Persepsi Nelayan Dogol Pelabuhan Perikanan Nusantara (Ppn) Brondong Terhadap Pengelolaan Sumberdaya Ikan Demersal Yang Berkelanjutan

Fadlilah, FalahEl (2013) Persepsi Nelayan Dogol Pelabuhan Perikanan Nusantara (Ppn) Brondong Terhadap Pengelolaan Sumberdaya Ikan Demersal Yang Berkelanjutan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Sering Diungkapakan Bahwa Sumberdaya Ikan (Sdi) Merupakan Sumberdaya Alam Yang Terpulihka. Namun Kenyataanya Pengelolaan Sdi Sampai Saat Ini Tidak Satupun Yang Dapat Menunjukkana Kebenaran Tersebut. Produksi Perikanan Dunia Terus Mengalami Penurunan Bahkan Overfishing Dan Punah. Pengertian Pengelolaan Sumberdaya Ikan (Sdi) Berkelanjutan Adalah Pengelolaan Yang Mengarah Kepada Bagaimana Sdi Yang Ada Saat Ini Mampu Memenuhi Kebutuhan Sekarang Dan Kebutuhan Generasi Yang Akan Datang, Di Mana Aspek Keberlanjutan Harus Meliputi Aspek Ekologi, Sosial – Ekonomi, Masyarakat Dan Institusi. Pengelolaan Sdi Berkelanjutan Tidak Melarang Aktifitas Penangkapan Yang Bersifat Ekonomi/ Komersial, Tetapi Menganjurkan Dengan Persyaratan Bahwa Tingkat Pemanfaatan Tidak Melampaui Daya Dukung ( Carrying Capacity ) Lingkungan Perairan Atau Kemampuan Pulih Sdi,Sehingga Generasi Mendatang Tetap Memiliki Asset Sumberdaya Alam (Sdi) Yang Sama Atau Lebih Banyak Dari Generasi Saat Ini. Beberapa Kajian Menunjukkan Bahwa Peranan Nelayan Menjadi Faktor Dominan Yang Menentukan Berhasil Tidaknya Suatu Program Kerja Perikanan. Tanpa Partisipasi Nelayan, Pembangunan Sektor Perikanan Akan Mengalami Kebuntuan. Perubahan Pola Pikir Nelayan Perlu Menjadi Salah Satu Agenda Pembangunan Sektor Perikanan, Diantaranya Dapat Dapat Dilakukan Melalui Pendidikan, Penyuluhan Dan Penegakan Regulasi. Kekhususan Sumberdaya Perikanan Yang Selalu Bergerak Dan Tidak Mengenal Batas- Batas Kewilayahan Administratif Menurut Adanya Suatu Pengelolaan Yang Menyeluruh Yang Tidak Mengenal Batas- Batas Wilayah Administratif Melainkan Mengacu Pada Penyebaran Dan Dinamika Dari Sumberdaya Itu Sendiri. Keadaan Demikian Mendorong Kerjasama Antar Wilayah Yang Dituangkan Dalam Penyusunan Kebijakan Regional Dengan Memperhatikan Sumberdaya Dan Kepentingan Bersama. Keunikan Sumberdaya Perikanan Yang Selalu Bergerak Dan Teknologi Eksploitasi Yang Terus Berkembang Merupakan Tantangan Bagi Para Pembuat Kebijakan Perikanan. Kesulitan- Kesulitan Dan Tantangan Yang Dialami Oleh Negara- Negara Di Dunia Dalam Pembangunan Perikanan Ini Telah Mendorong Upaya Menyatukan Pengertian Bersama Dalam Aturan Main Pembangunan Perikanan. Prinsip Dan Aturan Main Pembangunan Perikanan Itu Dirumuskan Oleh Ahli- Ahli Dan Telah Di Tuangkan Dalam Bentuk “Kode Etik Perikanan Yang Bertanggung Jawab” ( The Code Of Conduct For Responsible Fisheries , Ccrf) Dan Telah Disepakati Bersama Oleh Seluruh Anggota Fao ( Food And Agricultural Organization ) Dimana Ccrf Ini Telah Menjadi Semacam Pedoman Umum Bagi Setiap Negara Dalam Pembangunan Perikanannya. Penelitian Ini Menggunakan Metode Deskriptif Gabungan Berurutan, Dengan Menggunakan Pendekatan Kualitatif Dengan Pendekatan Kuantitatif Yang Lebih Dominan. Ini Dilakukan Dengan Cara Melakukan Riset Kualitatif Terlebih Dahulu Kemudian Diikuti Dengan Riset Kuantitatif. Komponen Kualitatif Lebih Diutamakan Dan Digunakan Untuk Menghasilkan