Karakteristik Bakteri Proteolitik yang di Isolasi dari Ikan Selar Kuning (Caranx leptolepis) Asin

NullyPrabowo (2010) Karakteristik Bakteri Proteolitik yang di Isolasi dari Ikan Selar Kuning (Caranx leptolepis) Asin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Ikan asin adalah ikan yang telah mengalami proses pengeringan dan penggaraman. Salah satu produk hasil olahan menjadi ikan asin yaitu ikan selar kuning (Caranx leptolepis). Bakteri proteolitik pada ikan asin mempunyai potensi bioteknologi yang tinggi untuk diteliti karena bakteri yang dapat tumbuh pada ikan asin adalah bakteri yang ekstremofilik atau dapat hidup pada lingkungan yang ekstrem. Bakteri-bakteri pada ikan asin tersebut mampu bertahan hidup dalam lingkungan dengan kadar garam tinggi, suhu tinggi, dan aw rendah karena pembuatan ikan asin melalui proses penggaraman dan pengeringan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksploratif atau yang bersifat menjelajah. Metode pembuatan ikan asin yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode brine salt. Prinsip pengawetan dalam pembuatan ikan asin merupakan kombinasi penambahan garam dan pengeringan. Analisa proksimat yang dilakukan antara lain kadar air, kadar garam, kadar protein, kadar abu, dan kadar lemak. Karakterisasi dilakukan dengan penentuan suhu, pH dan aw sehingga setelah melewati penentuan berdasarkan 3 hal tersebut dapat diketahui berapa isolat bakteri yang bisa tumbuh. Isolat bakteri yang diperoleh dilakukan identifikasi yang meliputi : pengamatan morfologi koloni, pengamatan morfologi bakteri, pengujian sifat biokimia bakteri, pengujian motilitas dan penghitungan kepadatan isolat bakteri. Dari hasil penelitian diperoleh kandungan kimia ikan selar kuning asin pada hari ke-5 yaitu kadar air 19.57%, abu 34.66%, lemak 4.54%, protein 9.57% dan garam 12.83%. Hasil uji karakteristik isolat berdasarkan suhu pada hari ke-5 yang terbaik pada suhu 600C diduga jumlah isolat N1 yang tumbuh dibandingkan dengan tingkat kekeruhan Mc Farland yaitu sebesar MF 2 (6.108 sel/ml) dan jumlah isolat yang tumbuh pada media padat sekitar 5 koloni. Hasil uji karakteristik berdasarkan pH yang terbaik pada pH4 diduga jumlah isolat N1 yang tumbuh dibandingkan dengan tingkat kekeruhan Mc Farland yaitu sebesar MF 3 (9.108 sel/ml) dan jumlah isolat yang tumbuh pada media padat sekitar 6 koloni. Hasil uji karakteristik berdasarkan aw yang terbaik pada aw 0.753 diduga jumlah isolat N1 yang tumbuh dibandingkan dengan tingkat kekeruhan Mc Farland yaitu sebesar MF 4 (12. 108 sel/ml) dan jumlah isolat yang tumbuh pada media padat sekitar 7 koloni. Isolat N1 pada suhu 600C, pH 4 dan aw 0.753 ditumbuhkan dalam medium padat untuk melihat morfologi koloni. Isolat yang terpilih berbentuk bulat, tepi tidak rata, elevasi cembung, berwarna putih dan merupakan gram positif Bakteri dari ikan selar kuning asin yang dikeringkan pada hari ke-5 yang mampu tumbuh pada suhu 600C, pH 4 dan aw 0,753 dengan morfologi koloni berbentuk bulat, tepi tidak rata, elevasi cembung, berwarna putih dan merupakan gram positif diduga mendekati ke arah bakteri Bacillus firmus.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2010/80/051100128
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 28 Jan 2011 09:04
Last Modified: 21 Oct 2021 06:17
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132752
[thumbnail of 051100128.pdf]
Preview
Text
051100128.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item