Efektivitas Antibakterial Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Salmonella thyposa dan Morganella morganii Dengan Metode Sumur (Well Diffusion) dan Metode Pengenceran Tabung (Tube Dillution

Juryatin (2009) Efektivitas Antibakterial Asap Cair Tempurung Kelapa Terhadap Pertumbuhan Salmonella thyposa dan Morganella morganii Dengan Metode Sumur (Well Diffusion) dan Metode Pengenceran Tabung (Tube Dillution. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Liquid Smoke atau lebih dikenal sebagai asap cair merupakan suatu hasil destilasi atau pengembunan dari uap hasil pembakaran tidak langsung maupun langsung dari bahan bahan yang banyak mengandung karbon serta senyawa - senyawa lain. Bahan baku yang banyak digunakan untuk menghasilkan asap cair antara lain kayu, bongkol kelapa sawit, ampas hasil penggergajian kayu, dan lain-lain. Analisa kandungan asap cair menunjukkan bahwa asap cair tempurung kelapa mengandung zat-zat kimia seperti : fenol, karbonil, asam, furan, alkohol, dan ester, lakton dan polisiklik hidrokarbon. Asap cair tempurung kelapa mengandung snyawa-senyawa antimikroba dan antioksidan yang tinggi, senyawa antimokroba ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan bakteri patogen. Asap cair juga menunjukkan adanya properti antimikrobial terutama antibakterial yang sangat efektif dalam membunuh dan menghambat beberapa pertumbuhan bakteri dan antifungal. Salmonella thyposa adalah bakteri patogen penyebab bermacam-macam infeksi, mulai dari gastroenteritis yang ringan sampai dengan demam tifoid yang berat disertai bakteremia. Sedangkan Morganella morganii adalah bakteri pembentuk histamin yang menyebabkan keracunan. Keamanan pangan (food safety) adalah keadaan pangan yang bebas dari resiko kesehatan disebabkan oleh kerusakan, pemalsuan dan kontaminasi baik oleh bakteri maupun senyawa kimia. Penggunaan bahan pengawet berbahaya sebaiknya dikurangi, sehingga perlu dicari alternatif lain yang secara preventif mampu mengatasi masalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh Salmonella thyposa dan Morganella morganii dengan memanfaatkan asap cair. Asap cair selain menghasilkan asam juga bersifat bakteriostatik, bakterisidal dan fungisidal terhadap pertumbuhan bakteri. Penelitian tentang efektivitas antibakterial asap cair tempurung kelapa terhadap pertumbuhan Salmonella thyposa dan Morganella morganii bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian asap cair tempurung kelapa terhadap efektivitas pertumbuhan bakteri Salmonella thyposa dan Morganella morganii serta untuk mengetahui berapa konsentrasi minimal asap cair tempurung kelapa yang dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri Salmonella thyposa dan Morganella morganii. . Parameter yang diukur meliputi diameter zona hambat dan pengamatan secara visual kekeruhan dan mengukur nilai absorbansinya. . Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi Universitas Brawijaya Fakultas Perikanan pada bulan April – Mei 2008. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Metode deskriptif pada dasarnya memusatkan perhatian pada pemecahan masalah yang ada sekarang, kemudian data dikumpulkan dan disusun, dijelaskan dan dianalisa. Tujuan metode deskriptif adalah untuk membuat gambaran atau deskripsi secara sistematis, aktual dan akurat mengenai fakta-fakta, sifat-sifat serta hubungan antara variabel yang diselidiki. Adapun perlakuan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah konsentrasi asap cair (v/v) sebesar 0%, 20%, 40%, 60%, 80% dan 100%. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu perbedaan konsentrasi asap cair dengan 6 perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali. Data yang didapatkan dari hasil penelitian selanjutnya dianalisis menggunakan uji Kruskall-Wallis dan grafik linear. Dari hasil penelitian diperoleh hasil kadar fenol dan pH asap cair didapatkan nilai fenol sebesar 0,42% dan pH 4,3. Konsentrasi minimal asap cair tempurung kelapa yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella thyposa adalah 20% dan untuk bakteri Morganella morganii adalah 10%. Sedangkan konsentrasi minimal yang dapat membunuh bakteri Salmonella thyposa dan Morganella morganii adalah 80%. Volume penambahan asap cair tempurung kelapa mempengaruhi aktivitas penghambatan pertumbuhan bakteri uji. Semakin besar volume asap cair tempurung kelapa yang digunakan maka semakin semakin sedikit bakteri uji yang dapat tumbuh. Besarnya zona hambatan pada pengujian daya antibakteri asap cair tempurung kelapa menunjukkan bahwa respon hambatan pertumbuhan bakteri Salmonella thyposa terhadap asap cair tempurung kelapa bersifat tidak ada sampai sedang. Sedangkan bahwa respon hambatan pertumbuhan bakteri Morganella morganii terhadap asap cair tempurung kelapa bersifat tidak ada sampai kuat.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/167/050901936
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 09 Dec 2009 10:28
Last Modified: 21 Oct 2021 03:45
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132571
[thumbnail of 050901936.pdf]
Preview
Text
050901936.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item