Variasi Suhu Samudera Hindia Secara Horizontal Dan Vertikal Akibat Fenomena Enso (El-Nino Southern Oscillation) Dan Iod (Indian Ocean Dipole)

Wibowo, IwanTri (2015) Variasi Suhu Samudera Hindia Secara Horizontal Dan Vertikal Akibat Fenomena Enso (El-Nino Southern Oscillation) Dan Iod (Indian Ocean Dipole). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Suhu perairan bervariasi secara horizontal dan vertikal. Terjadinya variasi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti contohnya intensitas cahaya matahari, kecepatan angin, dinamika arus dan gelombang, serta fenomena alam seperti ENSO (El-Nino Southern Oscillation) dan IOD (Indian Ocean Dipole). ENSO dan IOD merupakan fenomena perubahan iklim yang berdampak pada terjadinya penyimpangan / anomali suhu permukaan laut (SPL) secara signifikan (jauh dari keadaan normal). Selain berdampak terhadap variasi suhu permukaan laut, ENSO dan IOD berpengaruh pula pada kedalaman dari lapisan termoklin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari hingga Mei 2015 di Laboratorium Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Brawijaya, Malang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi suhu Samudera Hindia dari tahun 2004 – 2014, pengaruh fenomena ENSO dan IOD terhadap variasi SPL dan lapisan termoklin di Samudera Hindia (selatan Jawa), serta mekanisme variasi suhu Samudera Hindia (selatan Jawa) ditinjau dari faktor oseanografi, meteorologi, dan fenomena perubahan iklim. Materi penelitian yang digunakan adalah data suhu permukaan laut dari satelit Aqua MODIS level 3, suhu vertikal dan kedalaman dari Argo Float (0 – 500m), indeks anomali SPL dalam DMI (Dipole Mode Index), indeks anomali tekanan atmosfer dalam SOI (Southern Oscillation Index), indeks anomali SPL dalam Nino 3.4, data tekanan atmosfer dan kecepatan angin. Keseluruhan data merupakan data rata – rata bulanan dari tahun 2004 – 2014 di wilayah Samudera Hindia (selatan Jawa) dengan koordinat 80LS - 150LS dan 1050BT - 1150BT. Metode yang digunakan dalam penelitian merupakan metode kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan bahwa variasi suhu Samudera Hindia mengalami peningkatan pada tahun 2005, 2009, 2010, 2013, dan 2014, sedangkan pada tahun 2004, 2006, 2007, 2008, 2011, dan 2012 cenderung mengalami penurunan. Ketika terjadi El-Nino dan IOD+, SPL di Samudera Hindia (selatan Jawa) mengalami penurunan sekitar 26,910C – 27,210C, dengan lapisan termoklin berada pada kedalaman 43,15 – 56,23 meter. Sedangkan ketika terjadi La-Nina dan IOD-, SPL di Samudera Hindia (selatan Jawa) mengalami kenaikan sekitar 27,860C – 28,120C, dengan lapisan termoklin berada pada kedalaman 67,77 – 73,13 meter. Berdasarkan analisis PCA, diketahui parameter yang paling berpengaruh terhadap variasi SPL dan kedalaman lapisan termoklin di Samudera Hindia (selatan Jawa) adalah tekanan atmosfer dan kecepatan angin. Semakin tinggi nilai tekanan atmosfer dan kecepatan angin, maka SPL akan semakin dingin dan lapisan termoklin akan semakin dalam karena adanya proses percampuran massa air. Sedangkan SPL dan lapisan termoklin merupakan variabel yang saling berhubungan, karena perubahan suhu vertikal ditentukan pula oleh variasi suhu horizontalnya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2015/286/ 051504999
Subjects: 300 Social sciences > 338 Production > 338.3 Other extractive industries > 338.37 Products > 338.372 Products of fishing, whaling, hunting, trapping
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan dan Kelautan
Depositing User: Kustati
Date Deposited: 10 Aug 2015 11:12
Last Modified: 10 Aug 2015 11:12
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/134129
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item