Pola Sosialisasi dan Keputusan Orang Tua (Nelayan) Dalam Memberikan Kesempatan Pendidikan Bagi Anak Di Desa Kalirejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan

IntanTriRahmawati (2010) Pola Sosialisasi dan Keputusan Orang Tua (Nelayan) Dalam Memberikan Kesempatan Pendidikan Bagi Anak Di Desa Kalirejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Pendidikan mendapatkan perhatian yang besar dari pemerintahan, pemerintah dalam hal ini Kementrian Pendidikan Nasional mengadakan progam wajib belajar 9 tahun bagi semua masyarakat. Salah satu usaha pemerintah untuk bisa mewujudkan progam tersebut adalah dengan cara menggratiskan biaya sekolah tingkat SD dan SMP sehingga kesempatan untuk mendapatkan pendidikan bagi seorang anak sangat luas, dalam hal ini para orang tua diringankan bebannya sehingga tidak akan ditemui alasan ekonomi yang kurang mampu bagi orang tua. Namun masih saja ada orang tua yang tidak melanjutkan sekolah anak sampai ke tingkat SMP meskipun sudah digratiskan oleh pemerintah, dengan alasan tetap saja tidak bisa menunjang kebutuhan sekolah anak. Penelitian ini dilaksanakan Di Desa Kalirejo Kecamatan Kraton Kabupaten Pasuruan. Waktu pelaksanaan pada bulan Mei-Juni 2010. Hasilnya diharapkan dapat berguna bagi masyarakat nelayan, tentang pentingya pendidikan bagi seorang anak khususnya pendidikan formal demi masa depan anak nanti. Bagi pemerintah daerah Sebagai bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak Pemerintah untuk mengambil kebijakan guna meningkatkan pendidikan, kelayakan dan kesejahteraan anak-anak, khususnya anak-anak nelayan. Dan bagi peneliti Sebagai wawasan, pengetahuan dan informasi tentang kehidupan masyarakat pesisir baik adat, kebiasaan dan tingkah laku mereka dalam berinteraksi mengenai pola sosialisasi dan keputusan orang tua (nelayan) dalam memberikan kesempatan pendidikan bagi anak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pola sosialisasi orang tua (nelayan) terhadap pendidikan anak, faktor-faktor yang mempengaruhi pola sosialisasi orang tua terhadap pendidikan anak, keputusan dan faktor-faktor yang melatarbelakangi orang tua dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada anak di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Jenis dari penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratifiet sampling yakni sampel dipilih apabila populasi terdiri dari susunan kelompok-kelompok yang bertingkat-tingkat. Jenis data yang diambil berupa data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara survei, observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini analisis data yang digunakan adalah analisis data secara deskriptif kualitatif. Pola sosialisasi orang tua terhadap pendidikan anak laki-laki cenderung menggunakan pola demokratis dan pola permisif. Sebesar 54% orang tua menggunakan pola sosialisasi demokratis dan 46% orang tua menggunakan pola sosialisasi permisif. Berbeda dengan pola sosialisasi orang tua terhadap pendidikan anak perempuan yaitu sebesar 26% orang tua menggunakan pola otoriter, 30% orang tua menggunakan pola demokratis dan 44% orang tua menggunakan pola permisif. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola sosialisasi orang tua terhadap pendidikan anak laki-laki yaitu : 1) faktor yang mempengaruhi 38 (54%) orang tua menggunakan pola sosialisasi demokratis adalah pola pikir orang tua yang menganggap bahwa pendidikan untuk anak laki-laki itu penting sebagai pencari nafkah nantinya, diantaranya: 29 responden (orang tua) yang kondisi ekonominya pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari tetapi orang tua tetap berusaha untuk menyekolahkan anak dan 9 responden (orang tua) yang keadaan ekonominya mampu maka akan mendukung pendidikan anak, 2) faktor yang mempengaruhi 32 (46%) orang tua menggunakan pola sosialisasi permisif yaitu latar belakang pendidikan responden yang tergolong rendah dan kondisi ekonomi yang rendah atau pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sehingga untuk kebutuhan sekolah anak kurang tercukupi. Faktor-faktor yang mempengaruhi pola sosialisasi orang tua terhadap pendidikan anak perempuan yaitu : 1) faktor yang mempengaruhi 18 (26%) orang tua menggunakan pola sosialisasi otoriter antara lain pola pikir orang tua yang masih cenderung beranggapan bahwa anak perempuan tidak perlu bersekolah terlalu tinggi dan faktor lingkungan masyarakat, 2) faktor yang mempengaruhi 21 (30%) orang tua menggunakan pola sosialisasi demokratis yaitu pola pikir orang tua sudah berfikir maju untuk anak perempuan terhadap pendidikan sehingga memberikan kesempatan pendidikan, diantaranya: 13 responden (orang tua) yang kondisi ekonominya pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari tetapi orang tua tetap berusaha untuk menyekolahkan anak dan 8 responden (orang tua) yang keadaan ekonominya yang mampu maka akan mendukung pendidikan anak, 3) faktor yang mempengaruhi 31 (44%) orang tua menggunakan pola sosialisasi permisif untuk anak perempuan terhadap pendidikan yakni latar belakang pendidikan responden yang tergolong rendah dan kondisi ekonomi yang rendah atau pas-pasan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, sehingga untuk memenuhi kebutuhan sekolah anak kurang tercukupi. Pengambilan keputusan orang tua dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada anaknya yang SD untuk melanjutkan ke SMP untuk anak lakilaki sebesar 70% dan untuk anak perempuan sebesar 40%. Kepada anaknya yang SMP untuk melanjutkan ke SMA untuk anak laki-laki sebesar 68% dan untuk anak perempuan sebesar 36%. Kepada anaknya baik anak laki-laki dan anak perempuan yang SMA untuk melanjutkan ke PT tidak ada. Faktor-faktor yang melatarbelakangi orang tua memberikan kesempatan pendidikan baik ke SMP ataupun SMA untuk anak laki-laki maupun perempuan, diantaranya : 1) orang tua mempunyai anggapan bahwa pendidikan penting untuk anak laki-laki yang nantinya sebagai pencari nafkah, 2) bagi anak perempuan, pola pikir orang tuanya sudah berfikir maju yang menanggap bahwa pendidikan juga penting untuk anak perempuan, 3) ingin anaknya mudah mendapatkan pekerjaan dengan diberikannya pendidikan, 4) motivasi dari anak sendiri yang berkeinginnan untuk melanjutkan sekolah, 5) 42 responden (orang tua) dengan keadaan ekonomi yang tidak tetap atau pas-pasan tetapi tetap berusaha untuk menyekolahkan anak, 6) 17 responden (orang tua) yang keadaan ekonominya mampu maka akan mendukung pendidikan anak.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2010/70/051003859
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 14 Jan 2011 10:07
Last Modified: 21 Oct 2021 06:16
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132746
[thumbnail of 051003859.pdf]
Preview
Text
051003859.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item