Aplikasi Travel Cost Method Untuk Valuasi Ekonomi Ekowisata Ekosistem Mangrove Di Pantai Clungup Dusun Sendangbiru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur

Kusuma, MohammadYusufHaryo (2015) Aplikasi Travel Cost Method Untuk Valuasi Ekonomi Ekowisata Ekosistem Mangrove Di Pantai Clungup Dusun Sendangbiru Desa Tambakrejo Kecamatan Sumbermanjing Wetan Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan salah satu penyokong perekonomian masyarakat sekitar. Penebangan pohon mangrove secara liar oleh masyarakat sekitar membuat ekosistem mangrove menjadi semakin banyak yang berkurang bahkan hilang. Ekosistem mangrove merupakan nursery ground bagi flora di kawasan tersebut dan dapat merusak rantai makanan dalam ekosistem tersebut. Untuk menekan kerusakan ekosistem mangrove maka pariwisata mangrove diarahkan pada pengembangan ekowisata atau ekoturisme (ecoturism) pesisir dan laut. Ekowisata merupakan perpaduan antara wisata kewilayah-wilayah yang alami untuk melindungi lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Penilaian terhadap suatu kawasan ekowisata khususnya di ekosistem mangrove memiliki peran yang dapat menentukan pengembangan dari tempat ekowisata itu sendiri yang mencakup nilai sosial, nilai ekonomi, serta nilai lingkungan. Oleh karena itu, penelitian terhadap suatu potensi alam dianggap sangat penting. Dalam hal ini satu metode yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi suatu kawasan ekosistem mangrove adalah metode biaya perjalanan (travel cost method). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan menganalisa faktor-faktor sosial ekonomi (biaya perjalanan, jarak, pengalaman berkunjung sebelumnya, umur, pendidikan terakhir, waktu kerja dan pendapatan) berpengaruh terhadap jumlah permintaan ekowisata ekosistem mangrove di Pantai Clungup, faktor yang signifikan mempengaruhi jumlah permintaan kunjungan ekowisata ekosistem mangrove di Pantai Clungup, dan nilai ekonomi ekowisata ekosistem mangrove di Pantai Clungup sebagai ekowisata. Metode yang digunakan dalam menentukan sampel adalah metode liner time function dimana didapat hasil sampel yang harus dikumpulkan sebanyak 60 sampel. Metode sampling yang digunakan adalah quoted accidental sampling. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan kuisioner, dokumentasi, wawancara, observasi. Variabel penelitian yang digunakan pada penelitian ini terdiri atas variabel independen dan variabel dependen. Variabel independen yang digunakan yaitu biaya perjalanan ke ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup, jarak, pengelaman berkunjung sebelumnya, umur, pendidikan terakhir, waktu kerja dalam sebulan, dan pendapatan dalam sebulan. Sedangkan, variabel dependen dalam penelitian ini adalah jumlah permintaan kunjungan ke ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup. Penelitian ini menggunakan analisis statistika, dimana data diolah menggunakan model regresi linier berganda yang bertujuan untuk menganalisis dan mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Pada pengujian hipotesis digunakan uji F, dan uji t. Sedangkan untuk mengetahui apakah data pada penelitian ini terbebas dari asumsi klasik digunakan uji Multikolinearitas, uji iv normalitas, uji Autokorelasi dan uji Heteroskedistisitas. Untuk menghitung nilai ekonomi ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup digunakan metode biaya perjalanan individu (individual travel cost method), yaitu dengan menghitung nilai surplus konsumen tiap individu per tahun. Hasil regresi linier berganda dijelaskan bahwa perubahan kenaikan biaya perjalanan sebesar satu persen akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan sebesar 0,759. Kenaikan jarak sebesar satu satuan akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan sebesar 0,004. Kenaikan pengalaman berkunjung sebebelumnya sebesar satu satuan akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan sebesar 0,681. Kenaikan umur sebesar satu satuan akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan sebesar 0,52. Kenaikan pendidikan terakhir sebesar satu satuan akan mengakibatkan penurunan jumlah permintaan sebesar 0,006. Kenaikan waktu kerja sebesar satu satuan akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan sebesar 0,048. Kenaikan pendapatan sebesar satu satuan akan mengakibatkan kenaikan jumlah permintaan sebesar 0.230. Hasil perhitungan regresi, diperoleh nilai adjusted R2 sebesar 0,727 yang berarti variabilitas variabel dependen yang dapat dijelaskan oleh variabilitas variabel independen di dalam model sebesar 72,7 persen. Sedangkan sisanya 27,3 persen dijelaskan oleh variabel lainnya diluar model regresi. Pada uji pengaruh simultan uji F didapat F hitung (23,394) > F tabel (2,23) ini berarti bahwa secara bersama-sama (simultan) variabel biaya perjalanan ke ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup, variabel jarak, variable pengalaman berkunjung sebelumnya, variabel umur, variabel pendidikan terakhir, variabel waktu kerja dan variabel pendapatan berpengaruh signifikan terhadap jumlah kunjungan ke ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup. Hasil uji t-statistik menunjukkan bahwa diantara ketujuh variabel bebas hanya tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat, yaitu variabel biaya perjalanan ke ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup, variabel pengalaman berkunjung sebelumnya, dan variabel waktu kerja. Lalu faktor paling dominan mempengaruhi permintaan kunjungan adalah biaya perjalanan (travel cost) ke ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup, dimana hal ini bisa dillihat dari nilai t hitung terbesar yakni sebesar 6,899. Dari hasil perhitungan diperoleh surplus konsumen per individu per satu kali kunjungan adalah Rp.629.253,1 sehingga surplus konsumen per individu per tahun adalah Rp. 1.321.431,48. Maka didapat nilai ekonomi wisata Pantai ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup dengan pendekatan biaya perjalanan individu sebesar Rp 263.863.437.926,4 per tahun. Saran yang diajukan dalam penelitian ini adalah antara lain: Perlu diperbaiki lagi tentang kebijkan harga atau tarif tiket masuk dan dengan diimbangi pula dengan inovasi pengembang kawasan ekowisata, Pengelola perlu memperhatikan peningkatan kualitas fasilitas dikawasan kawasan ekowisata, Pendapatan yang didapat ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup saat ini adalah sebesar Rp. 1.321.431,48 per tahun, padahal menurut perhitungan berdasar pendekatan metode surplus konsumen ekowisata ekosistem mangrove Pantai Clungup mampu memperoleh pendapatan Rp 263.863.437.926,4 per tahun. Oleh karena itu, pembenahan harus segera dilakukan oleh pengelola obyek wisata dan serta untuk penelitian selanjutnya diharapkan dilakukan penelitian tentang strategi pengembangan ekowisata ekosistem mangrove di Pantai Clungup.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2015/362/ 051505670
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 18 Aug 2015 11:26
Last Modified: 18 Aug 2015 11:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/134214
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item