Gambaran Imunologi Ikan Mujair (Oreochromis Mossambicus) Di Bendungan Karangkates Dan Di Sungai Aloo Yang Terkena Dampak Lumpur Pt. Lapindo Brantas Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur

WijayantiNormaDwi (2011) Gambaran Imunologi Ikan Mujair (Oreochromis Mossambicus) Di Bendungan Karangkates Dan Di Sungai Aloo Yang Terkena Dampak Lumpur Pt. Lapindo Brantas Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Gambaran komponen darah suatu organisme dapat digunakan untuk mengetahui kondisi kesehatan yang sedang dialami oleh organisme tersebut. Penyimpangan fisiologis ikan akan menyebabkan komponen-komponen darah juga mengalami perubahan. Perubahan gambaran darah dan kimia darah, baik secara kualitatif maupun kuantitatif, dapat menentukan kondisi kesehatannya. Nilai normal gambaran darah ikan diperlukan untuk menentukan status kesehatan dan membantu diagnosis penyakit pada ikan. Adanya gangguan kesehatan maupun perubahan status fisiologi hewan sering dapat diketahui melalui perubahan yang terjadi pada komponen darahnya (Salasia et al., 2001). Leukosit merupakan jenis sel yang aktif di dalam sistem pertahanan tubuh. Penurunan jumlah leukosit disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi organ ginjal dan limpa dalam memproduksi leukosit yang disebabkan oleh infeksi penyakit (Widagdo. P, 2010). Keadaan fisiologis darah ikan sangat bervariasi tergantung pada stadis hidup, kebiasaan hidup dan kondisi lingkungan (Yustina, 2005) Ikan seperti hewan pada umumnya, memiliki mekanisme pertahanan diri terhadap patogen. Sistem pertahanan tersebut terdiri dari sistem pertahanan konstitutif dan yang diinduksi (inducible). Sistem pertahanan konstitutif menjalankan perlindungan secara umum terhadap invasi floral normal, kolonisasi, infeksi dan penyakit infeksi yang disebabkan oleh patogen. Sistem pertahanan konstitutif dikenal pula sebagai sistem pertahanan innate (bawaan atau alami) (Irianto, 2005). Immunologi mempelajari tentang sel kompleks dan reaksi kimia yang terjadi inang hewan dalam merespon hubungan dengan agen asing (Agbede et al., 2005). Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui perbedaan kondisi imunitas dari ikan Mujair yang diambil di sungai Alo dan ikan Mujair DI Bendungan Karangkates. Dari hasil penelitian didapat bahwa jumlah leukosit pada ikan mujair di Sungai Aloo yang terkena dampak lumpur lapindo berkisar antara 108760 sel/ml3, Neutrofil berkisar antara 12%, Limfosit berkisar antara 47,8%, Monosit berkisar antara 4%, Makrofag berkisar antara 50,4x105 dan Aktivitas Fagositosis berkisar antara 32,4%, sedangkan pada ikan mujair di Bendungan Karangkates memiliki Jumlah Leukosit berkisar antara 148480 sel/ml3, Neutrofil berkisar 3 antara 17,4%, Limfosit berkisar antara 62,2%, Monosit berkisar antara 5,4%, Makrofag berkisar antara 82,4x105 dan Aktivitas Fagositosis berkisar antara 50,4%. Untuk menunjang data pada penelitian dilakukan pula pengukuran kualitas air yaitu dilakukan pengukuran DO, pH, Salinitas, Suhu, TSS, COD dan Phenol. Hasil dari penelitian didapatkan nilai DO sebesar 2,18mg/l, pH sebesar 8, Salinitas sebesar 5 ppt, Suhu sebesar 32%, TSS sebesar 672 mg/l, COD sebesar 58 mg/l dan Phenol sebesar 1,9 mg/l. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ikan mujair di Sungai Aloo memiliki imunitas yang lebih rendah dibandingkan dengan imunitas ikan mujair di Bendungan Karangkates. Hal ini disebabkan ikan mujair yang berada di Sungai Aloo dalam keadaan stress yang dikarenakan kondisi kualitas perairan yang kurang baik untuk kehidupan ikan mujair. Ikan yang stes akan merangsang peningkatan produksi corticosteroid, corticosteroid pada ikan adalah cortison yang nantinya akan mempengaruhi mekanisme sirkulasi leukosit sehingga menyebabkan hambatan terhadap ekresi leukosit. Cortison juga menghambat produksi interleukin yang menyebabkan penurunan terhadap produksi B-Lymposit untuk menghasilkan anti bodi. Sedangkan saran yang dapat diberikan adalah Seandainya sungai Aloo akan digunakan sebagai sumber air untuk pemasukan bagi tambak pemeliharaan tambak atau udang disekitar maka perlu dilakukan penanganan terlebih dahulu sebelum digunakan sebagai pemasok air ditambak seperti pengendapan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2011/137/051203386
Subjects: 300 Social sciences > 333 Economics of land and energy > 333.9 Other natural resources > 333.91 Water and lands adjoining bodies of water
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Manajemen Sumberdaya Perairan
Depositing User: Endang Susworini
Date Deposited: 07 Nov 2012 09:16
Last Modified: 21 Oct 2021 07:29
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132811
[thumbnail of laporan_skripsi.pdf]
Preview
Text
laporan_skripsi.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item