Identifikasi Fukosantin Dari Alga Coklat (Sargassum filipendula) Mengunakan Kromatografi Kolom Dengan Pengujian Spektroskopi FTIR

NurFahimaTudinW (2010) Identifikasi Fukosantin Dari Alga Coklat (Sargassum filipendula) Mengunakan Kromatografi Kolom Dengan Pengujian Spektroskopi FTIR. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Fukosantin adalah bagian dari karotenoid yang memiliki rumus C42H58O6. Fukosantin berwarna oranye, termasuk kelompok xantofil dari karotenoid. Pigmen ini banyak ditemukan pada beberapa spesies alga coklat. Fukosantin mampu mengabsorbsi energi warna hijau-biru dan melewatkannya ke klorofil untuk proses fotosintesis, aktivitas tersebut ditunjukkan dengan sifat absorbsi pada panjang gelombang 400-540 nm (Nurdiana dan Limantara 2008). Fukosantin memiliki stuktur kimia yang unik karena memiliki sebuah ikatan alena dan 5,6 monoekposida didalam molekulnya. Dipandang dari segi kimianya, fukosantin tersusun atas 7 ikatan rangkap terkonjugasi. Keberadaan sistem ikatan rangkap terkonjugasi menyebabkan pigmen mudah dirusak oleh degradasi oksidatif seperti zat kimia, enzim, suhu, oksigen, dan cahaya (Gross,1991). Analisa gugus fungsi ini diukur dengan menggunakan spektrofotometer FTIR. Spektrofotometri FTIR (Fourier Transform Infrared) merupakan spektrofotometer inframerah yang dilengkapi dengan transformasi Fourier untuk deteksi dan analisis hasil spektrumnya (Anam, et al., 2007). Spektrofotometer infra merah digunakan untuk menguji gugus fungsional dari suatu senyawa (Sastrohamidjojo, 1991). Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kimia Dasar Fakultas MIPA Universitas Muhammadiyah Malang, Laboratorium Kimia Organik Fakultas MIPA Universitas Brawijaya Malang, dan Laboratorium Kimia Farmasi Universitas Airlangga Surabaya, pada bulan Juni - Agustus 2010. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksploratif. Metode eksploratif bertujuan untuk memperoleh pengetahuan tentang suatu gejala, sehingga setelah melalui tahap observasi, masalah serta hipotesisnya dapat dirumuskan. Dalam penelitian eksploratif pengetahuan tentang gejala yang hendak diteliti masih sangat terbatas dan merupakan langkah pertama bagi penelitian yang lebih mendalam (Singarimbun dan Effendi, 1989). Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan Kromatografi Lapis Tipis diperoleh Rf 0,28. Identifikasi menggunakan spektroskopi UV-Vis didapatkan panjang gelombang ג) ) untuk pelarut aseton yaitu 447 nm dan untuk pelarut etanol yaitu 451 nm. Hasil identifikasi fukosantin menggunakan Spektrofotometer FTIR didapatkan beberapa gugus fungsi yaitu gugus hidroksil, ikatan alenik, gugus karbonil (ester), ikatan rangkap terkonjugasi (C=C) dan CH. Disarankan perlu diadakan penelitian lebih lanjut mengenai identifikasi pigmen fukosantin dengan menggunakan FTIR dan diharapkan agar lebih berhati-hati dalam proses penanganan sampel sebelum dilakukan proses identifikasi supaya tidak timbul suatu pengotor yang akan mempengaruhi hasil analisa FTIR.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2010/110/051100352
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 22 Feb 2011 10:24
Last Modified: 21 Oct 2021 04:57
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132668
[thumbnail of 051100352.pdf]
Preview
Text
051100352.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item