Analisis Integrasi Pasar Beras Di Provinsi Jawa Timur

Nailufar, Madina (2018) Analisis Integrasi Pasar Beras Di Provinsi Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Beras sudah dianggap sebagai komoditas yang penting bagi Indonesia, selain penting, beras juga merupakan komoditas yang strategis. Karena peran komoditas beras yang penting dan strategis ini, beras dijadikan komoditas politik yang berujung dijadikannya beras sebagai komoditas utama pada penyusunan konsep dan implementasi kebijakan nasional. Maka dari itu, penting untuk menjaga stabilitas harga agar keterjangkauan pangan oleh masyarakat dapat selalu terpenuhi, mengingat harga pangan yang terjangkau merupakan salah satu komponen penentu ketahanan pangan. Demi mendukung terjadinya stabilisasi harga, strategi pemasaran beras yang digunakan harus semakin tepat. Pemasaran yang tepat harus berorientasikan pada kebutuhan pelanggan, bukan lagi pada produk. Kualitas, bentuk fisik, dan tipe beras merupakan salah satu atribut yang diperhatikan oleh konsumen. Selain itu, pengawasan terhadap perubahan harga juga perlu diperhatikan demi mendukung tercapainya ketahanan pangan serta kestabilan harga. Salah satu cara untuk menstabilkan harga adalah dengan melakukan analisis harga pangan, seperti analisis integrasi pasar vertikal. Penelitian ini melakukan analisis integrasi pasar vertikal terhadap komoditas beras di tingkat produsen dan tingkat konsumen. Harga ditingkat produsen diwakilkan oleh harga gabah kering giling sedangkan di tingkat konsumen terbagi menjadi dua tipe beras yaitu beras IR-64 Super dan beras IR-64 medium. Metode analisis yang digunakan yaitu Kointegrasi Johansen dan Vector Error Correction Model yang dilalui oleh beberapa tahapan yaitu uji Stasioneritas, penentuan panjang lag, uji kausalitas granger. Hasil yang didapatkan yaitu harga gabah terintegrasi kuat dengan harga beras premium sedangkan harga gabah terintegrasi lemah dengan harga beras medium. Hal ini dikarenakan preferensi konsumen beras medium lebih tinggi yang menyebabkan banyaknya pedagang yang ingin menjual beras medium, sehingga banyaknya penjual membuat infromasi harga tidak tersampaikan dengan baik. Berbeda dengan beras medium, beras premium mempunyai preferensi konsumen yang lebih rendah, namun konsumen beras premium dapat dikatakan lebih loyak karena konsumennya merupaka restauran, hotel, dan masyarakat menengah keatas.

English Abstract

Rice has been considered as an important commodity in Indonesia, besides important, it’s also has been a strategic commodity. Because of this important and strategic role, rice is claimed as a political commodity that led them to be a main consideration when it comes to making concepts and national policies implementation. Therefore, it is important to maintain the price stability due to keep the affordability of foods for the community to fullfill. In order to maintaining the price stability, the marketing strategy has to be right. A right marketing has to customer-needs oriented, and not only product-oriented. Quality, physical appearance, and rice’s type is one of many attributes that the customers considered. Besides, supervising over price’s changes is needed to support the achievement of foods security and price’s stabilization. One of many ways to do it is by analysing food’s price, for instance analysing the vertical market integration. This research is analysing vertical market integration towards rice’s prices in producer’s level and also consumer’s level. The price in produce’s level is presented by dried milled grain’s price, while the price in consumer’s level is presented by two types of rice, IR-64 Super and IR-64 medium prices. The analysing methods is using Johansen’s Cointegration Test and Vector Error Correction Model (VECM) estimation that has to be tested before by several methods, and that is Stationaity test, lag length determination, Granger causality test. The results show that the grain’s price is strongly integrated with premium rice’s price while it is weakly integrated with medium rice’s price. This is caused by higher consumer preference that happen with medium rice that make many traders want to sell medium rice, and so many traders make the price information not transfered perfectly. Differ with medium rice, consumer preference on premium rice might be low, but it can be said that the consumer loyalty is better because premium rice is consumed by restaurant, hotel, and middle to up class civilization.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FP/2018/672/051810007
Uncontrolled Keywords: Integrasi Pasar, Harga Gabah, Beras Medium, Beras Premium, Kointegrasi, Vector Error Correction Model (VECM), Market Integration, Grain’s price, Medium rice, Premium rice, Cointegration, Vector Error Correction Model (VECM)
Subjects: 300 Social sciences > 381 Commerce (Trade) > 381.4 Specific products and services > 381.41 Product of agriculture > 381.413 18 Specific products (Rice)
Divisions: Fakultas Pertanian > Agribisnis
Depositing User: Nur Cholis
Date Deposited: 14 Feb 2019 02:18
Last Modified: 19 Oct 2021 14:37
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/13344
[thumbnail of MADINA NAILUFAR.pdf]
Preview
Text
MADINA NAILUFAR.pdf

Download (1MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item