Teori Atau Konstruk Teori Spesifik Yang Diyakini Dapat Menambah Data Yang Diperoleh Melalui Pendekatan Survei Dan Wawancara. Sedang Komponen Kuantitatif Digunakan Sebagai Sarana Pembantu Untuk Menguji Gagasan – Gagasan Yang Dihasilkan Dari Komponen Kualitatif. Berdasarkan Permasalahan- Permasalahan Yang Terjadi, Pemerintah Harus Mengatur Ulang Para Nelayan, Termasuk Menata Potensi Sumberdaya Yang Ada Di Wilayah Pesisir Dan Laut. Menurut Solihin Dkk, (2005) Ada Tiga Alasan Yang Sangat Penting Tentang Perlunya Penataan Nelayan Ini : 1. Menghindari Semakin Meluasnya Konflik Negatif Seperti Kekerasan Diantara Nelayan, Termasuk Dengan Nelayan Asing Yang Melakukan Penangkapan Ikan Di Wilayah Perairan Indonesia. 2. Meningkatkan Kesejahteraan Nelayan, Melalui Penataan Ulang Para Nelayan Dengan Baik, Kesejahteraan Nelayan Tersebut Diharapkan Akan Lebih Baik. 3. Menjaga Keberadaan Atau Kelestarian Sumberdaya Pesisir Dan Laut. Dibeberapa Wilayah Indonesia, Sumberdaya Pesisir Dan Laut Sudah Banyak Yang Mengalani Over Eksploitasi, Seperti Sumberdaya Ikan, Mangrove Dan Terumbu Karang. Secara Umum Nelayan Dogol Di Pelabuhan Perikanan Nusantara Brondong Bekerja Disektor Penangkapan Ikan Karena Sudah Menjadi Tradisi Turun Temurun, Hasil Skoring Didapat 50%. Seperti Yang Diungkapkan Mustadi Yang Sudah Puluhan Tahun Menjadi Nahkoda Kapal, “ Mau Tidak Mau Ya Saya Harus Melanjutkan Usaha Yang Sudah Bapak Saya Rintis Dari Dulu, Sudah Ada Kapal Yang Diwariskan Kepada Saya, Itu Lebih Baik Dari Pada Saya Menjadi Kuli Atau Mencari Pekerjaan Lain “ . Selain Itu Kurangnya Keahlian Dibidang Lain Memaksa Mereka Untuk Menjadi Nelayan Demi Memenuhi Kebutuhan Keluarga. Tindakan Sosial Sangat Dipengaruhi Oleh Pikiran Dan Perasaan Atau Emosi, 50% Nelayan Menyatakan Sedikit Konflik Antar Nelayan. Adanya Konflik Dipicu Karena Rasa Cemburu Atau Iri Antara Anak Buah Kapal (Abk) Dengan Abk Yang Lain Karena Pekerjaan Persiapan Sebelum Berlayar Dan Pekerjaan Yang Dilakukan Ketika Selesai Beroperasi Menangkap Ikan Dilaut (Bongkar Muat Ikan), Sesekali Ada Abk Yang Enggan Melakukan Pekerjaan Selesai Melaut. Masyarakat Sekitar (Brondong) Menyebut Alat Tangkap Dogol Ini Dengan Nama Payangan / Mayangan. Alat Tangkap Ini Merupakan Alat Tangkap Yang Paling Dominan Pada Tpi Brondong. Berdasarkan Wawancara Yang Dilakukan Selama Penelitian, Alat Tangkap Ini Beroperasi Tiap Bulan Dalam Satu Tahun Dengan Musim Puncak Pada Bulan Agustus – September, Musim Sedang Pada Bulan April – Juli Dan Oktober – Desember, Sedangkan Musim Paceklik Terjadi Pada Bulan Januari – Maret. Dalam Pengoperasiannya, Alat Tangkap Ini Mempunyai Masa Berlayar (Trip) Antara 6 – 15 Hari Dengan Armada Penangkapan 5 – 35 Gt ( Gross Tonnage ), Jumlah Anak Buah Kapal (Abk) Antara 10-20 Orang

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2013/256/051311001
Subjects: 300 Social sciences > 333 Economics of land and energy > 333.9 Other natural resources > 333.91 Water and lands adjoining bodies of water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Budi Wahyono Wahyono
Date Deposited: 27 Nov 2013 09:30
Last Modified: 27 Nov 2013 09:30
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/133267
Full text not available from this repository.

Actions (login required)

View Item View Item