Perubahan Kondisi Pembudidaya Tambak Tradisional Sebagai Dampak Bencana Lumpur Lapindo di Kabupaten Jawa Timur

IghaFarahRahmayanie (2008) Perubahan Kondisi Pembudidaya Tambak Tradisional Sebagai Dampak Bencana Lumpur Lapindo di Kabupaten Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Bencana lumpur Lapindo yang terjadi pada 2 tahun lalu tepatnya 27 mei 2006 sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan berhenti. Dampak yang terjadi dengan adanya bencana tersebut yaitu keadaan sumberdaya alam khususnya sumberdaya perikanan mengalami penurunan hasil produksi, serta banyaknya pencemaran lingkungan air, tanah, dan udara. Pihak PT. Lapindo Brantas pun belum memberi perhatian ganti rugi seluruhnya terhadap pembudidaya tambak disekitar luapan lumpur. Dengan fenomena sosial yang ada akibat bencana lumpur Lapindo ini, dan dari data tahunan Dinas Kelautan dan perikanan yang ada diketahui telah terjadi penurunan hasil produksi tambak. Dan dampak dari bencana lumpur lapindo ini bagi pembudidaya tambak dengan hasil produksi yang berkurang , kemungkinan adanya perubahan perekonomian pembudidaya tambak juga telah mengalami perubahan. Apabila ini terjadi keadaaan pembudidaya tambak yang terkena dampak bencana lumpur Lapindo lama-kelamaan akan terancam kehilangan mata pencaharian mereka dan tidak dapat memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari. Dusun Bangunsari teletak di utara kali Porong, merupakan salah satu daerah tambak yang potensial di Kabupaten Sidoarjo. Pembuangan lumpur ke kali Porong menyebabkan pembudidaya tambak mengalami penurunan ekonomi yang besar. Karena hasil tambahan pembudidaya tambak sebelum bencana Lumpur yaitu udang werus yang diambil benihnya dari kali Porong sudah tidak ada lagi. Meskipun pembuangan Lumpur ke kali Porong tidak sering namun dampak dari pembuangan lumpur sebelumya mengakibatkan endapan didasar kali Porong sehingga mengakibatkan air kali Porong tercemar. Ini juga berimbas ke pembudidaya tambak aliran air untuk tambak mereka seringkali terkena ikutan lumpur, sehingga menyebabkan udang windu yang dihasilkan tidak cukup umur panen dan juga berukuran kecil yang mengakibatkan mempengaruhi harga jual produk di pasar. Sehubungan dengan permasalahan tersebut maka tujuan dari penelitian ini antara lain untuk mengetahui : (1) Keadaan teknis budidaya sebelum dan setelah terjadinya bencana lumpur Lapindo. (2 ) Terjadinya perubahan produksi budidaya tambak dan kontribusinya terhadap produksi perikanan di kabupaten Sidoarjo. ( 3) Keadaan perekonomian para pembudidaya sebagai dampak dari bencana lumpur Lapindo, yang meliputi keuntungan, rentabilitas dan faktor share (hasil produksi). (4) Terjadinya perubahan sosial yang terjadi pada pembudidaya tambak sebagai dampak dari bencana lumpur. Sedangkan kegunaan dari penelitian ini diharapkan dapatberguna bagi : (1) Bagi Pembudidaya sebagai bahan informasi dan untuk mengambil langkah-langkah yang harus diambil untuk mendapatkan hasil produksi yang sama sebelum terjadinya bencana lumpur Lapindo dan untuk mengembangkan usahanya. (2) Pemerintah sebagai data informasi tambahan dan sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan kebijakan dan memberikan penyuluhan untuk dapat meningkatkan hasil produksi pembudidaya tambak di Kecamatan Jabon. (3) Peneliti sebagai Bahan informasi untuk penelitian lebih lanjut yang berhubungan dengan perubahan kontribusi hasil perikanan yang mempengaruhi pendapatan daerah terhadap dampak luapan lumpur panas PT. Lapindo Brantas Inc. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif yang menggambarkan keadaan tentang gejala atau keadaan suatu tempat. