Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (Pdpt) Tahun 2013 Dan Tahun 2014 Dalam Mendukung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 Di Desa Tambakrejo Kabupaten Malang-Jawa Timur.

Kurnianingsih, JuitaSukma (2015) Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (Pdpt) Tahun 2013 Dan Tahun 2014 Dalam Mendukung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015 Di Desa Tambakrejo Kabupaten Malang-Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pengembangan Desa Pesisir Tangguh (PDPT) merupakan salah satu program Kementrian Kelautan dan Perikanan. Program tersebut bertujuan untuk menjadikan desa-desa pesisir menjadi lebih tangguh terhadap bencana dan perubahan perekonomian. Desa Pesisir yang mendapatkan program tersebut untuk wilayah Malang Jawa Timur yaitu Desa Sitiarjo, Desa Sidoasri, dan Desa Tambakrejo. Tahun 2015 sedang berlangsung Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. Tujuan dari MEA menciptakan pasar tunggal, menuju kawasan regional ekonomi berdaya saing tinggi, menuju kawasan pembangunan yang merata, dan menuju integrasi penuh pada ekonomi global. PDPT merupakan salah satu cara pemerintah dalam menyiapkan desa pesisir dalam mendukung MEA 2015. Peneliti melihat bagaimana PDPT menyiapkan Desa Tambakrejo agar bisa mendukung MEA 2015. Tujuan penelitian ini antara lain: 1) mengetahui dan mempelajari profil Desa Tambakrejo Kabupaten Malang meliputi lokasi geografi, monografi desa, kesejahteraan, keadaan umum kegiatan perikanan, infrastruktur, organisasi, mapping desa, bagan kelembagaan, dan bagan mobilisasi yang berguna dalam membantu kelancaran terselenggaranya PDP, 2) mengetahui peranan lembaga-lembaga di Desa Tambakrejo terhadap masyarakat dalam mendukung MEA, dan 3) PDPT dalam mempersiapkam Desa Tambakrejo yang tangguh dalam mendukung MEA. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif dengan teknik pengambilan sample purposive sampling dan dalam menentukan sample menggunakan stratifikasi random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara, kuisioner, focus group discussion, studi pustaka, partisipasi aktif, observasi, dan dokumentasi. Data-data yang telah didapatkan dianalisis dengan menggunakan indikator-indikator yang ada pada matriks yang telah dibuat dan menggunakan ENACT Model. Indikator-indikator tersebut didapat dengan cara studi pustaka. ENACT model merupakan suatu pendekatan terhadap suatu komunitas dengan metode partisipasi aktif. ENAVT model ini bertujuan untuk mengenali kemampuan atau potensi yang dimiliki oleh desa baik dari segi sumberdaya manusia, sumberdaya alam, sumberdaya kelembagaan, dan prasarana dan sarana. Hasil dari penelitian yang pertama adalah tentang profil Desa Tambakrejo. Berdasarkan profil Desa Tambakejo didapatkan hasil bahwa Desa Tambakrejo resmi didirikan pada tahun 1909 yang dipimpin oleh seorang kepala desa. Penduduk disana mayoritas bermata pencaharian sebagai nelayan dan sebagaian besar pula penduduk tamat sekolah SD. Dilihat dari usia jumlah penduduk yang sudah memasuki usia kerja sangat banyak. Komoditas unggulan pertanian berupa kayu dan padi sawah, sedangkan komoditas perikanan tangkap unggulan berupa ikan cakalang dan ikan tuna serta komoditas peternakan unggulan berupa sapi, kambing, dan ayam kampung. Selain sumberdaya alam yang dimiliki, Desa Tambakrejo juga memiliki banyak tempat pariwisata seperti Pantai Tamban Indah, Pantai Sendiki, Pantai Clungup, dan Wana Wisata Sendangbiru. Diagram mobilisasi berguna dalam melihat potensi konflik yang v disebabkan oleh pergerakan penduduk keluar dan masuk desa yang berasal dari berbagai macam wilayah. Diagram mobilisasi dibuat dengan menggunakan ENACT model. Kondisi jalan-jalan yang ada di Desa tambakrejo masih dalam kondisi yang buruk, berbanding terbalik dengan kondisi jembatan disana dalam kondisi yang baik.Selain itu selalu terjadi pemadaman listrik. Namun kondisi sarana baik pendidikan, lembaga keuangan, kantor administrasi desa mempunyai bangunan yang baik. Petik laut merupakan kebudayaan Desa Tambakrejo. Petik laut ini adalah sebagai rasa syukur masyarakat kepada Tuhan YME atas berkah dan rahmat yang telah diberikan. Kerusakan sumberdaya alam berdasarkan hasil FGD yaitu terjadi kerusakan degradasi habitat fisik dan pencemaran yang disebabkan oleh penebangan pohon. Hasil perangkingan secara FGD tentang kedekatan lembaga dengan masyarakat dihasilkan bahwa lembaga-lembaga yang dekat dengan masyarakat antara lain kelompok nelayan, komunitas gereja, POKMASWAS, koperasi, dan kelompok pengajian. Pemanfaatan dana PDPT dalam kegiatan bina siaga bencan dan perubahan iklim menghabiskan dana sebesar Rp 136.377.000, kegiatan bina infrastruktur dan lingkungan menghabiskan dana Rp 449.439.500, kegiatan bina sumberdaya alam menghabiskan dana Rp 89.030.000 dan kegiatan bina usaha menghabiskan dana Rp 69.987.000. Kegiatan-kegiatan tersebut membawa perubahan positif yang baik terhadap kualitas Desa Tambakrejo. Namun masih belum bisa dalam menyiapkan Desa Tambakrejo dalam mendukung MEA 2015 sehingga perlu kerjasama dengan pihak-pihka luar lainnya untuk pembangunan Desa Tambakrejo agar bisa mendukung MEA 2015.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2015/335/051505048
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 24 Aug 2015 13:41
Last Modified: 20 Oct 2021 03:56
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/134184
[thumbnail of PENGEMBANGAN_DESA_PESISIR_TANGGUH_TAHUN_2013_DAN_TAHUN_2014_DALAM_MENYIAPKAN_DESA_TAMBAKREJO_DALA.pdf]
Preview
Text
PENGEMBANGAN_DESA_PESISIR_TANGGUH_TAHUN_2013_DAN_TAHUN_2014_DALAM_MENYIAPKAN_DESA_TAMBAKREJO_DALA.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item