Studi Tentang Hubungan Panjang Berat Ikan yang Tertangkap di Waduk Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur

AriIslaminingrum (2009) Studi Tentang Hubungan Panjang Berat Ikan yang Tertangkap di Waduk Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Waduk adalah perairan menggenang yang terjadi karena dibuat oleh manusia dengan cara membendung sungai, kemudian airnya disimpan dan digunakan sesuai dengan fungsinya (Suwignyo, 1990). Jawa Timur memiliki sumberdaya perairan umum yang cukup potensial, banyak sekali waduk yang didirikan pada daerah-daerah yang rendah sekali dan selalu digenangi air pada waktu musim penghujan, salah satunya adalah Waduk Karangkates. Waduk Karangkates saat ini sangat berpotensi mengalami pencemaran baik oleh limbah industri, pertanian maupun limbah rumah tangga. Industri-industri yang ada di sepanjang aliran Sungai Brantas diantaranya pabrik tepung tapioka, gula, kertas dan rokok. Waduk Karangkates bagian hulu terdapat berbagai aktivitas perikanan tangkap dan budidaya, sedangkan di utara dan selatan waduk bagian tengah telah terjadi penggundulan hutan (Maharisma, 2004). Hal- hal tersebut di atas akan berpengaruh terhadap kondisi kualitas air waduk terutama bagian hilir,dan akan mempengaruhi ketersediaan pakan alami, jenis-jenis ikan yang hidup di waduk serta kondisi dari ikan-ikan tersebut berdasarkan tingkat pertumbuhannya, dilihat dari ukuran panjang dan berat ikan dalam suatu waktu. Dengan melakukan pendugaan terhadap kelimpahan dan komposisi ikan serta pengamatan kualitas air waduk dapat digunakan untuk mengidentifikasi jenis ikan yang tertangkap di Waduk Karangkates, dapat juga digunakan untuk mengetahui tingkat kesuburan waduk tersebut untuk potensi perikanannya. Penelitian ini dilaksanakan di Waduk Karangkates, Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, Propinsi Jawa Timur. Pelaksanaannya pada tanggal 23 Juni sampai dengan tanggal 14 Juli 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi ikan yang tertangkap di Waduk Karangkates berdasarkan tingkat pertumbuhannya, dilihat dari pertambahan ukuran panjang dan berat ikan dalam suatu waktu, sekaligus untuk identifikasi kualitas perairannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei, teknik pengambilan data dilakukan dengan cara observasi secara langsung ke lapang, analisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Pengambilan sampel air mengikuti pengambilan sampel ikan dan dilakukan pada tiap-tiap stasiun yang berbeda yaitu Stasiun 1 (Inlet /aliran air masuk) , Stasiun 2 (daerah tengah waduk), Stasiun 3 (daerah pariwisata), Stasiun 4 (daerah budidaya keramba jaring apung), dan Stasiun 5 (Outlet /aliran air keluar). Pengambilan sampel-sampel tersebut dilakukan selama empat minggu yaitu satu kali dalam seminggu setiap hari selasa, waktunya antara jam 08.00 sampai dengan selesai. Pengambilan sampel air untuk pengamatan 9 jenis parameter kualitas air (suhu, kecerahan, pH, oksigen terlarut (DO), karbondioksida (CO2), nitrat (NO3), amonium (NH3), ortofosfat (P), total organic matter (TOM) dan plankton sebagai pakan alami bagi ikan di waduk tersebut beserta pengambilan sampel ikan tiap minggunya, diharapkan dapat mewakili untuk mengetahui pertumbuhan ikan-ikan yang terdapat di Waduk Karangkates. Hasil penelitian diperoleh untuk kualitas air di Waduk Karangkates sebagai berikut : parameter fisika yaitu suhu berkisar antara 25-28°C; parameter kimia yaitu pH 8, oksigen terlarut (DO) 3,48-17,89 ppm, karbondioksida (CO2) nol, nitrat (NO3) 0,26-1,72 ppm, amoniak (NH3) 0,02-0,83 