Dampak fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap perilaku ekonomi rumah tangga nelayan payang di Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Jawa Timur

JayantiAkbar (2009) Dampak fluktuasi harga bahan bakar minyak (BBM) terhadap perilaku ekonomi rumah tangga nelayan payang di Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Krisis moneter yang menyebabkan kemerosotan nilai tukar rupiah dan berakibat pada pengurangan subsidi BBM oleh pemerintah sehingga harga BBM menjadi naik telah menimbulkan berbagai dampak pada rumah tangga nelayan. Kenaikan harga BBM tersebut diiringi dengan naiknya harga barang dan jasa. Nelayan yang diidentikkan dengan kemiskinan menerima dampak langsung dari kebijakan kenaikan harga BBM tersebut. Setelah beberapa waktu harga minyak dunia merosot turun dan pemerintah Indonesia pun menurunkan harga BBM. Namun, penurunan BBM ini tidak diikuti dengan penurunan harga barang dan jasa lainnya. Perilaku ekonomi rumah tangga nelayan yang di dalam nya terdapat 4 (empat) komponen peubah yaitu produksi, curahan kerja melaut, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. BBM merupakan bagian yang sangat penting dalam kelangsungan produksi melaut nelayan. Dengan mempengaruhi jumlah produksi melaut, berarti juga mempengaruhi pendapatan yang diperoleh dan juga pengeluaran. Dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun terakhir, sudah terjadi beberapa pergantian harga BBM. Dalam hal ini BBM yang banyak digunakan nelayan yaitu solar dan minyak tanah. Pada awal tahun 2008, solar pada harga Rp 4300, kemudian pertengahan Mei 2008 Solar mengalami kenaikan menjadi Rp 5500, lalu pada pertengahan Desember sampai sekarang harga solar turun sampai harga Rp 4500. Sedangkan minyak tanah pada awal tahun 2008 seharga Rp 2500, kemudian pada pertengahan Mei juga mengalami kenaikan menjadi Rp 4500 dan pada pertengahan Desember mengalami penurunan menjadi Rp 4000. Dari uraian diatas, masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: (1) Bagaimana produksi melaut nelayan Juragan payang sebelum kenaikan, saat naik dan setelah penurunan harga BBM? (2) Apakah dengan adanya fluktuasi harga BBM, curahan kerja melaut nelayan payang juga mengalami fluktuasi? (3) Bagaimana pendapatan rumah tangga nelayan payang sebelum dan saat kenaikan, serta setelah penurunan harga BBM? (4) Bagaimana pengeluaran pangan dan non pangan rumah tangga nelayan saat terjadi fluktuasi harga BBM? Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis: (1) Dampak yang terjadi pada jumlah produksi melaut nelayan juragan payang sebelum kenaikan, saat naik dan setelah penurunan harga BBM. (2) Curahan kerja melaut yang dikeluarkan nelayan payang saat terjadi fluktuasi harga BBM. (3) Pendapatan rumah tangga nelayan payang sebelum, saat kenaikan dan setelah penurunan harga BBM. (4) Pengeluaran yang terjadi pada rumah tangga nelayan payang, baik pengeluaran pangan dan non pangan saat terjadi fluktuasi harga BBM. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo pada bulan Februari-Maret 2009. Dalam penelitian ini yang dijadikan obyek adalah nelayan juragan dan pandega payang. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif meliputi analisis: (1) Produksi Melaut, (2) Curahan Kerja Melaut, (3) Biaya Operasional Melaut, (4) Penerimaan Melaut, (5) Pendapatan Melaut, (6) Pendapatan Rumah Tangga Total, (7) Pengeluaran Rumah Tangga dan (8) Saving Rumah Tangga. Sedangkan analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan ekonomi rumah tangga nelayan yang terdiri dari produksi melaut, curahan kerja melaut, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga nelayan payang. Rata-rata Produksi melaut (PM) nelayan juragan payang sebelum terjadi kenaikan harga BBM (harga A) adalah sebesar 4.075,3 kg/bln, saat terjadi kenaikan harga BBM (harga B) menurun menjadi 3.548,6 kg/bln dan mengalami peningkatan kembali setelah penurunan harga BBM (harga C) yaitu menjadi 3.853,57 kg/bln. Produksi melaut mengalami penurunan saat terjadi kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM tersebut berdampak pada berkurangnya trip melaut sehingga produksi melaut ikut mengalami penurunan. Setelah terjadi