Evaluasi Penerapan Pengendalian Mutu Terpadu Berdasarkan Konsepsi Hazard Analysis Critical control Point (HACCP) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Usaha Pembuatan Kerupuk Udan

Herliana (2009) Evaluasi Penerapan Pengendalian Mutu Terpadu Berdasarkan Konsepsi Hazard Analysis Critical control Point (HACCP) Terhadap Produktivitas Kerja Karyawan Bagian Produksi Pada Usaha Pembuatan Kerupuk Udan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Kondisi perkonomian yang semakin berkembang dan globalisasi perdagangan menuntut terjadinya persaingan yang semakin ketat antar perusahaan di dunia usaha untuk saling lebih meningkatkan produktivitasnya maupun mutu hasil produksinya. Hal ini menyebabkan perusahaan selalu mempunyai tujuan dalam mengoperasionalkan perusahaannya. Tujuan perusahaan perikanan adalah menghasilkan produk, dimana mutu dalam produk tidak mungkin ada tanpa mutu dalam proses. Pencapaian mutu dalam proses ditentukan oleh adanya peningkatan mutu karyawan lebih jelasnya adalah karyawan yang berhubungan dengan kegiatan produksi. Perusahaan yang menerapkan pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP berarti juga berusaha meningkatkan mutu karyawannya untuk menjaga keamanan pangan dan mutu produk. Oleh karena itu perusahaan menerapkan suatu sistem pengendalian mutu terpadu. Adapun salah satu sistem yang digunakan dalam pengendalian mutu terpadu ini adalah berdasarkan konsepsi HACCP. Pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP sebagai suatu sistem pengawasan dan pengendalian bahan pangan untuk mencapai mutu yang maksimal dengan mengikutsertakan seluruh pimpinan dan karyawan dalam perusahaan yang menekankan pada pengelolaan sumberdaya untuk mendapatkan karyawan yang produktif. Penerapan pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP dapat dievaluasi dengan melalui analisis terhadap hubungan antara faktor-faktor dalam pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP antara lain : persepsi terhadap pimpinan, peran karyawan, hubungan antara pimpinan dan karyawan, aspek kelompok kerja karyawan, dan aspek lingkungan kerja dengan produktivitas kerja karyawan. Penelitian ini dilakukan di PT. Legong Bali Nusantara, Gempol, Pasuruan pada Bulan Pebruari 2007. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1). Proses pelaksanaan pembuatan kerupuk udang di PT. Legong Bali Nusantara, 2). Pelaksanaan penerapan pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP di PT. Legong Bali Nusantara, 3). Tingkat produktivitas kerja karyawan bagian produksi, 4). Pengaruh faktor-faktor pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP terhadap produktivitas kerja karyawan dan faktor yang paling dominan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, sedangkan teknik yang digunakan adalah studi kasus. Metode pengambilan sampel menggunakan sampel yang bersifat tidak acak ( purposive sampling) dimana sampel dipilih berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu dari tiap lapisan-lapisan (strata) yang seragam. Sampel yang diambil sejumlah 40 karyawan 50% dari jumlah populasi karyawan bagian produksi. PT. Legong Bali Nusantara merupakan perusahaan yang bergerak di bidang usaha pembuatan kerupuk udang. Proses pembuatan kerupuk udang di PT. Legong Bali Nusantara adalah : penerimaan bahan baku, pencucian, penggilingan udang, persiapan bahan, pencampuran bahan (mixing), pencetakan, pengukusan, pressing , pendinginan, pemotongan, pengeringan, penyortiran, penimbangan, packing dan labeling , penyimpanan di gudang produk jadi, dan pengiriman produk. Berdasarkan hasil perhitungan produktivitas kerja karyawan bagian produksi dapat diketahui bahwa diperoleh rata-rata produktivitas tiap personel yaitu sebesar 61,15 kg/jam, sedangkan total produktivitas yang dihasilkan karyawan produksi adalah 2446kg/jam. Persamaan regresi linier diperoleh Y = -89,382 + 2,306X 1+ 3,388X2+ 1,606X3+ 0,955X4+ 1,151X5 + e. Dari analisa regresi didapatkan nilai Adusted R Square 0,671. Hal ini menunjukkan bahwa 67,1% tingkat produktivitas kerja dipengaruhi oleh variabel persepsi terhadap pimpinan, peran karyawan, hubungan antara pimpinan dan karyawan, aspek kelompok kerja karyawan, dan aspek lingkungan kerja. Sedangkan sisanya 32,9% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model regresi seperti umur, tingkat pendidikan, masa kerja, dan lain sebagainya. Dari nilai Fhitung menunjukkan nilai sebesar 16,902 (signifikansi F= 0,000). Jadi Fhitung>Ftabel (16,902>2,494) atau Sig F < 5% (0,000<0,05). Hal ini berarti bahwa secara bersama-sama variabel persepsi terhadap pimpinan (X1), peran karyawan (X2), hubungan antara pimpinan dan karyawan (X3), aspek kelompok kerja karyawan (X4) dan aspek lingkungan kerja (X5) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap tingkat produktivitas kerja karyawan (Y). Sedangkan nilai t-hitung untuk masing-masing variabel diperoleh sebagai berikut : persepsi terhadap pimpinan (3,883), peran karyawan (6,317), hubungan antara pimpinan dan karyawan (2,511), aspek kelompok kerja karyawan (2,112) dan aspek lingkungan kerja (2,197). Hal ini berarti berarti bahwa semua variabel berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja karyawan. Faktor-faktor pendukung penerapan pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP di perusahaan antara lain : PT. Legong Bali Nusantara selalu mengutamakan kualitas produk karena konsumen khususnya konsumen luar negeri sangat rentan penilaiannya terhadap suatu produk makanan, perusahaan dalam menjalankan kegiatan perusahaan memiliki pedoman pada Buku Panduan Pengendalian Mutu Terpadu Berdasarkan Konsepsi HACCP (HACCP Based Integrated Quality Management Program/ IQMP Of Shrimp and Fish Crackers) serta telah membentuk dan menetapkan tim HACCP (IQMP team). Sedangkan faktor penghambat penerapan pelaksanaan pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP di PT. Legong Bali Nusantara antara lain sebagai berikut : kurang disiplinnya karyawan bagian proses produksi untuk menggunakan perlengkapan kerja sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan, dan keterlambatan bahan baku yang sangat mempengaruhi kontinuitas proses produksi serta masih ada peralatan yang digunakan dalam proses produksi yang belum memenuhi standart prosedur operasi sanitasi. Saran yang dapat diberikan penulis kepada perusahaan adalah perlu pengawasan lebih ketat terhadap karyawan bagian produksi yang tidak konsisten dalam mematuhi peraturan kerja, perlu lebih diperhatikan terhadap penggunaan peralatan dalam proses produksi sehingga sesuai dengan standart prosedur operasi sanitasi yang telah ditetapkan, pemberdayaan kelompok kerja karyawan hendaknya ditingkatkan karena kelompok kerja karyawan merupakan wadah antar karyawan berdiskusi dan membahas kesulitan yang dihadapi, perlu dilakukan perbaikan lingkungan kerja yang tidak hanya meliputi kondisi fisik saja namun kondisi psikologi dalam lingkungan kerja lebih ditingkatkan agar produktivitas kerja meningkat, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang penerapan pengendalian mutu terpadu berdasarkan konsepsi HACCP berkaitan dengan produktivitas kerja karyawan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/35/050901922
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 08 Dec 2009 10:24
Last Modified: 21 Oct 2021 04:07
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132590
[thumbnail of 050901922.pdf]
Preview
Text
050901922.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item