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik survei. Data yang dikumpulkan berupa data primer yang didap melalui wawancara dan observasi. Sedangkan data sekundernya diperoleh dari instansi-instasi yang berhubungan dengan masalah penelitian ini. Sampel diambil dengan acak distratifikasi (stratified random sampling). Sampel dibagi dalam tiga strata yaitu pembudidaya dengan luas lahan tambak < 2 hektar, pembudidaya dengan luas lahan tambak 2 - 5 hektar dan pembudidaya dengan luas lahan tambak > 5 hektar. Penelitian ini dilakukan di Dusun Bangunsari Desa Tambakkalisogo Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur. Pada bulan April sampai dengan Mei 2008. Jumlah keseluruhan responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 17 orang. Pada pengolahan tambak tradisional di Dusun Bangunsari ini, pembudidaya tambak tidak melakukan perubahan terhadap cara pengolahan tambaknya . Pada tahun 2004 penerimaan total selama tiga bulan hasil produksi untuk budidaya udang windu sebanyak 10.000,- kg dengan nilai penerimaan sebesar Rp. 709.000.000,-. Hasil produksi untuk udang vanamei pada tahun 2004 penerimaan total selama tiga bulan sebanyak 2.250 kg dengan besar penerimaan sebesar Rp. 66.250.000,- dan hasil produksi untuk hasil budidaya ikan bandeng sebanyak 9.050 kg dengan besar penerimaan sebesar Rp. 192.400.000,-. Pada tahun 2008 penerimaan total selama tiga bulan hasil produksi untuk budidaya udang windu sebanyak 5.600 kg dengan nilai penerimaan sebesar Rp. 354.140.000,-. Hasil produksi untuk udang vanamei pada tahun 2008 dengan penerimaan total selama riga bulan sebanyak 1.100 kg dengan besar penerimaan sebesar Rp. 29.500.000,- dan hasil produksi untuk hasil budidaya ikan bandeng sebanyak 8.195 kg dengan besar penerimaan Rp. 151.660.000,- . Hasil produksi budidaya tambak pada tahun 2008 mengalami penurunan, dimana pada tahun 2008 mengalami penurunan hasil produksi budidaya sebagai dampak dari bencana lumpur Lapindo akibat pembuangan lumpur di kali Porong. Perubahan sosial pembudidaya tambak di Dusun Bangunsari Desa Tambakkalisogo pada keadaan perekonomian mereka yang semakin menurun setelah terjadinya bancana lumpur, sebagai akibat pembuangan lumpur Lapindo di kali Porong yang merupakan aliran air utama bagi tambak-tambak di Dusun Bangunsari. Perubahan sosial yang terjadi yaitu masyarakat yang ingin adanya perhatian khusus terhadap tambak miliknya yang mengalami penurunan hasil produksi dengan cara penyuluhan bagaimana mengatasi masalah penurunan hasil produksi tersebut. Dari pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa dampak dari bencana lumpur Lapindo bagi pembudidaya tambak dari aspek ekonomi cukup besar, karena hasil produksi yang sedikit dan kualitas yang buruk mengakibatkan harga jual produk rendah, sehingga pendapatan pembudidaya tambak menurun. Saran yang dianjurkan antara lain Perlu diadakannya penyuluhan tentang pengolahan tambak tradisional yang baik untuk menangani keadaan tambak yang jelek akibat dampak bencana lumpur sehingga pembudidaya tambak dapat mengatasi apabila terjadi penurunan hasil produksi tambaknya, Mengembangkan dan membangun kawasan jalan utama Dusun Bangunsari sebagai kontribusi pemerintahan bagi para pembudidaya tambak di Dusun Bangunsari.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/76/050803225
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 25 Oct 2008 09:46
Last Modified: 21 Oct 2021 03:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132535
[thumbnail of 050803225.pdf]
Preview
Text
050803225.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item