Fungsi Peridinin Cell Pigment (PCP) Nannochloropsis Oculata Dalam Menginduksi Sistem Imun Major Histocompatibility Complex (MHC I) Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes Altivelis) Pada Organ Insang

Kuntari, AlfiaGita (2015) Fungsi Peridinin Cell Pigment (PCP) Nannochloropsis Oculata Dalam Menginduksi Sistem Imun Major Histocompatibility Complex (MHC I) Ikan Kerapu Tikus (Cromileptes Altivelis) Pada Organ Insang. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Nannochloropsis oculata adalah mikroalga laut yang hidupnya dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu, intensitas cahaya, salinitas, oksigen terlarut (DO) dan derajad keasaman (pH). Banyak nutrisi yang terkandung didalam N. oculata, seperti Peridinin Cell Pigment (PCP) yang letaknya terlindungi oleh dinding sel. Cara untuk memperoleh PCP dari dalam sel yaitu dengan mengisolasi protein menggunakan teknik manual maupun menggunakan teknologi seperti pemisahan molekul dengan sentrifuge. PCP sebagai agen hayati memiliki fungsi sebagai imunostimulan yang mampu merespon kekebalan fisik pada organisme vertebrata. Kendala yang sering terjadi pada kegiatan budidaya ikan Kerapu Tikus adalah kematian massal yang menyerang ikan pada usia larva. Hal ini dipicu oleh karena ikan belum mempunyai sistem imun secara sempurna. Protein MHC I mampu diekspresikan pada semua permukaan sel yang berinti dan bertugas mempresentasikan antigen peptida ke sel T Sitotoksik (Tc) untuk menghancurkan sel yang mengandung patogen tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan pengaruh PCP pada N. oculata dalam menginduksi sistem imun MHC I pada insang ikan Kerapu Tikus. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif dengan teknik pengambilan data meliputi data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan studi pustaka. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu dimulai dengan melakukan kultur massal N. oculata yang dilanjutkan pada tahapan isolasi PCP N. oculata, uji in vivo PCP pada ikan Kerapu Tikus, pengamatan MHC I pada insang ikan Kerapu Tikus dengan menggunakan Sodium Dodecyl Sulfate Polyacrilamide Gel Electrophoresis (SDS-PAGE) dan Imunohistokimia (IHC). Data pendukung yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kualitas air yang meliputi parameter fisika yang terdiri dari suhu dan salinitas dan parameter kimia yang terdiri dari pH dan oksigen terlarut. Hasil SDS-PAGE PCP N. oculata memperoleh 11 pita protein dengan Berat Molekul (BM) dimulai dari 6,63 kDa, 10,7 kDa, 13 kDa, 15,62 kDa, 21 kDa, 28 kDa, 37 kDa, 50,12 kDa, 61,23 kDa, 73,5 kDa sampai dengan 91,41 kDa. Pita protein PCP ditemukan pada rantai panjang (monomer) dengan BM 37 kDa. Pengujian in vivo ikan dengan menggunakan PCP dilakukan sebanyak 6 kali selama 23 hari masa pemeliharaan. Yaitu pada hari ke-0, hari ke-5, hari ke-9, hari ke-14, hari ke-18 dan hari ke-22. Selama masa pemeliharan, ikan diberikan makan secara adlibitum dengan menggunakan ikan kembung rucah yang telah disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Setelah masa pemeliharaan, ikan Kerapu Tikus rata-rata mengalami penambahan berat badan, dan berat ikan ikan perlakuan lebih tinggi dibandingkan dengan ikan kontrol. Hasil pengamatan ekspresi molekul MHC I pada organ insang ikan Kerapu Tikus kontrol adalah 44,22 kDa dan pada insang ikan perlakuan adalah 44,65 kDa. Pada insang ikan kontrol ditemukan sedikit kemunculan protein target MCH I sedangkan pada insang ikan perlakuan, protein MHC I ditemukan dengan jumlah yang lebih banyak dengan munculnya warna coklat pada hasil pengamatan. Beberapa kerusakan insang ditemukan pada insang ikan kontrol seperti edema, hiperplasia, fusi dan hilangnya struktur lamella sekunder pada insang. Hal ini berbeda dengan hasil yang diperoleh pada insang ikan perlakuan, didapatnya lebih sedikit kemunculan kerusakan jaringan pada insang yaitu edema dan hiperplasia saja pada ikan yang telah ditambahkan PCP pada saat perlakuan. Kerusakan jaringan yang muncul dari ikan kontrol maupun ikan perlakuan disebabkan oleh adanya gangguan fisika air seperti suhu dan perubahan pH air yang disebabkan oleh hujan yang mengakibatkan perairan menjadi asam. Selain itu gangguan kesehatan pada ikan juga dapat menyababkan munculnya gangguan patologis diatas. Pengukuran kualitas air dilakukan pada pagi dan sore hari. Hasil pengukuran kualitas air yaitu, suhu perairan berkisar antara 29-30 0C, salinitas berkisar antara 28-30‰, pH memiliki nilai konstan yaitu 8 sedangkan hasil pengukuran oksigen terlarut (DO) memiliki kisaran antara 5,84-6,06 mg/l Kesimpulan dari penelitian ini adalah Protein MHC I pada insang kontrol mempunyai BM sebesar 44,22 kDa dan pada insang perlakuan mempunyai BM sebesar 44,65 kDa. Terekspresi MHC I karena adanya penambahan agen hayati yang berasal dari PCP mikroalga laut N. oculata sebagai imunostimulan melalui metode Imunohistokimia (IHC). Muncul beberapa kerusakan jaringan insang seperti edema, hiperplasi, fusi dan berubahan struktur lamella pada insang ikan kontrol, pada ikan perlakuan hanya muncul edema dan hiperplasia saja. N. oculata dapat meningkatkan sistem imun pada ikan dan membentuk antibodi sehingga jika ada benda asing masuk, maka MHC I akan mempresentasikan benda asing tersebut dengan baik kepermukaan sel.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2014/465/051500148
Subjects: 300 Social sciences > 333 Economics of land and energy > 333.9 Other natural resources > 333.91 Water and lands adjoining bodies of water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Hasbi
Date Deposited: 14 Jan 2015 10:38
Last Modified: 22 Oct 2021 02:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/133795
[thumbnail of SKRIPSI_(ALFIA_GITA_KUNTARI_-105080101111028)..pdf]
Preview
Text
SKRIPSI_(ALFIA_GITA_KUNTARI_-105080101111028)..pdf

Download (7MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item