Pemberdayaan Nelayan Pancing dan Gill Net Berbasis Klaster Sosial-Ekonomi Untuk Pengembangan Ekonomi Lokal Di Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur

KhoirulMujtahidin (2008) Pemberdayaan Nelayan Pancing dan Gill Net Berbasis Klaster Sosial-Ekonomi Untuk Pengembangan Ekonomi Lokal Di Pantai Prigi, Trenggalek, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Permasalahan utama dalam upaya pemberdayaan nelayan tradisional adalah mengatasi kemiskinan struktural yang berdampak pada pola penghasilan yang selalu dibawah pengeluaran nelayan. Salah satu akar permasalahan adalah tidak adanya peluang bagi nelayan tradisional untuk mengakses sumber permodalan dan penguasaan pasar oleh kelompok-kelompok pemilik modal. Oleh karena itu, di wilayah pesisir perlu dikembangkan suatu konsep model klaster yang dapat mendorong peningkatan pendapatan dan kesejahteraan nelayan tradisional sekaligus melepaskan ketergantungan nelayan pada struktur pola hubungan yang besifat asimetris dan eksploitatif. Konsep pengembangan model klaster harus disusun berdasarkan konsep pemberdayaan lembaga local yang menitikberatkan pada beberapa filosofi, yaitu : Orientasi Kebutuhan (Needs Oriented), Inisiatif Lokal (Local Iniciatives), Budaya Lokal (Local Culture Based) dan Pemberdayaan Lembaga Lokal (Local Institution Based). Dalam konteks ekonomi, penanggulangan kemiskinan dapat dilakukan dengan mendayagunakan potensi daerah untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal. Hal ini dapat dilakukan melalui strategi kombinasi yaitu kewenangan daerah untuk dapat berdiri sendiri, dengan basis sumber daya yang dimiliki dengan kemampuan menciptakan interaksi dan kemitraan secara ekonomi dengan daerah sekitarnya, atau dengan wilayah ekonomi yang lebih luas. Dengan demikian ada dua aspek yang perlu mendapat perhatian yakni pengembangan ekonomi lokal dan kemitraan. Dari uraian diatas masalah penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut :1) Bagaimanakah kondisi aksesibilitas nelayan kecil dengan permodalan, produktivitas dan pasar yang terkait dengan penguasaan akses oleh pedagang ? 2) Bagaimanakah interaksi penguatan jaringan antara nelayan kecil (produsen), pedagang (pemodal), pasar, dan industri dalam hubungannya dengan peningkatan pemberdayaan nelayan. 3). Bagaimanakah hasil dari program/kebijakan pemberdayaan yang telah dilakukan kaitannya dengan eksistensi keberdayaan nelayan 4) Bagaimanakah model pemberdayaan yang dapat dilaksanakan kepada masyarakat nelayan tradisional itu sendiri secara mandiri, produktif dan berkelanjutan ? Tujuan yang hendak dicapai dalam kegiatan penelitian ini adalah: 1) Mengidentifikasi tingkat produktivitas nelayan, aksesibilitas terhadap permodalan, dan akses terhadap pasar, kaitannya dengan interaksi penguatan jaringan antara nelayan (produsen), pedagang(pemodal), pasar dan industri dalam hubungannya dengan peningkatan pemberdayaan nelayan. 2) Melakukan kajian mengenai berbagai kebijakan atau program yang sudah diterapakan Pemerintah atau pihak lain kaitannya dengan eksistensi keberdayaan nelayan, seberapa besar efektifitas dan tingkat keberhasilannya untuk kesejahteraan nelayan. 3) Melakukan studi model pemberdayaan berbasis klaster social-ekonomi perikanan dengan memasukkan factor internal dan eksternal sebagai factor imbangan. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tasikmadu, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur pada bulan Mei 2006. Dalam penelitian ini yang dijadikan obyek penelitian adalah nelayan juragan (pancing dan gillnet) dengan pedagang kaitannya dengan aspek produktivitas, permodalan, pasar dan industri yang nanti keberadaannya dikaitkan dengan pemberdayaan berbasis klaster social-ekonomi untuk Pengembangan Ekonomi Lokal dengan unit analisis dalam lingkup ekonomi rumah tangga nelayan. