Analisa Tingkat Komsumsi Ikan Masyarakat Sekitar Kawasan Waduk Lahor Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang

Rahayu, IrmaSri (2015) Analisa Tingkat Komsumsi Ikan Masyarakat Sekitar Kawasan Waduk Lahor Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perairan Indonesia memiliki potensi perikanan yang cukup melimpah, salah satunya yaitu dikawasan Waduk Lahor. Waduk Lahor memiliki potensi perikanan yang cukup baik khususnya untuk perikanan tawar. Beberapa warga disekitar Waduk Lahor memanfaatkan potensi tersebut dengan membuat keramba di Waduk Lahor. Hasil tambak akan dijual oleh para nelayan ke Pasar Ikan Tradisional yang bertempat di kawasan Waduk Lahor Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis gambaran pola konsumsi ikan masyarakat sekitar kawasan Waduk Lahor, untuk mendskripsikan dan menganalisi olahan berbasis ikan yang digemari masyarakat sekitar kawasan Waduk lahor dan menganalisi faktor – faktor yang mempengaruhitingkat konsumsi ikan. Objek penelitian ini adalah masyarakat yang tinggal disekitar Waduk Lahor yaitu di Desa Karangkates dengan jumlah populasi sebanyak 10.969 orang dengan jumlah sampel yang ditentukan menggunakan rumus Slovin yaitu sebanyak 44 orang. Teknik pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan teknik simple incidental sampling. Jenis dan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan cara kuisioner, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data sekunder dilakukan dengan cara mencatat data yang bersumber dari kantor kelurahan, dan perpustakaan. Metode analisa data yang digunakan yaitu analisa deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Gambaran pola konsumsi ikan masyarakat sekitar kawasan Waduk Lahor yaitu berdasarkan jenis ikan yang paling sering dikonsumsi masyarakat sekitar Kawasan Waduk Lahor adalah jenis ikan air tawar yaitu ikan mujaer karena mudah didapat dan ditemui dipasaran, sebagian masyarakat lebih memilih memasak ikan sendiri dibanding membeli ikan dalam bentuk masakan karena lebih ekonomis, lebih enak dan kaya rasa serta lebih higienis. Sebagian besar responden memilih subtitusi ikan adalah telur karena harganya terjangkau dan praktis. Adapun kendala masyarakat tidak mengkonsumsi ikan sebagian besar disebabkan karena rasa bosan dan anggapan mereka bahwa ikan termasuk lauk pauk yang harganya relative mahal Jenis masakan ikan yang disukai yaitu ikan goreng karena cara memasaknya lebih simpel dan gampang , jenis produk olahan ikan yang disukai yaitu nughet karena lebih praktis, rasanya enak dan disukai anak – anak. Bedasarkan hasil analisa dengan statistika SPSS diperoleh hasil dari model regresi sebagai berikut: Y = a + b1X1+b2X2+ b3X3+ b4X4+ b5X5 + e Y = 13,806 + 2,378x1 – 3,696x2 + 3,775x3 + 1,493x4 – 1,355x5 + e Hasil dari analisa regresi linier berganda dapat dilihat seberapa besar pengaruh variabel-variabel pendapatan, persepsi harga i¬kan, persepsi harga subtitusi ikan, selera, dan pendidikan terhadap frekuensi konsumsi ikan. Persamaan diatas nilai konstanta a sebesar 13,806 dapat diartikan jika tidak ada variabel-variabel tersebut maka tingkat konsumsi ikan di di kawasan Waduk Lahor Desa Karangkates sebesar 13,806 hal ini disebabkan karena sebagian besar responden mengkonsumsi ikan tidak selalu dengan cara membeli tetapi dengan cara mencari ikan sendiri di waduk baik dengan cara memancing ataupun menggunakan jaring adapula yang mengkonsumsi ikan dengan mengambil dari keramba milik sendiri. Koefisien regresi tingkat pendapatan (X1) sebesar 2,378 artinya setiap perubahan pendapatan (X1) satu-satuan akan meningkatkan konsumsi ikan (Y) sebesar 2,378 satuan karena bernilai positif maka apabila pendapatan meningkat akan meningkatkan jumlah konsumsi ikan, koefisien regresi harga ikan (X2) sebesar -3,698 artinya setiap perubahan satu-satuan X2 akan mengakibatkan perubahan frekuensi konsumsi ikan (Y) sebesar 3,698 satuan, karena bernilai negatif maka apabila harga ikan naik akan menurunkan frekuensi konsumsi terhadap ikan sebesar 3,698, koefisien regresi harga subtitusi ikan (X3) sebesar 3,775 satuan artinya setiap perubahan satu-satuan X3 akan mengakibatkan perubahan frekuensi konsumsi ikan (Y) sebesar 3,775 karena bernilai positif maka ketika harga subtitusi ikan naik akan menambah jumlah konsumsi ikan sebesar 3,775. Koefisien regresi selera (X4) sebesar 1,493 artinya setiap perubahan satu-satuan X4 akan mengakibatkan frekuensi jumlah konsumsi ikan (Y) sebesar 1,493 satuan karena bernilai positif maka peningkatan selera akan meningkatkan frekuensi konsumsi ikan sebesar 1,493, koefesisien regresi tingkat pendidikan (X5) sebesar -1,355 satuan artinya setiap perubahan satu-satuan X5 akan mengakibatkan perubahan frekuensi konsumsi ikan (Y) sebesar 1,355 karena bernilai negatif maka semakin tinggi pendidikan akan mengurangi konsumsi ikan sebesar 1,355 hal ini disebabkan karena semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin tinggi pula tingkat pengetahuannya salah satunya yaitu lebih mengetahui kualitas ikan yang baik dengan yang tidak mengingat dewasa ini banyak pedagang – pedagang nakal yang menjual ikan dengan menggunakan bahan pengawet yang berbahaya bagi kesehatan disisi lain rata-rata masyarakat sekitar kawasan Waduk Lahor hanya berpendidikan menengah sehingga tidak begitu mempertimbangkan terhadap konsumsi ikan karena pola pikir dan pengalaman yang masih rendah. Oleh karena itu perlu adanya penelitian terhdap responden yang pendidikannya menengah keatas Berdasarkan uji statistik menunjukkan bahwa nilai adjusted R sebesar 0,555 artinya 55,5 % frekuensi konsumsi ikan ditentukan oleh faktor independen, berdasarkan uji F hasil Fhitung > Ftabel dengan nilai 11,727 > 1,790 maka dapat ditarik kesimpulan H0 ditolak dan menerima H1, artinya semua variable (x) yaitu pendapatan (x1), harga ikan (x2), harga subtitusi ikan (x3), selera (x4), dan pengetahuan (x5) berpengaruh nyata secara simultan (bersama-sama) terhahap variable jumlah ikan yang dikonsumsi (Y). Sedangkan hasil uji t menunjukkan bahwa faktor yang berpengaruh secara parsial dan signifikan terhahadap jumlah konsumsi yaitu pendapatan, persepsi harga ikan, persepsi harga subtitusi ikan dan tingkat pendidikan. Sedangkan untuk rata – rata konsumsi ikan masyarakat sekitar kawasan Waduk Lahor Desa Karangkates Kecamatan Sumberpucung Kabupaten Malang yaitu 33,28 kg per kapita per tahun.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2015/173/051504157
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 29 Jun 2015 13:32
Last Modified: 19 Oct 2021 07:27
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/134005
[thumbnail of FULL_TEKS.pdf]
Preview
Text
FULL_TEKS.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item