Dampak Kebijakan Relokasi Perdagangan Ikan Hias di Jalan Gunungsari dan Jalan Patua ke Pasar Ikan Hias Gunungsari Surabaya

Anugeraha, DirjaOcki (2011) Dampak Kebijakan Relokasi Perdagangan Ikan Hias di Jalan Gunungsari dan Jalan Patua ke Pasar Ikan Hias Gunungsari Surabaya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Propinsi Jawa Timur memiliki potensi sumber daya alam sangat bervariasi antara lain adalah ikan hias baik ikan hias air tawar maupun ikan hias air laut. Tetapi potensi ini belum digarap dengan maksimal sehingga kegiatan perdagangan ikan hias berpusat di kota-kota besar yaitu Kota Surabaya. Perkembangan Kota Surabaya yang pesat dengan pembangunan berbagai pusat perkantoran, industri maupun pemukiman menyebabkan banyaknya lahan kosong yang telah beralih fungsi. Hal ini ternyata mengilhami para pengusaha khususnya pedagang kaki lima untuk membuka usaha menjual ikan hias. Di Kota Surabaya sendiri terdapat tiga titik daerah yang menjual berbagai macam ikan hias baik air tawar maupun air laut. Pedagang ikan hias tersebut terletak di Jalan Patua, Jalan Gunungsari, dan yang paling populer adalah Jalan Irian Barat (IRBA). Perkembangan pembangunan di Kota Surabaya yang pesat telah diikuti juga dengan terjadinya beberapa perubahan peruntukan perumahan ke peruntukan perdagangan dan jasa sehingga menyebabkan timbulnya banjir dan kemacetan. Adapun faktor – faktor yang mengakibatkan terjadinya perubahan peruntukan, bagaimana pelanggaran terhadap kebijakan Pemerintah serta bagaimana pengendalian pemanfaatan ruang yang dilakukan oleh masyarakat, swasta ataupun Pemerintah. Adapun Dinas Perikanan dan Kelautan serta Pemkot Surabaya bakal membebaskan Jalan Irian Barat, Jalan Patua, dan Jalan Gunungsari dari pedagang ikan hias pada tahun 2010 dengan adanya kebijakan relokasi perdagangan ikan hias yang ada di Surabaya ke Pasar Ikan Hias Gunungsari agar jalan tersebut kembali lagi pada fungsinya. Kebijakan ini berdasarkan UU 24 tahun 1992 Tentang Penataan Ruang dan Peraturan Daerah (PERDA) Kota Surabaya nomor 3 tahun 2007 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Surabaya. Salah satu tujuan dengan adanya kebijakan Pemerintah Kota Surabaya tentang tata ruang wilayah Kota Surabaya yaitu terciptanya tata ruang kota yang rapi dan tercapainya pemanfaatan ruang yang berkualitas. Tetapi disisi lain, dengan adanya kebijakan tersebut maka akan timbul sebuah perubahan nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan. Bisa juga timbul suatu konflik dan dampak baik positif maupun negatif yang terjadi khususnya bagi pedagang dan pembeli (konsumen). Perubahan tersebut bisa saja terjadi dalam bentuk kondisi fisik bangunan yang tidak sesuai dengan harapan, sistem pasar, pendapatan, hubungan sosial, dan rasa aman, serta perubahan terhadap lingkungan yang diakibatkan adanya pembangunan Pasar Ikan Hias Gunungsari ini Tujuan penelitian ini adalah untuk: 1) Mengetahui kondisi Pasar Ikan Hias Gunungsari secara fisik dan non fisik (sarana dan prasarana, aksesibilitas, daya tarik pasar, sistem pasar, serta lingkungan). 2) Menganalisis dampak positif dan negatif vi terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pedagang setelah direlokasi ke Pasar Ikan Hias Gunungsari. 3) Mengetahui respon dan harapan pedagang, pembeli (konsumen), serta masyarakat dengan adanya pembangunan Pasar Ikan Hias Gunungsari. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik wawancara ( interview ) mendalam dengan informan untuk mendapatkan informasi yang mendalam, dan observasi (pengamatan) langsung di lapang. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan sekunder, pengambilan sampel untuk pedagang dengan cara Purposive Sampling yaitu dilakukan dengan mengambil orang-orang yang benar-benar terpilih menurut ciri-ciri spesifik yang dimiliki sampel. Sedangkan penentuan sampel pembeli (konsumen) yaitu menggunakan teknik pengambilan Insidental Sampling . Dari hasil penelitian diperoleh bahwa kondisi fisik (sarana dan prasarana) yang terdapat di Pasar Ikan Hias Gunungsari ini sudah cukup baik antara lain kondisi kios, jalan, aksesibilitas transportasi, penyediaan air bersih, jaringan listrik, kamar mandi, tempat parkir, warung makan, dan saluran pembuangan limbah sudah tersedia dengan baik. Kondisi non fisik adalah kondisi yang tidak berbentuk barang secara nyata tetapi bisa dirasakan antara lain: daya tarik Pasar Ikan Hias Gunungsari dan sistem pasar yang dijalankan di Pasar Ikan Hias Gunungsari. Dampak positif terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pedagang adalah perubahan yang menimbulkan keuntungan atau kebaikan yang dirasakan oleh para pedagang antara lain: jaminan sosial terjamin, lingkungan yang rapi dan bersih, dan tidak adanya pungutan liar. Dampak negatif terhadap kondisi sosial, ekonomi, dan budaya pedagang adalah perubahan yang menimbulkan kerugian atau keburukan yang dirasakan oleh para pedagang antara lain: pendapatan pedagang menurun, jumlah jam berdagang bertambah, dan tidak adanya tempat ibadah mushollah dan tempat peristirahatan. Respon dan harapan pedagang, konsumen, serta masyarakat sekitar dengan adanya pembangunan Pasar Ikan Hias Gunungsari Pembangunan Pasar Ikan Hias Gunungsari ini disambut respon yang baik bagi pedagang, konsumen, dan masyarakat sekitar Pasar Ikan Hias Gunungsari. Dengan adanya perubahan negatif yang dirasakan oleh pedagang, konsumen, dan masyarakat sekitar, adapun harapan yang diinginkan antara lain: pemerintah lebih peduli terhadap pedagang dengan cara memberikan pinjaman modal agar pedagang bisa mengembangkan usahanya, pemerintah lebih aktif dalam promosi Pasar Ikan Hias Gunungsari agar konsumen lebih mengenal keberadaan pasar ini, pemerintah lebih aktif berkomunikasi dengan pedagang agar para pedagang bisa menyampaikan keinginan dan harapan mereka, pedagang kurang puas terhadap kondisi kios yang disediakan oleh Pemerintah Kota karena kurang besar, mengadakan fasilitas mushollah dan tempat peristirahatan. Dari penelitian yang saya lakukan dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut: (1) Dengan adanya Kebijakan Relokasi Perdagangan Ikan Hias di Jalan Gunungsari dan Jalan Patua ke Pasar Ikan Hias Gunungsari pedagang ikan hias senang karena kondisi fisik (sarana dan prasarana) dan non fisik seperti daya tarik pasar, sistem vii pasar, penyediaan sumber air, jaringan listrik, aksesibilitas transportasi, tempat parkir, kamar mandi, serta tempat penjual makanan dan minuman yang ada Pasar Ikan Hias Gunungsari tersedia dengan baik dan terlihat bagus serta mewah. (2) a. Dengan adanya Kebijakan Relokasi Perdagangan Ikan Hias di Jalan Gunungsari dan Jalan Patua ke Pasar Ikan Hias Gunungsari menimbulkan dampak yang positif bagi pedagang, konsumen, dan masyarakat sekitar antara lain sebagai berikut: Jaminan usaha (lokasi, status, rasa aman dan nyaman), Lingkungan yang rapi dan bersih, Tidak adanya pungutan liar, Membuka lapangan pekerjaan baru, Bertambahnya tempat rekreasi warga Surabaya, Timbul rasa nyaman saat berkunjung

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2010/127/051102012
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Sosial Ekonomi Agrobisnis Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 02 May 2011 14:23
Last Modified: 21 Oct 2021 05:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132684
[thumbnail of 051102012.pdf]
Preview
Text
051102012.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item