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif sedangkan teknik yang dipergunakan adalah survey. Analisis data yang digunakan adalah analisa deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisa deskriptif kuantitatif digunakan untuk menganalisa tingkat pendapatan nelayan, pengeluaran biaya produksi nelayan, harga ikan, produksi hasil tangkapan dan tingkat konsumsi rumah tangga. Sedangkan analisa deskriptif kualitatif digunakan untuk membandingkan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan klaster perikanan, yang meliputi faktor internal: biaya produksi, penghasilan, harga dan pengeluaran konsumsi.. Dan faktor eksternal: aspek ekologis, kebijakan, pasar dan industri. Analisa regresi linier berganda digunakan untuk enganalisa hubungan antara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pengembangan klaster perikanan, yang meliputi faktor-faktor yang ada pada variabel produksi, penghasilan, harga dan pengeluaran konsumsi. Dan Analisa SWOT digunakan untuk menyusun model pengembangan pemberdayaan nelayan pancing dan gill net. • HASIL PENELITIAN a. Identifikasi Tingkat Produktivitas, Aksesibilitas Terhadap Permodalan Dan Akses Terhadap Pasar, Kaitannya Dengan Interaksi Penguatan Jaringan Antara Nelayan (Produsen), Pedagang(Pemodal), Pasar Dan Industri Dalam Hubungannya Dengan Peningkatan Pemberdayaan Nelayan. Hasil dari perhitungan dengan SPSS, Persamaan regresi yang diperoleh adalah = Untuk respon produksi: Y1 = - 19,875 + 0,606X1 + 1,814X2 + 3,228X3. Untuk respon produksi (khusus yang pinjam modal): Y2 = -669056,1 + 47234,58X1 + 1,33X2 + 23669,95X3 + 13935,18X4 + 166751,29d1. Untuk respon harga: Y3 = 7,012 + 0,113X1 + 0,273X2 – 2,14X3. Untuk respon pengeluaran konsumsi: Y4 = 30930,38 + 0,655X1 + 1,367X2 + 11117,85X3 – 5,029X4 + 4,59X5 + 1,91X6 Dari hasil analisis regresi diatas maka konsep pemberdayaan berbasis klaster sosial ekonomi untuk pengembangan ekonomi lokal. Dapat dilakukan dengan prinsip sebagai berikut: • Seluruh jaringan klaster harus memiliki komitmen yang sama dan saling mendukung. Yang dimaksud adalah mengenai pinjam-meminjam modal antara juragan dengan pedagang khususnya dalam hal pemotongan hasil tangkapan dan penentuan harga yang dipegang oleh pedagang sebagai hulu dari saluran pemasaran ke industri. Kemudian prinsip saling mendukung artinya komponen yang ada dalam klaster harus saling bersimbiosis mutualisme dalam kegiatan perikanan. Hal ini terkait dengan pedagang yang diposisikan sebagai mitra usaha dan para juragan tetap berusaha untuk mendukung kegiatan usaha pedagang ikan tersebut • Memiliki prinsip kerja yang saling menguntungkan. Prinsip saling menguntungkan berarti keuntungan yang diperoleh dalam klaster untuk semua jaringan yang menjadi bagian klaster. Pinjaman modal sangat membantu nelayan dalam meningkatkan produksi hasil tangkapan. • Mampu melihat peluang pasar. Produk yang dihasilkan oleh direspon bagus oleh pasar. Dalam hal ini nelayan dengan pedagang perlu melihat peluang pasar karena hasil tangkapan ikan merupakan komoditas ekspor yang cukup menjanjikan. • Pemasaran secara kolektif. Prinsip pemasaran kolektif artinya produk yang dihasilkan klaster dapat digunakan untuk mendapatkan harga yang lebih baik dan mempunyai keuntungan yang lebih besar. Produk harus dipasarkan secara kolektif dan dalam jumlah yang proporsional . Faktor utama yang mempengaruhi pemasaran kolektif, adalah: Skala usaha, Teknologi dan Mitra Pedagang dan Ikatan Modal. b. Kajian kebijakan atau program dari Pemerintah atau pihak lain kaitannya dengan eksistensi keberdayaan nelayan, seberapa besar efektifitas dan tingkat keberhasilannya untuk kesejahteraan nelayan Implementasi pelaksanaan program-program pemberdayaan belum banyak mengakomodir nelayan kecil. Pelaksana kegiatan monitoring dan evaluasi program berpusat pada Dinas Kelautan dan Perikanan setempat. Kegiatan bersifat pada pola nonparticipatory, Masyarakat local belum secara local inisiative ikut serta melakukan monitoring dan aktif ikut merencanakan kegiatan proyek sesuai kebutuhannya. c. Studi model pemberdayaan pemberdayaan berbasis klaster social-ekonomi perikanan dengan memasukkan factor internal dan eksternal sebagai factor imbangan. Dari Analisis SWOT yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa posisi Pemberdayaan dengan Klaster Sosial-Ekonomi Perikanan Nelayan Pancing dan Gill Net Teluk Prigi berada pada sel 5. yaitu: Growth Strategy atau strategi pert

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/88/050803237
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 29 Oct 2008 08:35
Last Modified: 21 Oct 2021 03:35
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132547
[thumbnail of 050803237.pdf]
Preview
Text
050803237.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item