Daya Antibakteri Ekstrak Sargassum cristaefolium Dengan Berbagai Pelarut Terhadap Escherechia coli dan Vibrio parahaemolyticus

Rohman, Wakhidatur (2011) Daya Antibakteri Ekstrak Sargassum cristaefolium Dengan Berbagai Pelarut Terhadap Escherechia coli dan Vibrio parahaemolyticus. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Algae coklat adalah salah satu biota laut yang menghasilkan senyawa bioaktif. Senyawa bioaktif yang dihasilkan oleh algae coklat telah banyak diketahui manfaatnya antara lain adalah sebagai antibakteri, antitumor, antivirus, antioksidan dan menghambat aktivitas enzim. Sargassum cristaefolium merupakan salah satu spesies algae coklat yang menghasilkan senyawa bioaktif bersifat antibakteri. Untuk mendapatkan zat antibakteri diperlukan metode ekstraksi yang tepat. Metode ekstraksi yang tepat memerlukan adanya pelarut yang sesuai tingkat kepolarannya sehingga diperoleh senyawa bioaktif sesuai dengan kualitas dan kuantitas yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pelarut yang paling baik digunakan untuk mengekstrak komponen antibakteri pada algae coklat Sargassum cristaefolium . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakutas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Pengujian Mutu dan Keamanan Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya Malang, Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang serta Laboratorium Kimia Fakultas MIPA Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada bulan April sampai Juli 2010. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen yang dilanjutkan dengan identifikasi komponen antibakteri dengan metode GC-MS. Metode eksperimen menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan 3 kali ulangan. Rumput laut diekstrak dengan 3 macam pelarut yakni metanol (polar), aceton (semi polar), dam heksan (non polar) lalu dipekatkan dengan vacuum rotary evaporator . Ekstrak masing-masing pelarut diujikan secara duplo terhadap bakteri uji Escherichia coli dan Vibrio parahaemolyticus kepadatan 0,1 CFU/ml. Parameter uji yang digunakan adalah parameter kuantitatif, yaitu berdasarkan data yang diperoleh dari hasil pengukuran diameter zona bening yang tidak ditumbuhi oleh bakteri. Sebagai pembanding (kontrol) dilakukan pengukuran zona hambat dari masing-masing pelarut untuk mengetahui apakah zona bening yang dihasilkan berasal dari daya antibakteri ekstrak itu sendiri atau berasal dari pelarutnya yang notabene sudah memiliki daya antibakteri. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap respon parameter yang diukur dilakukan analisis keragaman (ANOVA) dengan uji F pada taraf 5% dan 1% dan jika terdapat hasil yang berbeda nyata maka dilakukan uji BNJ pada taraf 5 % untuk mengetahui perlakuan terbaik, dalam hal ini jenis pelarut yang digunakan. Identifikasi lanjutan dilakukan dengan menggunakan uji Kromatografi Gas dan Spektrometri Massa (GCMS) terhadap ekstrak algae coklat yang memiliki daya antibakteri terbaik untuk mengidentifikasi komponen antibakteri yang terkandung di dalamnya berdasarkan kesamaan peak hasil GC-MS dengan peak standar pada luas dan retensi waktu tertentu. Hasil penelitian menunjukkan dari ketiga pelarut yakni metanol, aceton, dan heksan, heksan merupakan pelarut yang paling baik digunakan untuk ekstraksi senyawa antibakteri Sargassum cristaefolium. Ekstrak Sargassum cristaefolium dengan pelarut heksan lebih efektif untuk menghambat bakteri Escherichia coli daripada bakteri Vibrio parahaemolyticus. Rata-rata diameter zona bening ekstrak heksan terhadap bakteri Escherichia coli adalah 8,18 mm sedangkan rata-rata diameter zona bening terhadap bakteri Vibrio parahaemolyticus adalah 7,73 mm. Berdasarkan kromatogram yang dapat terbaca melalui uji GC-MS, diketahui bahwa ekstrak Sargassum cristaefolium yang dimaserasi dengan heksan mengandung 29 jenis senyawa bioaktif dengan 18 senyawa dianggap dominan. Senyawa-senyawa tersebut antara lain: AMILY: Arial; FONT-SIZE: s

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2010/116/051101671
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 10 May 2011 10:40
Last Modified: 21 Oct 2021 05:37
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132674
[thumbnail of 051101671.pdf]
Preview
Text
051101671.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item