ppm, ortofosfat 0,039-0,46 ppm, dan total organic matter (TOM) 3,4-88,48 ppm; parameter biologi yaitu berdasarkan kelimpahan fitoplankton perairan Waduk Karangkates yang mempunyai kelimpahan rata-rata yang berkisar antara 146-356 ind/ml. Parameter fisika, kimia kondisi perairan di Waduk Karangkates masih mendukung bagi kehidupan ikan, parameter biologi yaitu berdasarkan kelimpahan fitoplankton perairan Waduk Karangkates merupakan perairan yang Oligothrofik yaitu perairan yang dapat dikatakan sebagai perairan yang mempunyai tingkat kesuburan yang rendah. Hasil analisis hubungan panjang berat diperoleh dari data biologi yang terdiri dari panjang total (TL) dan berat tubuh ikan dalam ukuran gram, selanjutnya analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus yang dikemukakan oleh Rounsefell dan Everhaert (1960); Lagler (1961) dalam Effendi (1979), yaitu : a = (Σ log W) x (Σ log L2) – (Σ log L) x Σ (log L x log W) N x (Σ log L2) – (Σ log L)2 b = N x Σ (log L x log W) - (Σ log L) x (Σ log W) N x (Σ log L2) – (Σ log L)2 Keterangan : a = Intersep; b = Slope ; N = jumlah ikan ; L = panjang ikan ;W = Berat ikan Menurut Ricker dalam Effendi (1997) nilai b yang diperoleh dikelompokkan menjadi 3 kategori, yaitu b<3 (allometrik negatif), b>3 (allometrik positif), dan b=3 (Isometrik) Hasil analisis hubungan panjang berat untuk masing-masing ikan yang tertangkap di Waduk Karangkates adalah berbeda, yaitu sebagai berikut :1. Ikan nila (b=3,05), ikan baderbang (b=3,20), dan ikan nilem (b=3,46), hubungan panjang berat ketiga ikan tersebut bersifat allometrik positif (b>3) yang artinya menunjukkan bahwa pertumbuhan berat ikan nila, ikan baderbang dan ikan nilem lebih cepat daripada pertumbuhan panjangnya, dapat dikatakan pula bahwa ikan-ikan tersebut yang tertangkap di Waduk Karangkates memiliki kondisi tubuh yang gemuk, hal ini dipengaruhi oleh faktor makanan, kondisi kualitas air yang mendukung pertumbuhannya, serta tingkat predasi juga rendah untuk spesies ikan tersebut, dimana ketiga jenis ikan ini mempunyai toleransi yang luas terhadap perubahan lingkungan perairan; 2. Ikan mujair (b=2,04), ikan tawes (b=2,46), dan ikan wader (b=2,78), hubungan panjang berat ketiga ikan tersebut bersifat allometrik negatif (b<3) yang artinya menunjukkan bahwa pertumbuhan panjang ikan mujair, ikan tawes, dan ikan wader lebih cepat daripada pertambahan beratnya, dapat dikatakan pula bahwa ikan-ikan tersebut yang tertangkap di Waduk Karangkates memiliki kondisi tubuh yang kurus, hal ini dipengaruhi oleh adanya kompetisi dalam memanfaatkan pakan alami di perairan Waduk Karangkates. Saran peneliti berdasarkan hasil penelitian ini : mengingat Waduk Karangkates akhirakhir ini yakni dalam kondisi yang masih mengalami pencemaran, maka untuk keperluan pengembangan dan pengelolaan perikanan yang rasional masih diperlukan penelitian yang lebih seksama terutama mengenai aspek biologi dan dinamika populasi ikannya, dan Agar usaha perikanan dapat berlangsung secara optimal maka perlu adanya usaha lebih lanjut dalam pengelolaan sumberhayati ikan yang telah ada di waduk oleh Instansi terkait khususnya oleh Dinas Perikanan dan Pengairan dengan bantuan dari masyarakat sekitar Waduk Karangkates sehingga diharapkan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/21/050901909
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 17 Jul 2009 10:41
Last Modified: 21 Oct 2021 03:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132579
[thumbnail of 050901909.pdf]
Preview
Text
050901909.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item