Pengaruh Penggunaan Probiotik Komersil Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemous gouramy)

IndraPrasetya (2009) Pengaruh Penggunaan Probiotik Komersil Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemous gouramy). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Reproduksi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang, pada bulan September – Nopember 2008. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pemberian probiotik dengan dosis yang tepat bagi pertumbuhan benih ikan gurami serta untuk meningkatkan laju pertumbuhan benih ikan gurami dengan sebaik-baiknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan pemberian probiotik dengan dosis berbeda memberikan pengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan dengan pemberian probiotik 1 ppm (A) sebesar 0,04 %BW/hari, 1,5 ppm (B) sebesar 0,053 %BW/hari, 2 ppm (C) sebesar 0,08 %BW/hari, 2,5 ppm (D) sebesar 0,05 %BW/hari dan kontrol sebesar 0,036 %BW/hari. Sehingga laju pertumbuhan tertinggi pada perlakuan C sebesar 0,08 %BW/hari dan laju pertumbuhan terendah pada perlakuan kontrol sebesar 0,036 %BW/hari. Pada amonia menunjukkan bahwa perlakuan pemberian probiotik dengan dosis berbeda memberikan pengaruh nyata dengan pemberian probiotik 1 ppm (A) sebesar 0,26 ppm, 1,5 ppm (B) sebesar 0,17 ppm, 2 ppm (C) sebesar 0,13 ppm, 2,5 ppm (D) sebesar 0,21 ppm dan kontrol sebesar 0,37 ppm. Sehingga amonia tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 0,37 ppm dan amonia terendah pada perlakuan C sebesar 0,13 ppm. Pada hasil penelitian amonia ini masah dalam batas optimal karena batas kritis benih gurami dalam media pemeliharaan adalah 0,60 ppm. Pada bahan organik menunjukkan bahwa perlakuan pemberian probiotik dengan dosis berbeda memberikan pengaruh sangat nyata dengan pemberian probiotik 1 ppm (A) sebesar 10,79 ppm, 1,5 ppm (B) sebesar 7,22 ppm, 2 ppm (C) sebesar 5,16 ppm, 2,5 ppm (D) sebesar 9,16 ppm dan kontrol sebesar 14,43 ppm. Sehingga bahan organik tertinggi pada perlakuan kontrol sebesar 14,43 ppm dan bahan organik terendah pada perlakuan C sebesar 5,16 ppm. Pada hasil penelitian bahan organik ini masah dalam batas optimal karena batas optimal benih gurami dalam media pemeliharaan adalah 20 ppm. Dari hasil analisa regresi didapatkan hubungan yang kuadratik antara perlakuan dosis dengan laju pertumbuhan dengan persamaan Y = -0.04x2 + 0.15 x – 0.08 dan R2 = 0.82. Hubungan antara perlakuan dosis dengan kadar amonia berbentuk kuadratik dengan persamaan Y = 0.16x2 – 0.6x + 0.66 dan R2 = 0.70. Hubungan antara perlakuan dosis dengan kadar bahan organik total berbentuk kuadratik dengan persamaan Y = 43.44x2 – 153.42x + 122.35 dan R2 = 0.98. Suhu berkisar antara 26,7 – 27,30C; pH berkisar antara 7,92 – 8,09 dan oksigen terlarut berkisar antara 5,67 – 5,89. Dimana masing-masing kualitas air ini masih dalam batas optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Reproduksi Ikan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya Malang, pada bulan September – Nopember 2008.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/26/050901914
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 07 Aug 2009 09:43
Last Modified: 21 Oct 2021 04:06
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132582
[thumbnail of 050901914.pdf]
Preview
Text
050901914.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item