Pengaruh Pemberian Kitin Udang (Penaeus monodon) Secara Oral dan Parenteral dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Kadar Lipid Serum Darah Tikus Putih Wistar (Rattus novergicus)

AisyiahRahmawatiBunga, (2009) Pengaruh Pemberian Kitin Udang (Penaeus monodon) Secara Oral dan Parenteral dengan Konsentrasi yang Berbeda Terhadap Kadar Lipid Serum Darah Tikus Putih Wistar (Rattus novergicus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perubahan gaya hidup pada masyarakat dewasa ini yang diikuti dengan perubahan pola makan. Makanan yang banyak dipilih adalah makanan yang rendah akan serat dan tinggi lemak. Makanan tersebut akan mengakibatkan kadar kolesterol dalam tubuh menjadi berlebih. Dan jika kadar kolesterol berlebih akan mengakibatkan penyakit kardiovaskuler yaitu penyakit yang berhubungan dengan penyumbatan atau menyempitan pembuluh darah oleh lemak. Salah satu cara untuk mengurangi resiko tersebut adalah dengan mengkonsumsi serat makanan ( dietary fiber ). Sifat yang paling menonjol dari serat pangan adalah kemampuannya untuk menurunkan kolesterol darah, sehingga dapat mencegah penyakit jantung dan tekanan darah tinggi ( hipertensi ). Kitin merupakan senyawa terbesar kedua yang tersedia di alam setelah sellulosa yang terdapat pada tumbuhan dan memiliki kombinasi sifat-sifat khas seperti bioaktivitas dan sifat lain, sehingga merupakan jenis polimer yang menarik dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang. Anggota dari pylum Arthopoda merupakan sumber kitin yang sangat besar, kitin merupakan penyusun eksoskeleton pada arthropoda sebesar 58%-85% dari berat keringnya, dan bercampur dengan protein (10% berat kering), serta zat kapur yang berjumlah lebih dari 20 % berat kering. Golongan Crustacea pada umumnya mengandung 30-50 % (berat kering) mineral. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mempelajari pengaruh pemberian kitin dari udang windu ( Penaeus monodon ) terhadap kadar lipid darah tikus wistar ( Rattus Norvegicus ). Tujuan penelitian secara khusus adalah untuk menentukan efektifitas pemberian kitin dalam menurunkan kadar lipid darah tikus wistar ( Rattus Norvegicus ) dan untuk mengetahui metode terbaik antara oral dan parenteral dalam menurunkan kadar lipid darah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan (THP) Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya, Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) dan Laboratorium Pangan dan Gizi, Pusat Antar Universitas (PAU) Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada bulan Mei-Agustus 2008. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan dua faktor perlakuan dan tiga kali ulangan (n=3). Faktor perlakuan terdiri dari faktor metode pemberian kitin pada tikus wistar (A) yang terdiri dari metode oral (O) dan parenteral (P) dan faktor konsentrasi pemberian kitosan (B) yang terdiri dari konsentrasi 0,0% (O 0,0), konsentrasi 2,5% (O2,5), konsentrasi 5,0% (O5,0) dan konsentrasi 7,5% (O7,5) yang merupakan % w/w dalam proses pembuatan ransum. Pengamatan dilakukan pada hari ke 0, 3, 6, 12, 15, dan 18, dimana hari digunakan sebagai kelompok pengamatan. Penelitian ini di rancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan ANOVA ( Analysis of Variance ) dan dianalisis lebih lanjut dengan uji BNJ (Beda Nyata Jujur), dan uji Tukey. Parameter uji meliputi analisa kadar proksimat (kadar air, protein, lemak, abu dan karbohidrat by difference) , ransum standar dengan CMC 5%, ransum kolesterol dan ransum perlakuan, kadar serat makanan secara enzimatis, jumlah ransum yang dikonsumsi, berat badan tikus, berat feses tikus, analisis kadar trigliserida, kadar kolesterol dalam darah, kadar HDL, kadar LDL dan kadar kolesterol pada feses. Penurunan kadar kolesterol darah pada tikus berbeda nyata dari hari ke-0 hingga hari ke18. Penurunan kadar kolesterol darah pada tikus juga menunjukkan perbedaan yang nyata antara konsentrasi 2,5%; 5,0% dan 7,5% dimana nilai kadar kolesterol darah tikus terendah diperoleh pada konsentrasi 7,5% dengan metode pemberian secara parenteral dengan nilai 107,46 mg/dl dibandingkan dengan kondisi kontrol senilai 225,49 mg/dl. Penurunan kadar trigliserida darah tikus nilai kadar trigliserida darah tikus perlakuan terendah diperoleh pada konsentrasi 7,5% dengan metode pemberian paling baik, metode pemberian secara parenteral senilai 77,67mg/dl dengan kondisi kontrol senilai 123,09mg/dl. Peningkatan kadar HDL darah tikus, nilai tertinggi terdapat pada konsentrasi 7,5% dengan metode pemberian secara parenteral dengan nilai 84,06mg/dl dengan kondisi kontrol senilai 66,4mg/dl. Dan penurunan kadar LDL darah tikus nilai kadar LDL darah tikus perlakuan terendah diperoleh pada konsentrasi 7,5% dan metode pemberian paling baik diperoleh pada metode pemberian secara parenteral senilai 7,86mg/dl dengan kondisi kontrol senilai 134,47mg/dl. Perbedaan metode pemberian dan konsentrasi kitin udang sangat berpengaruh terhadap besar kecilnya angka penurunan kadar lipid darah, dimana perlakuan dengan metode pemberian secara parenteral menunjukkan angka penurunan kadar lipid darah (kolesterol dan trigliserida) yang tertinggi. Semakin tinggi konsentrasi juga menyebabkan semakin tinggi penurunan kadar lipid serum darah. Turunnya kadar lipid ini disebabkan oleh pengaruh serat makanan dari kitin udang yang mampu menghambat penyerapan lipid dalam pencernaan dan akan mengikatnya serta langsung membuangnya bersama dengan feses.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2009/11/050901504
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 20 May 2009 13:49
Last Modified: 21 Oct 2021 03:42
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132562
[thumbnail of 050901504.pdf]
Preview
Text
050901504.pdf

Download (6MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item