penurunan kembali harga BBM, produksi melaut meningkat, namun rata-rata jumlahnya masih dibawah rata-rata produksi melaut sebelum terjadi kenaikan harga BBM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Analisis deskriptif kuantitatif meliputi analisis: (1) Produksi Melaut, (2) Curahan Kerja Melaut, (3) Biaya Operasional Melaut, (4) Penerimaan Melaut, (5) Pendapatan Melaut, (6) Pendapatan Rumah Tangga Total, (7) Pengeluaran Rumah Tangga dan (8) Saving Rumah Tangga. Sedangkan analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan ekonomi rumah tangga nelayan yang terdiri dari produksi melaut, curahan kerja melaut, pendapatan dan pengeluaran rumah tangga nelayan payang. Rata-rata Produksi melaut (PM) nelayan juragan payang sebelum terjadi kenaikan harga BBM (harga A) adalah sebesar 4.075,3 kg/bln, saat terjadi kenaikan harga BBM (harga B) menurun menjadi 3.548,6 kg/bln dan mengalami peningkatan kembali setelah penurunan harga BBM (harga C) yaitu menjadi 3.853,57 kg/bln. Produksi melaut mengalami penurunan saat terjadi kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM tersebut berdampak pada berkurangnya trip melaut sehingga produksi melaut ikut mengalami penurunan. Setelah terjadi penurunan kembali harga BBM, produksi melaut meningkat, namun rata-rata jumlahnya masih dibawah rata-rata produksi melaut sebelum terjadi kenaikan harga BBM. Curahan Kerja Melaut (CKM) rata-rata nelayan juragan payang sebelum terjadi kenaikan harga BBM (harga A) adalah sebanyak 227,29 jam/bln, saat terjadi kenaikan harga BBM (harga B) mengalami penurunan menjadi 192,35 jam/bln, kemudian mengalami peningkatan kembali setelah terjadi penurunan harga BBM (harga C) menjadi 227,08 jam/bln. Sedangkan CKM nelayan pandega payang berturut-turut sebelum kenaikan, saat terjadi kenaikan dan setelah penurunan harga BBM yaitu sebanyak 222,71 jam/bln, 188,62 jam/bln dan 222,17 jam/bln. Sehingga CKM nelayan juragan maupun pandega payang mengalami penurunan saat terjadi kenaikan harga BBM dan mengalami peningkatan kembali setelah terjadi penurunan harga BBM. Pendapatan Rumah Tangga Total (PRTT) rata-rata nelayan juragan payang sebelum kenaikan harga BBM, saat kenaikan dan setelah penurunan harga BBM berturut-turut adalah sebesar Rp 7.667.046,84; Rp 7.476.221,99 dan Rp 9.406.481,41. Sedangkan rata-rata PRTT nelayan pandega payang sebelum kenaikan harga BBM, saat kenaikan dan setelah penurunan harga BBM yaitu Rp 1.375.049,38; Rp 1.280.424,60 dan Rp 1.339.527,78. Rata-rata PRTT nelayan juragan maupun pandega payang mengalami penurunan saat terjadinya kenaikan harga BBM dan mengalami peningkatan kembali setelah penurunan harga BBM. Namun, antara nelayan juragan dan pandega payang terdapat perbedaan dalam hal rata-rata PRTT yang dihasilkan. Rata-rata PRTT nelayan juragan payang jauh lebih tinggi dibandingkan nelayan pandega payang. Rata-rata Pengeluaran Rumah Tangga (PRT) nelayan juragan payang pada harga A sebesar Rp 1.110.171; pada harga B sebesar Rp 1.189.571,43 dan pada harga C sebesar Rp 1.251.085,71. Sedangkan rata-rata PRT nelayan pandega pada harga A, B dan C berturut-turut sebesar Rp 690.361,11; Rp 747.777,78 dan Rp 822.138,89. Ratarata PRT nelayan juragan maupun pandega payang senantiasa meningkat dari waktu ke waktu, karena harga-harga bahan kebutuhan pokok pangan maupun non pangan, serta kebutuhan non pokok semakin meningkat. Penurunan harga BBM yang tidak terlalu banyak, tidak diikuti pula dengan penurunan harga-harga kebutuhan sehari-hari. Hargaharga kebutuhan tersebut justru semakin meningkat. Perilaku ekonomi rumah tangga nelayan terbagi dalam 4 (empat blok) yaitu produksi melaut, curahan kerja melaut, pendapatan serta pengeluaran rumah tangga. Dampak fluktuasi harga BBM pada produksi melaut, curahan kerja melaut serta pendapatan rumah tangga yaitu senantiasa mengalami penurunan saat terja

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/55/050903016
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 15 Dec 2009 09:51
Last Modified: 21 Oct 2021 04:20
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132609
[thumbnail of 050903016.pdf]
Preview
Text
050903016.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item