Analisa Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Pada Model Pembenihan Ikan Lele (MPIL) Dinas Perikanan Dan Kelautan Mojokerto, Jawa Timur

ReddyDwiPradiptaWardhana (2009) Analisa Usaha Pembenihan Ikan Lele Dumbo (Clarias gariepinus) Pada Model Pembenihan Ikan Lele (MPIL) Dinas Perikanan Dan Kelautan Mojokerto, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Budidaya perikanan di Kota Mojokerto belum mendapatkan hasil yang maksimal, hal ini disebabkan oleh pengetahuan dan keterampilan yang masih kurang. Lahan budidaya perikanan di Kota Mojokerto seluas 16,5 ha sedangkan yang dikelola baru 6,1 dengan demikian baru sebagian kecil yang dapat dieksploitasi. Salah satu komoditas perikanan yang cukup populer di masyarakat adalah lele dumbo (Clarias gariepinus). Ikan ini berasal dari Benua Afrika dan pertama kali didatangkan ke Indonesia pada tahun 1984. Karena memiliki berbagai kelebihan, menyebabkan, lele dumbo termasuk ikan yang paling mudah diterima masyarakat. Kelebihan tersebut diantaranya adalah pertumbuhannya cepat, memiliki kemampuan beradaptasi terhadap lingkungan yang tinggi, rasanya enak dan kandungan gizinya cukup tinggi. Maka tak heran, apabila minat masyarakat untuk membudidayakan lele dumbo sangat besar. Studi kelayakan bisnis adalah suatu kegiatan secara mendalam tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan, dalam rangka menentukan layak atau tidak usaha tersebut dijalankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : Aspek teknis / operasional pembenihan ikan lele dumbo, aspek analisa hukum, aspek pasar dan pemasaran, aspek keuangan, aspek manajemen dan organisasi, aspek lingkungan, faktor-faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Jenis dan sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisa data yang digunakan adalah analisa kuadratik (Y=a+bx+cx 2), jangka pendek (Keuntungan, R/C ratio, BEP dan Rentabilitas) dan jangka panjang (NPV, B/C ratio, IRR dan PP). Pelaksanaan usaha pembenihan ikan lele dumbo meliputi : Persiapan kolam, persiapan pemijahan dan pemijahan (fase persiapan pemijahan, fase perawatan telur, fase perawatan larva, fase pendederan, fase pemanenan), pemberian pakan, penyeleksian benih menurut ukuran, serta pemasaran benih. Alat-alat yang digunakan dalam usaha pembenihan ikan lele dumbo ini yaitu antara lain : serok induk, serok larva, serok benih, happa (jaring untuk panen benih), kakaban (jaring untuk menempelnya telur), pompa air, selang, sikat kolam, pipa paralon, bak plastik, alat seleksi benih. Kolam yang digunakan dalam pembenihan yaitu antara lain : kolam induk, bak pemijahan sekaligus pemeliharaan larva, bak/kolam pendederan, bak penampungan benih, dan bak pakan alami. Model Pembenihan Ikan Lele (MPIL) Mojokerto didirikan atas prakarsa dari Instansi Dinas Perikanan Propinsi Daerah Tingkat I Jawa Timur pada tahun anggaran 1981/1982. Berdasarkan tujuan usaha ini adalah profit dan benefit, modal yang digunakan (menengah-besar), faktor pemilikan, faktor pembagian resiko keseluruhannya dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan faktor jangka waktu terbatas sehingga bentuk badan hukum yang sesuai adalah Perusda (BUMN). Estimasi Permintaan dan penawaran usaha pembenihan semakin meningkat dan permintaan masih lebih tinggi daripada penawaran sehingga usaha pembenihan ikan lele dumbo ini mempunyai peluang pasar yang cerah. Kegiatan penjualan terjadi i dengan cara pembeli benih datang sendiri ke lokasi pembenihan untuk melihat sample benih dan jika sesuai dengan yang diharapkan baik kondisi benih dan harganya akan dilakukan transaksi secara langsung maupun dengan cara pemesanan, sistem pembayaran umumnya dilakukan secara tunai. Sebagian besar pembeli benih adalah petani – petani ikan yang berasal dari sekitar Jawa Timur yaitu Mojokerto, Jombang, Nganjuk, Bojonegoro, Sidoarjo, Gresik, Surabaya, Madura, Pasuruan, Lumajang, Banyuwangi. Serta ada juga yang dari luar pulau jawa yaitu Kalimantan Timur (Tarakan), Kalimantan Tengah (Balikpapan), dan Jambi. Total keuntungan selama setahun setelah dipotong zakat 2,5% yaitu Rp. 35.272.267,00. Analisa jangka pendek didapatkan nilai R/ C ratio dan Rentabilitas adalah 2,22 (> 1) dan 122,68 %. Sedangkan BEP unit dan sales sebesar 313.874 ekor dan Rp. 18.686.991,46,00. Analisa jangka panjang didapat nilai DF sebesar 12 %; NPV Rp.101.421.235,09 (> 0); IRR 19 % (> IRR estimate); net B/C 1,98 (> 1); PP 2,85 tahun. Manajemen dan organisasi usaha pembenihan ikan lele dumbo mulai dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakkan dan pengawasan sudah berjalan lancar dan sesuai dengan landasan teori karena menghasilkan nilai bobot sebesar 81. Pendirian usaha pembenihan ikan lele dumbo pada lingkungan sosial dan ekonomi mempunyai dampak positif, sedangkan pada lingkungan fisik mempunyai dampak negatif. Bagi masyarakat sekitar tidak merasa dirugikan dan terganggu oleh pendirian usaha tersebut. Faktor-faktor yang mendukung usaha pembenihan ikan lele dumbo, antara lain: mudahnya teknis pelaksanaan usaha dengan resiko tingkat kematian yang kecil, peralatan yang digunakan juga cukup sederhana, serta permintaan akan benih ikan lele dumbo ini tidak pernah surut, selain itu pelaksanaan pembayaran juga secara tunai. Faktor-faktor yang menghambat dalam usaha pembenihan ikan lele dumbo, antara lain: Kurang optimalnya daerah pemasaran, kurang luasnya lahan budidaya, dan kebiasaan membuang limbah yang dihasilkan berupa ikan yang terkena penyakit yang tidak berhasil disembuhkan pada sungai di sekitar MPIL. Saran yang dapat diberikan kepada pemilik usaha yaitu : Strategi promosi disarankan diperbanyak seperti penyebaran brosur, dicantumkan di media cetak maupun dipromosikan melalui inernet agar daerah pemasaran semakin meluas, dilakukan perluasan atau penambahan jumlah kolam agar produksi pembenihan dapat meningkat dan dapat mencukupi kebutuhan pasar, untuk ikan yang sakit dan tidak dapat disembuhkan hendaknya jangan dibuang di perairan umum / sungai di sekitar lokasi pembenihan karena dapat menulari ikan-ikan di perairan tersebut, melainkan ikan tersebut harus dimusnahkan, untuk keadaan sosial usaha pembenihan ikan lele dumbo ini mampu menciptakan lapangan kerja baru yang mempunyai dampak positif bagi warga sekitar yaitu mengurangi pengangguran dengan menyerap tenaga kerja baru yang berkualitas.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/33/050901920
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 08 Dec 2009 10:06
Last Modified: 21 Oct 2021 04:07
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132588
[thumbnail of 050901920.pdf]
Preview
Text
050901920.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item