Pengaruh Pemberian Kitin dari Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) secara Oral dan Parenteral dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Kadar Lipid Darah Tikus Wistar (Rattus novergicus) Hiperlipidem

UmarAlFaruq, 410830079 (2009) Pengaruh Pemberian Kitin dari Cangkang Rajungan (Portunus pelagicus) secara Oral dan Parenteral dengan Konsentrasi yang Berbeda terhadap Kadar Lipid Darah Tikus Wistar (Rattus novergicus) Hiperlipidem. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kadar kolesterol darah yang tinggi beresiko munculnya penyakit jantung koroner. Salah satu cara untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit jantung adalah dengan mengubah pola hidup sehari-hari, seperti berolah raga yang teratur dan mengubah pola makan, yaitu dengan banyak mengkonsumsi makanan yang rendah lemak dan tinggi serat. Sifat yang paling menonjol dari serat pangan yang bersifat larut adalah kemampuannya untuk menurunkan kolesterol darah, sehingga dapat mencegah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi (hipertensi). kitin adalah senyawa polimer alam yang diisolasi dari limbah perikanan, seperti kulit udang dan cangkang kepiting dengan kandungan kitin antara 65-70 persen. Kitin sebagai polimer alami mempunyai sifat menghambat absorpsi lemak sifat ini sangat potensial untuk dijadikan obat penurun kolesterol, pelangsing tubuh atau pencegahan penyakit lainnya. Kitin juga bersifat tidak dicernakan dan tidak diabsorpsi tubuh, sehingga lemak dan kolesterol makanan terikat menjadi bentuk non - absorpsi yang tak berkalori. Tidak seperti serat alam lain, kitin mempunyai sifat unik karena memberikan daya pengikatan lemak yang sangat tinggi. Pada kondisi normal kitin mampu menyerap 4 - 5 kali lemak dibandingkan serat lain. Kitin rajungan mengandung serat makanan yang cukup tinggi (±69,33%), yang diduga bahwa serat makanan pada kitin rajungan mampu menurunkan kadar lipid darah tikus wistar ( Rattus novergicus ). Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) dan Laboratorium Pangan dan Gizi, Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Mei-Agustus 2008. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan (n=3). Faktor perlakuan terdiri dari faktor metode pemberian kitin pada tikus wistar (A) yang terdiri dari metode oral (A 1) dan parenteral (A2) dan faktor konsentrasi pemberian kitin (B) yang terdiri dari konsentrasi 0% (B0), konsentrasi 2,5% (B1), konsentrasi 5% (B2) dan konsentrasi 7,5% (B3) yang merupakan % w/w dalam proses pembuatan ransum. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 3, 6, 12, 15, dan 18, dimana hari digunakan sebagai kelompok pengamatan. Penelitian ini di rancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA ( Analysis of Variance ) dan dianalisis lebih lanjut dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur), dan uji T-Dunnet. Parameter uji meliputi analisa kadar proksimat (kadar air, protein, lemak, abu dan karbohidrat by difference) , ransum standar dengan CMC 5%, ransum kolesterol dan ransum perlakuan, kadar serat makanan secara enzimatis, jumlah ransum yang dikonsumsi, berat badan tikus, berat feses tikus, analisis kadar trigliserida, kadar kolesterol dalam darah, kadar HDL, kadar LDL dan kadar kolesterol pada feses. Penurunan kadar kolesterol darah pada tikus berbeda nyata dari hari ke-0 hingga hari ke18. Penurunan kadar kolesterol darah pada tikus juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara konsentrasi 2,5%, 5% dan 7,5% dimana nilai kadar kolesterol darah tikus terendah diperoleh pada konsentrasi 7,5% sedangkan untuk metode pemberian paling baik diperoleh pada metode pemberian secara parenteral (cekok). Pada penurunan kadar kolesterol untuk konsentrasi 7,5% parenteral yaitu 112.59 mg/dl sedangkan untuk penurunan kadar trigliserida darah tikus nilai kadar trigliserida darah tikus perlakuan terendah diperoleh pada konsentrasi 7,5% yaitu 62.91 mg/dl dan metode pemberian paling baik diperoleh pada metode pemberian secara parenteral (cekok). Untuk peningkatan kadar HDL darah tikus, nilai tertinggi terdapat pada konsentrasi 7,5% yaitu 88.76 mg/dl dengan metode pemberian secara parenteral (cekok). Untuk penurunan kadar LDL darah tikus nilai kadar LDL darah tikus perlakuan terendah diperoleh pada konsentrasi 7,5% yaitu 11.23 mg/dl dan metode pemberian paling baik diperoleh pada metode pemberian secara parenteral (cekok). Perbedaan metode pemberian dan konsentrasi kitin rajungan sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya angka penurunan kadar lipid darah, dimana perlakuan dengan metode pemberian secara parenteral menunjukkan angka penurunan kadar lipid darah (kolesterol dan trigliserida) yang tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi juga menyebabkan semakin tinggi penurunan kadar lipid serum darah. Turunnya kadar lipid ini disebabkan oleh pengaruh serat makanan dari kitin rajungan yang mampu menghambat penyerapan lipid dalam pencernaan dan akan mengikatnya serta langsung membuangnya bersama dengan feses. Kandungan serat pada ransum sangat berpengaruh terhadap penurunan kadar lipid serum darah tikus wistar, dimana semakin tinggi kandungan serat yang diberikan, maka semakin besar penurunan kadar lipid serum darah tikus wistar .

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/9/050901092
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 27 Apr 2009 11:37
Last Modified: 21 Oct 2021 04:47
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132647
[thumbnail of 050901092.pdf]
Preview
Text
050901092.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item