Keragaman Spesies Ikan Pari Yang Tertangkap Oleh Nelayan di Perairan Pantai Utara dan Perairan Pantai Selatan Jawa Timur

TangguhToranaga (2008) Keragaman Spesies Ikan Pari Yang Tertangkap Oleh Nelayan di Perairan Pantai Utara dan Perairan Pantai Selatan Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Meningkatnya jumlah penduduk berbanding lurus dengan kebutuhan pangan. Kenyataan ini menyebabkan manusia semakin bergantung terhadap laut sebagai penyedia alternatif pangan penuh gizi yang berlimpah ataupun pemanfaatan sumberdaya laut sebagai penyokong kesejahteraan karena nilai guna dan nilai ekonomisnya yang cukup tinggi. Ironisnya, berbagai usaha ini sering kali menyebabkan kerusakan bagi lingkungan laut, bahkan berdampak pada kepunahan organisme yang hidup didalamnya. Pada dasarnya keberlanjutan usaha penangkapan ikan sangat ditentukan oleh ketersediaan stok (sediaan) komoditas yang bersangkutan. Ketersediaan dan keberadaan stok suatu komoditas disuatu perairan dipengaruhi oleh perilaku dan pola pikir manusia dalam menerapkan sistem pengelolaan yang dipilih. Pilihan terhadap sistem pengelolaan sumberdaya perikanan yang tepat tentunya dapat menjamin usaha penangkapan yang berkelanjutan di masa datang. Untuk itu perlu kiranya mencermati komponen mana yang sudah mendesak dieliminasi, ditinjau kembali atau bahkan dihapus dari penerapan yang kurang berdayaguna. Selama ini kegiatan pemanfaatan sumber daya perikanan cenderung bersifat eksploitatif. Sejalan dengan dianutnya sistem pengelolaan dengan menggunakan pendekatan produksi (production approach). Ikan pari (Batoid) merupakan salah satu potensi di perairan Indonesia yang memiliki keragaman cukup besar. Hal ini mendorong upaya untuk meningkatkan pemanfaatan ikan ini sebagai komoditas yang memberikan prospek cerah dalam perdagangan (Wikanta, 2000). Ikan ini memiliki nilai ekonomis dan tingkat kegunaan yang tinggi, dapat dimanfaatkan mulai dari daging, kulit, dan siripnya, bahkan bagian hati, empedu, embrio, otak dan duri penyengatnya lazim digunakan pada pengobatan tradisional Cina (Daley, 2002). Akan tetapi informasi mengenai ikan ini di Indonesia masih sangatlah kurang. Melihat besarnya potensi yang dimiliki maka hendaknya negara kita mampu membuat kebijakan-kebijakan yang tepat agar sumberdaya laut dapat berfungsi secara optimal dan berkelanjutan. Dalam menyusun kebijakan pembangunan sumberdaya laut mutlak diperlukan kegiatan pendataan secara sistematis, terutama yang berkaitan dengan ekologi, penggunaan, dan kapasitasnya untuk mempertahankan diri. Untuk melakukan pendataan secara sistematis, tahap awal yang hendaknya dilakukan adalah dengan melakukan pengidentifikasian terhadap potensi kekayaan yang dimiliki. (Dahuri, 2003). Penelitian ini dimaksudkan untuk dapat menyajikan informasi keragaman ikan pari. Data dan informasi yang dalam tulisan ini menyajikan data penelitian pada daerah pantai utara, dan pantai selatan, Jawa Timur, dilakukan pada bulan Juni 2008. Jenis Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pada umumnya penelitian dengan metode deskriptif ini merupakan penelitian non hipotesis (Arikunto, 1998). Definisi ii penelitian deskriptif dengan metode survei menurut Nazir (1988) adalah penyelidikan yang diadakan untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan-keterangan secara faktual dari suatu kelompok ataupun suatu daerah. Tujuan dari penelitian deskriptif ini adalah untuk membuat deskripsi, gambaran atau lukisan secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Data primer yang diambil pada penelitian ini berupa data jenis-jenis ikan pari yang teridentifikasi, data komposisi isi lambung ikan pari, data aspek penangkapan dan banyaknya hasil tangkapan ikan pari pada suatu armada penangkapan ikan pada tiap-tiap lokasi penelitian. Pada saat penelitian telah teridentifikasi 20 spesies ikan pari dari 5 suku yang berbeda, yaitu: dari suku Rhinidae : Rhina ancylostoma, Rhynchobatus cf. australiae, Rhynchobatus cf.2. Dari suku Dasyatidae : Dasyatis kuhli, Dasyatis microps, Himantura fai, Himantura gerrardi, Himantura granulata, Himantura jenkinsii, Himantura uarnacoides, Himantura uarnak, Himantura undulata, Urogymnus asperrimus, Pastinachus sephen, Taeniura meyeni, dari suku Myliobatidae : Myliobatis tobijei, Myliobatus guttatus, dari suku Gymnuridae terdapat: Aetoplatea zonura, Gymnura poecilura, dan dari suku Mobulidae : Mobula japonica. Berdasarkan Perhitungan indeks dominasi didapatkan hasil: stasiun pantai utara Jawa Timur (PPN Brondong) nilai tertinggi dimiliki oleh spesies Himantura gerrardi, hal ini ditandai dengan nilai indeks dominasi yang tertinggi atau sebesar 0,0673745. Pada stasiun penelitian pantai Selatan Jawa Timur (PPN Prigi) indeks dominasi dimiliki oleh spesies Dahsyatis Kuhli, sebesar 0,0315115. Berdasarkan pengamatan isi lambung pada spesies ikan pari yang dominan teridentifikasi, jenis makanannya adalah sebagai berikut: Himantura gerrardi : Panaeid (Udang), Stomatopoda (Mantis), dan Crabs kepiting), pada Himantura fai : Crabs kepiting), Loligo spp (Cumi-cumi), dan Pegasus volitans (Dragon fish), pada Himantura jenkinsii : Panaeid (Shirmps), Crabs kepiting), dan Nemipterus sp (Threadfin bream), pada Himantura undulata : Parupeneus sp (Goat fish), Priacanthus sp (Bigeye), pada Himantura uarnak : Paeneid (Udang), Parupeneus sp. (Goat fish), Priacanthus sp. (Bigeye), pada Rhynchobatus cf. laevis : Crabs (kepiting), dan Penaeid (Udang), sedangkan pada Rhynchobatus cf. australiae didominasi oleh Panaeid (Udang). Adapun alat tangkap yang dominan menangkap ikan pari adalah: Mini Trawl dan Gill net. Guna memperkaya informasi mengenai spesies ini, Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut pada PPI atau fishing ground yang berbeda untuk melengkapi data keragaman spesies pari, ataupun penelitian yang lebih mendalam baik dalam aspek biologi maupun kelimpahan sehingga kebijakan yang diambil berkenaan dengan spesies ini dapat berlangsung dengan baik.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/2008/050901929
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 09 Dec 2009 09:37
Last Modified: 21 Oct 2021 03:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132578
[thumbnail of 050901929.pdf]
Preview
Text
050901929.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item