran mesh size 12,42 cm dengan shortening atas sebesar 37,79 % dan shortening bawah sebesar 33,27 % dan mesh size 14,42 cm dengan shortening atas 37,97 % dan shortening bawah sebesar 31,62 % yang masing-masing ada empat lembar dengan shortening atas dan bawah yang sama. Perlakuan diulang sebanyak 6 kali dengan analisis uji t untuk membandingkan hasil tangkapan pada mesh size dan sisi atas dan bawah jaring serta digunakan untuk membandingkan hasil tangkapan yang tertangkap secara gilled dan etangled, uji Two Way ANOVA untuk menganalisa pengaruh mesh size dan shortening terhadap hasil tangkapan dan cara tertangkapanya ikan di lanjutkan dengan uji BNT untuk mengetahui perlakuan dengan rata-rata tertinggi atau yang paling berbeda signifikan. Berdasarkan hasil tangkapan selama penelitian diperoleh tiga spesies ikan, satu spesies dengan jumlah 64 ekor ikan target (kakap) dan dua spesies dengan jumlah 78 ekor ikan by catch (kerapu dan pogot). Hasil analisis menyatakan ada perbedaan hasil tangkapan pada mesh size 12,42 cm dengan 14,42 cm dengan rata-rata tertinggi pada mesh size 12,42 cm sisi bawah jaring, hal tersebut dikarenakan mata jaring 12,42 cm sesuai dngan ukuran lingkar tubuh ikan target dan kontruksi jaring pada bagian pemberat lebih banyak apalagi menggunakan pemberat tambahan berupa batu yang menyebabkan ikan banyak tertangkap pada jaring bagian bawah. Hasil analisis perbedaan mesh size dan shortening berpengaruh terhadap hasil tangkapan dalam jumlah (ekor) dan tidak berpengaruh berdasarkan hasil viii tangkapan jumlah (ekor). Besarnya shortening disesuaikan pada morfologi ikan target. Pada mesh size 12,42 cm dan 14,42 cm ikan targetnya adalah kakap yang mempunyai bentuk tubuh pipih, sehingga nilai shorteningnya relatif kecil agar jaring terbuka kearah vertikal sesuai bentuk tubuh ikan target, sehingga nilai shortening berpengaruh secara signifikan pada hasil tangkapan. Hasil analisis perbedaan mesh size dan shortening terhadap cara tertangkapnya ikan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan. Hasil uji Two Way ANOVA menunjukkan adanya pengaruh terhadap hasil tangkapan ikan yang tertangkap secara gilled. Uji lanjutan untuk hasil tangkapan yang meliliki rata-rata paling tinggi terletak pada shortening bagian bawah jaring dengan mesh size ukuran 12,42 cm. Sedangkan berdasarkan hasil tangkapan yang tertangkap secara etangled tidak ada pengaruh yang signifikan. Mesh size harus sesuai dengan ukuran lingkar tubuh ikan dan kesesuaian tingkah laku ikan dan aktivitas renangnya. Ikan-ikan kemungkinan tiba-tiba terhadang oleh jaring dan melanjutkan gerak renangnya sehingga tidak dapat terjerat di jaring. Kemungkinan alasan lainnya pada perairan dangkal menyebabkan jaring berayun sehingga bila ikan ada di sekeliling jaring dapat terjerat atau terbelit pada saat jaring terdorong maju dan mundur oleh arus.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2016/923/051612104
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.3 Other extractive industries > 338.37 Products > 338.372 Products of fishing, whaling, hunting, trapping
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 28 Nov 2016 12:22
Last Modified: 21 Oct 2021 01:43
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135644
[thumbnail of YANIASARI_125080200111044_ARTIKEL_PSP.pdf]
Preview
Text
YANIASARI_125080200111044_ARTIKEL_PSP.pdf

Download (2MB) | Preview
[thumbnail of YANIASARI_125080200111044_LAPORAN_SKRIPSI_PSP.pdf]
Preview
Text
YANIASARI_125080200111044_LAPORAN_SKRIPSI_PSP.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item