Karakterisasi Dialisat Ekstraseluler Khamir Laut yang Didialisis dengan selofan MWCO 25 kDa pada pH 6 dan Aplikasinya dalam Pembuatan Hidrolisat Protein Ikan Peperek (Leiognathus sp.)

Nisa, NurFajrin (2011) Karakterisasi Dialisat Ekstraseluler Khamir Laut yang Didialisis dengan selofan MWCO 25 kDa pada pH 6 dan Aplikasinya dalam Pembuatan Hidrolisat Protein Ikan Peperek (Leiognathus sp.). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Khamir laut merupakan khamir yang diisolasi dari lingkungan laut dan dapat tumbuh dengan baik pada medium yang disiapkan dengan air laut dibandingkan pada medium yang disiapkan dengan air tawar. Chi et al., (2009) telah menemukan jenis berbeda dari khamir laut, yang dapat menghasilkan macam – macam enzim extracellular, meliputi amylase, protease alkalin, asam protease, phytase, lipase, inulinase dan toksin pembunuh. Protease atau enzim proteolitik adalah enzim yang memiliki daya katalitik yang spesifik dan efisien terhadap ikatan peptide dari suatu molekul polipeptida atau protein.Protease merupakan jenis enzim esensial yang ada pada khamir, prokariot, tanaman dan hewan (Gupta et al., 2002). Metode isolasi enzim yang sering digunakan adalah ekstraksi, koagulasi, sentrifugasi, filtrasi, dan kromatografi (Susi, 2002). Pemisahan dilakukan sentrifugasi pada kecepatan dan gaya berat tertentu sehingga sel-sel mikroorganisme mengendap dan supernatant merupakan cairan yang berisi enzim (Rahayu, 1990). Metode – metode pemurnian enzim antara lain pengendapan, filtrasi membran, kromatografi adsorbsi, kromatografi afinitas dan filtrasi gel (Smith, 1993). Metode yang paling sering digunakan adalah pengendapan dengan konsentrasi garam bervariasi (Aulanni’am, 2005). Dialisis adalah teknik yang digunakan untuk memisahkan senyawa dengan BM-rendah dan senyawa BM-tinggi (desalting) melalui membrane semipermeabel. Tabung dialisis dengan molecular weight cutoff (MWCO) 25 kDa dapat digunakan untuk memindahkan ion nitrogen, asam amino, atau peptida (Schmidt et al., 2007). Sehingga 25 kDa MWCO dapat digunakan dalam proses dialisis protease khamir laut. Pemurnian dan karakterisasi protease gumpalan susu dari Mucor pusillus dilakukan dengan didialisis menggunakan buffer phosphat (0. 02 M; pH 6.0) dalam suhu 4°C (Belall et al., 2011). Semua reaksi enzimatis dipengaruhi oleh pH medium tempat reaksi terjadi (Martin et al., 1987). Range dari buffer dapat digunakan dengan baik diantara pH 5,8 - 8,0. Phosphat mempunyai kapasitas penyanggaan yang sangat tinggi dan mempunyai kelarutan yang sangat tinggi dalam air (DeAngelis, 2007). Menurut Penelitian Ahmad (2010), ekstrak kasar khamir laut mengandung enzim alkallin protease dengan nilai aktivitas 0,0097 U/mg. Aktivitas enzim ekstrak kasar khamir laut tersebut terbilang masih rendah dibandingkan dengan hasil penelitian Chi et al., (2008), ekstrak murni khamir laut Aurobasidium pullulans strain 10 yang diisolasi dari laut china mempunyai nilai aktivitas protease 623,1U/mg ; 7,2 U/mg. Rendahnya nilai aktivitas dimungkinkan karena ekstrak yang diperoleh dari khamir laut masih belum dimurnikan (ekstrak kasar) sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan dengan tahapan yang lebih murni. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik protease ekstraseluler pada dialisat khamir laut dengan berat molekul >25 kDa yang didialisis dengan pH 6, meliputi aktivitas protease dialisat khamir laut, konsentrasi protease dialisat khamir laut, konstanta Michaelis-Menten (KM) dan kecepatan maksimal (Vmaks). Selain itu untuk mengetahui kemampuan dialisat khamir laut dalam menghidrolisis ikan peperek meliputi DH (derajat hidrolisis), berat molekul (SDS-PAGE) dan profil asam amino (HPLC). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Penelitian eksploratif adalah jenis penelitian yang berusaha mencari ide-ide atau hubungan-hubungan yang baru (Umar, 1999). Berdasarkan hasil penelitian yaitu karakteristik protease dialisat khamir laut mempunyai konsentrasi protein 65.5 mg/mL, aktivitas enzim 50 mU/mL, serta Vmaks 0,080142653 mmol/min/mg, dan nilai KM sebesar 0,653594771 x 103mM. Hal ini menunjukkan bahwa enzim dari dialisat khamir laut memiliki nilai karakteristik yang lebih tinggi dibanding ekstrak kasar khamir laut, dimungkinkan karena dialisat khamir laut lebih murni. Sementara itu dialisat khamir laut dapat menghidrolisis ikan peperek secara optimal pada pH 6,4, 100 menit, suhu 440C, dengan menghasilkan peptida157,1036-4,097092 kDa dan 11 asam amino,asam amino esensial yang terdapat pada hidrolisat ikan peperek adalah histidin, metionin, valin, fenilalanin, isoleusin, leusin, dan lisin. Semua asam amino pada hidrolisat protein ikan yang dihidrolisis dengan dialisat khamir laut bila dibanding dengan referensi dari NRC yang merupakan referensi kebutuhan asam amino esensial untuk pakan dan FAO/WHO yang merupakan referensi kebutuhan asam amino untuk manusia mempunyai nilai 1 kecuali asam amino fenilalanin, treonin, dan triptofan sehingga apabila hirolisat digunakan sebagai pakan atau pangan, maka bahan pangan atau pakan juga kekurangan 3 asam amino tersebut dengan demikian untuk memenuhi kebutuhan asam amino ikan dan manusia harus memasukkan fenilalanin, treonin, dan triptofan dari sumber lain. Penelitian ini dapat disarankan perlu penelitian lebih lanjut tentang pemurnian protease dari khamir laut.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2011/57/051103036
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 23 Sep 2011 10:05
Last Modified: 21 Oct 2021 08:04
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132887
[thumbnail of 051103036.pdf]
Preview
Text
051103036.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item