Perencanaan Wilayah Sekor Perikanan Dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur.

LubnaMaghfiroh (2009) Perencanaan Wilayah Sekor Perikanan Dalam Usaha Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, dimana wilayahnya terdiri dari sekitar 18.000 pulau dengan garis pantai sepanjang 81.000 km yang membentang luas dari Sabang sampai Merauke, sehingga merupakan wilayah yang sangat produktif salah satunya pada Kabupaten Trenggalek. Potensi sumberdaya laut di Kabupaten Trenggalek cukup besar. Panjang pantai di Kabupaten Trenggalek adalah 96 km yang meliputi 3 wilayah kecamatan yaitu Kecamatan Watulimo, Munjungan dan Panggul. Kabupaten Trenggalek memiliki wilayah laut yang cukup potensial. Menurut Hartoto (1999) di dalam Hardjamulya, dkk (2001) menyatakan bahwa secara implisit peraturan perundang-undangan tersebut memberikan kesempatan yang relatif lebih luas pada pemerintahan tingkat lokal (kabupaten dan kota) agar mampu melakukan pengelolaan sumberdaya perikanan perairan umum dalam lingkup wilayahnya masing-masing. Dengan demikian pemerintah daerah akan mempunyai peluang untuk mendapatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sumberdaya alam tersebut dan dapat memanfaatkan guna pembangunan ekonomi di wilayahnya. Pendapatan daerah merupakan salah satu pilar utama dalam penyelenggaraan otoda, yaitu sebagai sumber pembiayaan pembangunan daerah terdapat tuntutan untuk meningkatkan penerimaan PAD. Agar diupayakan melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi peningkatan penerimaan pendapatan daerah (Adisasmita, 2006) . Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : 1)Basis atau tidaknya sektor perikanan terhadap kegiatan ekonomi di Kabupaten Trenggalek. 2) Perencanaan wilayah sektor perikanan untuk meningkatkan PAD di Kabupaten Trenggalek. 3)Alternatif kebijakan atau solusi yang dapat diterapkan berkaitan dengan sumberdaya perikanan dalam rangka peningkatan PAD Kabupaten Trenggalek. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kegunaan bagi Pemerintah, Mahasiswa, Masyarakat dan Peneliti. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian tipe penjelasan ( Explanatory atau Confirmatory Research ). Dengan metode survei. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Bentuk analisanya meliputi analisis Location Quotient (LQ) dan analisis linear programming dengan POM for windows. Dari hasil analisis Location Quotient diperoleh nilai LQ pada tahun 2001 sebesar 6.02, tahun 2002 sebesar 8.67, tahun 2003 sebesar 7.95, tahun 2004 sebesar 10.56, tahun 2005 sebesar 7.61, tahun 2006 sebesar 6.99, tahun 2007 sebesar. 5.22. Mulai tahun 2001 sampai dengan 2007 diperoleh nilai LQ > 1, maka sektor perikanan Kabupaten Trenggalek merupakan sektor basis di dalam kegiatan ekonomi di Propinsi Jawa Timur. Berdasarkan hasil analisis dengan menggunakan program POM for windows diperoleh pendapatan optimal sebesar Rp 95.584,03 juta. Pendapatan ini diperoleh apabila penangkapan ikan di laut dapat dilakukan pada daerah seluas 408,9151 km2 per tahun daerah penangkapan. Budidaya dilakukan pada lahan seluas 126,9682 ha per tahun. Pengolahan hasil perikanan dapat menghasilkan sebanyak 18.329,3 ton per tahun. Sedangkan penangkapan ikan di perairan umum tidak perlu dilakukan. Faktor-faktor penyebab masih rendahnya kontribusi sektor perikanan terhadap PAD di Kabupaten Trenggalek disebabkan antara lain : i - Keberadaan retribusi seringkali membuat masyarakat enggan untuk memenuhi kewajibannya. Karena kurangnya pemahaman masyarakat akan pentingnya retribusi. Selain itu tidak adanya sanksi yang tegas bagi pelanggar retribusi. - Keterbatasan pemilik modal, kurangnya sarana dan prasarana yang dimiliki dan terbatasnya SDM nelayan mengakibatkan potensi sumberdaya perikanan laut dalam (lepas Pantai) dan perikanan tambak belum dapat dimanfaatkan secara optimal. - Belum adanya petugas penyuluh/ tenaga fungsional pada masing-masing kecamatan, menyebabkan kurang optimalnya pembinaan terhadap masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan. - Masih tingginya fish losses di TPI Prigi menyebabkan data produksi penangkapan ikan kurang faktual dan perolehan PAD dari retribusi penyelenggaraan pelelangan ikan belum seimbang jika dibandingkan dengan fasilitas yang telah dibangun oleh pemerintah. - Pemanfaatan sumberdaya perikanan yang belum dioptimalkan secara sempurna. Seharusnya penangkapan ikan di laut dapat dilakukan pada daerah seluas 408,9151 km2 per tahun sedangkan faktanya hanya dilakukan pada daerah penangkapan seluas 7,112 km2. Budidaya yang seharusnya dapat dioptimalkan dengan lahan seluas 126,9682 ha per tahun, faktanya hanya dilakukan pada lahan seluas 72 ha. Pada pengolahan hasil perikanan seharusnya dapat menghasilkan 18.329,3 ton per tahun tetapi faktanya hanya dapat menghasilkan 9.925 ton saja. Karena adanya faktor-faktor kendala diatas, maka sehubungan dengan kendala tersebut seharusnya Pemerintah Daerah bersama Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Trenggalek dapat melakukan usaha sebagai alternatif kebijakan seperti : - Menugaskan staf/ karyawan dinas di lapang untuk meninjau masyarakat yang mempunyai usaha perikanan yang sudah memenuhi standart usaha dan memberikan penyuluhan agar mereka mengurus Surat Ijin Usaha Perikanan. Apabila mereka sudah mempunyai Surat Ijin Usaha maka dapat dikenakan retribusi, dimana retribusi tersebut dapat menambah kontribusi terhadap PAD. - Dinas Perikanan dan Kelautan harus bisa melaksanakan proyek-proyek subsektor perikanan seperti melakukan usaha untuk memperkuat permodalan para nelayan dan pembudidaya ikan dengan cara memberikan bantuan modal melalui kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Pesisir (PEMP) dan kegiatan Penguatan Modal Masyarakat Pembudidaya Ikan, pengembangan budidaya air tawar dengan membentuk UPR (Unit Pemebenihan Rakyat) agar dari penerimaannya dapat meningkatkan kontribusi sektor perikanan terhadap PAD di Kabupaten Trenggalek. - Setiap tahun optimalisasi TPI di Kecamatan Watulimo dan Munjungan harus selalu ditingkatkan berkaitan dengan penertiban untuk meminimalkan kebocoran ikan oleh aparat keamanan - DKP memberikan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai kepada para nelayan agar para nelayan dapat meningkatkan hasil tangkapannya seperti pengadaan mesin perahu, pengadaan jaring payang dan udang. (Laporan Tahunan DKP Kabupaten Trenggalek, 2007) Dari hasil penelitian dapat disarankan 1. Pemerintah Dari hasil pengoptimalisasian sumberdaya perikanan agar ditindak lanjuti dan disalurkan dalam bentuk kebijakan yang dapat membantu masyaraka

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/2/050901085
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 27 Apr 2009 09:33
Last Modified: 21 Oct 2021 03:46
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132576
[thumbnail of 050901085.pdf]
Preview
Text
050901085.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item