Studi Kebiasaan Makan Ikan Bandeng Yang Dibudidayakan Pada Tambak Polikultur(Bandeng, Udang, Rumput Laut) di Desa Kupang Kecamatan Jabon Sidoarjo

ResaHaryaWijayanta (2009) Studi Kebiasaan Makan Ikan Bandeng Yang Dibudidayakan Pada Tambak Polikultur(Bandeng, Udang, Rumput Laut) di Desa Kupang Kecamatan Jabon Sidoarjo. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Metode budidaya polikultur digunakan untuk memelihara beberapa organisme dalam satu lahan. Sehingga tingkat produktifitas lahan menjadi tinggi. Simbiosis mutualisme antara udang windu, bandeng, dan rumput laut dapat dimaksimalkan jika dipelihara bersama sehingga tidak dibutuhkan pemberian pakan buatan dan pestisida. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis, frekuensi kejadian, dan keanekaragaman pakan alami dalam lambung bandeng yang di budidayakan pada tambak polikultur, mengetahui perbedaan faktor kondisi (nilai kegemukan) bandeng, dan kondisi lingkungan (salinitas, pH, suhu, oksigen terlarut, kecerahan, nitrat, dan orthofosfat) pada tambak tersebut. Penelitian dilaksanakan di desa Kupang Kecamatan Jabon Sidoarjo pada bulan Januari 2008. Penelitian dilakukan dengan metode survey yang bertujuan untuk mempelajari hubungan antar variabel. Dalam lambung bandeng ditemukan plankton yang terdiri dari phylum Cyanophyta (18%), Diatomae (30%), Chlorophyta (8%), Pyrophyta (6%), Desmidiacae (18%), Rotifera (12%), dan Protozoa (10%). Rata-rata kelimpahan plankton yang dikonsumsi bandeng pada tambak dengan dua komoditas sebanyak 193.127 ind/lt, dengan nilai rata-rata keragaman sebesar 1,165; rata-rata nilai dominasi sebesar 0,43. Nilai frekuensi kejadian tertinggi (90%) dan indek pilihan tertinggi (0,9) pada Nitzschia curvula. Rata-rata kelimpahan plankton yang dikonsumsi bandeng pada tambak dengan tiga komoditas adalah 65.271 ind/lt, dengan nilai rata-rata keragaman sebesar1,152 dengan rata-rata nilai dominasi sebesar 0,45. Frekuensi kejadian tertinggi (75%) dan indek pilihan tertinggi (0,97) pada Nitzschia vermicularis. Faktor kondisi bandeng pada tambak dengan 3 komoditas 0,838 sedangkan untuk bandeng yang dipelihara dengan 2 komoditas 0,848. Nilai kelimpahan plankton yang dikonsumsi bandeng dan nilai kegemukan ikan bandeng pada kedua jenis tambak tidak berbeda nyata, sehingga dapat diketahui secara kwantitatif penambahan rumput laut pada tambak polikultur tidak mempengaruhi tingkat konsumsi bandeng terhadap plankton dan tingkat kegemukan bandeng. Hasil pengukuran kualitas air antara pada tambak dua komoditas antara lain salinitas 35-48, pH 8,1-8,6, suhu 32-35 oC, oksigen terlarut 4,1-10 ppm, 0,06-0,11 ppm, dan orthopospat 0,25-0,77 ppm. Kualitas air pada tambak tiga komoditas: salinitas 32-54, pH 7,7-8,4, suhu 32-36 oC, 6-9,7 ppm, nitrat 0,06-0,21, dan orthopospat 0,0-0,37 ppm. Dapat disimpulkan Ikan bandeng yang dibudidayakan pada tambak polikultur dua komoditas dan tiga komoditas tidak memiliki perbedaan nyata baik dari segi kebiasaan makan dan faktor kondisi/tingkat kegemukannya, sehingga perlu dilakukan tehnik budidaya secara polikultur untuk efisiensi lahan tambak.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/166/050901935
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 09 Dec 2009 10:21
Last Modified: 21 Oct 2021 03:43
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132570
[thumbnail of 050901935.pdf]
Preview
Text
050901935.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item