Analisis Perbandingan Profitabilitas antara Usaha Budidaya Polikultur Udang Windu (Panaeus monodon Fabrisius) dan Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal) dengan Usaha Budidaya Padi (Oryza sativa.L) di De

Wati, LinaAsmara (2011) Analisis Perbandingan Profitabilitas antara Usaha Budidaya Polikultur Udang Windu (Panaeus monodon Fabrisius) dan Ikan Bandeng (Chanos-chanos Forskal) dengan Usaha Budidaya Padi (Oryza sativa.L) di De. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perikanan dan pertanian merupakan sektor penting bagi Indonesia terutama bagi perkembangan ekonomi Indonesia. Perikanan dan pertanian termasuk sektor inti bagi kehidupan bangsa ini karena menyangkut berbagai sendi kehidupan manusia. Nyoman (2006) menyatakan bahwa, potensi tambak di Indonesia ±2 juta hektar. Berdasarkan data pada tahun 2006, budidaya udang maupun ikan bandeng baru mencapai 205.100 hektar (<10% dari potensi yang ada). Menurut Setiawan (2010), pertanian di Indonesia mempunyai makna yang penting karena kebutuhan dasar manusia terutama pangan dan sandang berasal dari bidang pertanian, Indonesia mempunyai kekayaan plasma nutfah terbesar kedua setelah Brasil, namun pemanfaatannya belum optimal. Sektor perikanan dan pertanian (khususnya budidaya padi) merupakan sektor yang sangat mempengaruhi pendapatan pemerintah dan mempengaruhi kesejahteraan masyarakat Indonesia. Sehingga perlu dilakukan suatu penelitian untuk melakukan analisis profitabilitas dari kedua sektor tersebut, yang mana pada akhirnya nanti bisa dijadikan suatu bahan pertimbangan oleh pemerintah untuk memaksimalkan peranan pemerintah dalam meningkatkan profitabilitas kedua sektor tersebut serta sebagai bahan perencanaan dalam melakukan pengembangan usaha pada masing-masing sektor. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan 22 November 2010 sampai dengan tanggal 21 Desember 2010 di Desa Sawohan Kecamatan Buduran Kabupaten Sidoarjo. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perbandingan profitabilitas, feasibility study dan faktor pendukung dan penghambat pada usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng serta usaha budidaya padi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitalif dan kualitatif. Populasi yang digunakan adalah pelaku usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng dan pelaku usaha budidaya padi. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah Simple Random. Analisis data yang digunakan adalah analisis profitabilitas, identifikasi feasibility study dan analisis faktor pendukung dan penghambat kedua usaha. Perbandingan profitabilitas antara usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng dengan usaha budidaya padi dapat dilihat dari masing-masing nilai rentabilitas. Nilai rentabilitas dari usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng adalah 621% dan nilai rentabilitas dari usaha budidaya padi adalah 142%. Artinya modal sebesar Rp 100 mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp 621 apabila digunakan pada usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng, apabila modal Rp 100 tersebut digunakan pada usaha budidaya padi maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 142. Apabila kedua usaha tersebut dianalisis dari perbandingan penggunaan biaya (TC) dengan penerimaan yang diperoleh (TR), untuk usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng nilai R/C ratio adalah 9,40 dan untuk usaha budidaya padi nilai R/C ratio adalah 2,42. Artinya kedua usaha ini merupakan usaha yang layak untuk dijalankan karena memiliki nilai R/C ratio lebih dari 1. Nilai R/C ratio usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng lebih besar dari usaha budidaya padi, sehingga dapat dikatakan bahwa usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng memiliki tingkat kelayakan yang lebih tinggi. Berdasarkan nilai perhitungan analisis feasibility study / kelayakan usaha dapat dilihat bahwa nilai NPV kedua usaha tersebut lebih besar dari nol, maka kedua usaha tersebut dapat dikatakan menguntungkan. Untuk perbandingan antara benefit dan cost (net B/C) kedua usaha tersebut adalah lebih dari 1, maka kedua usaha tersebut dapat dikatakan menguntungkan. Nilai IRR kedua usaha tersebut adalah lebih dari suku bunga deposito BI (13%) sehingga kedua usaha tersebut layak untuk dijalankan. Jadi kedua usaha budidaya ini merupakan usaha yang layak untuk dijalankan dan memberikan keuntungan. PP pada usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng adalah 689 hari dan PP pada usaha budidaya padi adalah 697 hari. PP digunakan untuk mengetahui seberapa cepat investasi awal akan kembali. Faktor pendukung dalam usaha budidaya polikultur udang windu dan ikan bandeng ini adalah adanya permintaan produk yang cukup baik, adanya saluran pemasaran yang lancar dan adanya karyawan yang berpengalaman. Sedangkan faktor penghambat dalam usaha ini adalah adanya penyakit yang sering muncul pada udang, adanya burung liar yang sering memangsa nener dan kondisi perekonomian yang tidak menentu. Faktor pendukung dalam usaha budidaya padi ini adalah beras memiliki posisi strategis dalam ekonomi pangan nasional, adanya saluran pemasaran yang lancar, adanya manajemen yang baik dari pihak desa terhadap usaha pertanian, sedangkan faktor penghambat dalam usaha budidaya padi adalah tingginya biaya produksi yang tidak seimbang dengan rendahnya penerimaan hasil produksi, kurangnya dukungan teknologi dan informasi produksi maupun input produksi, penetapan bea impor beras yang rendah mengakibatkan jatuhnya harga beras dalam negeri. Saran yang dapat diberikan pada penelitian ini adalah sektor perikanan dan pertanian hendaknya lebih memperhatikan kualitas teknis dari kedua usaha, pemerintah hendaknya membuat kebijakan yang mampu meningkatkan kesejahteraan pembudidaya dalam negeri, pihak lain hendaknya mencari informasi dan pembanding sehingga pengembangan ilmu dapat bermanfaat dan sebagai sumbangan pemikiran bagi pihak yang memerlukan. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut terkait dengan strategi apa yang perlu dilakukan untuk meningkatkan profitabilitas pada kedua usaha tersebut dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2011/10/051102430
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 17 Jun 2011 10:22
Last Modified: 21 Oct 2021 07:14
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132772
[thumbnail of 051102430.pdf]
Preview
Text
051102430.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item