Net Flux Solar Radiation Dan Pengaruhnya Terhadap Suhu Permukaan Laut (Spl) Serta Ketersediaan Klorofil-A Di Perairan Selatan Jawa

IkbarSallimAlAsyari (2016) Net Flux Solar Radiation Dan Pengaruhnya Terhadap Suhu Permukaan Laut (Spl) Serta Ketersediaan Klorofil-A Di Perairan Selatan Jawa. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Radiasi matahari yang masuk ke permukaan bumi mengalami penurunan. Intensitas radiasi matahari telah berkurang 2-3% setiap dekadenya dari tahun 1950-1990, bahkan di kawasan tropi intensitas berkurang 5-10% selama pertengahan abad ke-20. Hal ini telah berdampak terhadap produktivitas tanaman pangan di darat dan dikhawatirkan berdampak terhadap produktivitas di laut. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan terjadinya fenomena global dimming di perairan Selatan Jawa dengan data net flux radiasi matahari dari CERES, dan hubunganya terhadap suhu permukaan laut serta klorofil-a dari citra satelit Aqua MODIS selama sepuluh tahun dari tahun 2006-2015. Penelitian ini dilakukan NeoNET (Nusantara Earth Observation Network) BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) Jakarta dan laboratorium pemetaan FPIK Universitas Brawijaya. Metode analisis yang digunakan adalah metode analisis tren melalui anomali masing-masing variabel, EOF (Empirical Orthogonal Function) sebagai metode pendekatan secara spasial dan temporal serta metode wavelet sebagai metode pendekatan untuk prediksi keterulangan pola untuk melihat kros-korelasi dan koherensi untuk melihat konsistensi hubugan dan beda fase antarhubungan. Hasil anomali net flux radiasi matahari di Perairan Selatan Jawa mengalami penurunan, suhu permukaan laut (SPL) mengalami peningkatan, dan korofil-a mengalami penurunan selama tahun 2006-2015. Data fluks EOF mode-1 menunjukkan flux variance 76,6% dan mode-2 11,9% dengan tipe periode pengulangan fenomena condong tahunan. Suhu permukaan laut menunjukan variance of SST pada mode-1 87,1% dan mode-2 3,1% dengan tipe periode tahunan. Untuk klorofil-a variance of chl-a mode-1 41,6% dan mode-2 15,9% dengan tipe periode tahunan dan nilai variabilitas tertinggi masing-masing berada di kawasan pesisir. Kros-korelasi dan koherensi menunjukkan masing-masing hubungan memiliki beda fase (phase lag) dengan nilai hubungan 95% di dalam kurva dan condong memiliki periode tahunan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2016/610/0516081636
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.3 Other extractive industries > 338.37 Products > 338.372 Products of fishing, whaling, hunting, trapping
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Sugiantoro
Date Deposited: 23 Aug 2016 13:38
Last Modified: 20 Oct 2021 13:08
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/135348
[thumbnail of SKRIPSI_IKBAR_SALLIM_AL_ASYARI_125080600111016_ILMU_KELAUTAN.pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_IKBAR_SALLIM_AL_ASYARI_125080600111016_ILMU_KELAUTAN.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item