Hubungan Sosial Ekonomi Abtara Nelayan dan Tengkulak (: studi Kasus Dugaan Eksploitatif Tengkulak Terhadap Nelayan dan Penyebab Kemiskinan Nelayan di Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya

RossieVirgavani (2008) Hubungan Sosial Ekonomi Abtara Nelayan dan Tengkulak (: studi Kasus Dugaan Eksploitatif Tengkulak Terhadap Nelayan dan Penyebab Kemiskinan Nelayan di Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Masalah kemiskinan memang telah lama ada sejak dahulu kala. Kemiskinan nelayan termasuk dalam kemiskinan relatif yang artinya adalah kemiskinan yang dilihat dari perbandingan dengan keadaan sekitarnya, daripada lingkungan orang yang bersangkutan. Faktor – faktor yang menyebabkan kemiskinan tersebut juga sangat kompleks yang terkait satu sama lain dan akibat dari situasi kemiskinan tersebut juga sangat kompleks. Sering terjadi, akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kemiskinan berulang kembali menjadi sebab dari kelangsungan hidup kemiskinan. Demikian seterusnya, sehingga menyulitkan kita untuk memutus rantai lingkaran kemiskinan tersebut. Salah satu penyebab kemiskinan nelayan yang sampai saat ini masih di perdebatkan oleh para sosiolog maupun antropolog adalah adanya unsur eksploitasi antara tengkulak dengan nelayan di Indonesia. Di satu sisi ada yang menyebutkan bahwa tengkulak mempunyai pengaruh yang buruk bagi nelayan di Indonesia, Tetapi di sisi lain ada yang berpendapat bahwa kehadiran tengkulak dalam kehidupan nelayan di Indonesia tidak selamanya memberikan pengaruh yang negatif, karena para tengkulak membantu kebutuhan sosial ekonomi nelayan. Penyebab kemiskinan nelayan yang cukup potensial adalah masih kuatnya cengkeraman tengkulak dalam kegiatan ekonomi perikanan dan hubungan kerjasama ekonomi diantara kedua belah pihak dipandang bersifat eksploitatif bagi nelayan. Akan tetapi memahami peranan tengkulak tidak selalu bersifat negatif, karena mereka juga berperan dalam menggerakkan roda perekonomian desa-desa nelayan. Kondisi tersebut telah terlihat pada nelayan di Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya dimana berdasarkan survei dan wawancara yang telah saya lakukan didapatkan bahwa sebagian besar nelayan di daerah tersebut memutuskan untuk bekerja sama dengan tengkulak, karena ketika para nelayan mengalami kesulitan keuangan, dan membutuhkan modal secepat mungkin, mereka dapat segera mendapatkannya dari tengkulak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui : (1) Gejala eksploitasi di dalam hubungan kerjasama para nelayan dengan tengkulak, (2) Hubungan kerja sama antara tengkulak dan nelayan yang eksploitatif merupakan salah satu penyebab kemiskinan nelayan Kegunaan dari penelitian ini : (1) Bagi pemerintah untuk membuat kebijakan – kebijakan yang lebih baik yang nantinya benar-benar dapat membantu dan bermanfaat bagi nelayan dalam rangka mengatasi masalah ekonomi dan sosial nelayan sehingga kehidupan nelayan bisa menjadi lebih baik dan maju (2)Bagi masyarakat nelayan dan tengkulak, penelitian ini diharapkan dapat memberikan saran bagi nelayan dan tengkulak agar hubungan tersebut dapat di perbaiki menjadi lebih baik sehingga hubungan tersebut tidak hanya menguntungkan sepihak saja yaitu pihak tengkulak melainkan ke dua belah pihak, dengan kata lain hubungan tersebut benar-benar seimbang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode studi kasus, jenis data yang diambil data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data meliputi : observasi, wawancara, dan dokumen. Jumlah responden dalam penelitian dalah 6 orang yang terdiri dari 2 juragan (tengkulak) dengan masing-masing juragan memiliki 2 anak buah. Analisa yang di gunakan dalam penelitian ini adalah Pembuatan Ekspalanasi dan Deskriptif Kuantitatif yaitu Analisa Keuntungan, RTC da R/C Ratio Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Kenjeran RT 01 RW 02 Kecamatan Bulak, Kota Surabaya, Propinsi Jawa Timur. Pada bulan April sampai dengan Mei 2008.Jumlah keseluruhan responden yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 6 orang. Yang terdiri dari 2 orang tengkulak, dimana setiap tengkulak masing-masing memiliki 2 klien atau nelayan . Dilihat dari segi sosial baik nelayan maupun tengkulak tidak merasa di eksploitasi ataupun mengeksploitasi. Kedua belah pihak sama-sama mengaku bahwa dirinya memang saling membutuhkan dan kedua belah pihak saling menguntungkan. Padahal dari segi ekonomi terlihat jelas ketimpangan yang sangat jauh. Disini dapat dijelaskan bahwa ada faktor-faktor yang menyebabkan nelayan tidak meyadari adanya unsur eksplotasi, faktor – faktor tersebut antara lain :Keputusan tengkulak yang memilih lebih baik tergantung dari pada bebas tanpa jaminan,Sifat pasrah nelayan, yang terpenting kebutuhan primer dapat terpenuhi,kurangnya pengetahuan nelayan tentang analisa ekonomi,dll. Gaya hidup nelayan yang konsumtif ketika mendapat pendapatan berlebih juga tidak bisa sepenuhnya dianggap sebagai penyebab miskinnya kehidupan mereka. Meskipun nelayan mengurangi gaya hidup yang konsumtif, pada saat memperoleh pendapatan yang lebih banyak dari biasanya, uang tersebut akan di gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ketika nelayan mengalami musim paceklik sehingga ketika mulai musim ikan uang tersebut sudah habis dan uang untuk kebutuhan melaut sudah tidak ada dan pada akhinya memaksa nelayan untuk meminjam uang pada pihak lain. Kesimpulan dari penelitian ini : Dalam hubungan kerja sama nelayan dan tengkulak memang terdapat gejala eksploitasi yang terlihat pada analisa ekonomi menggunakan Keuntungan, Return to Total capital (RTC) dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), tetapi di sini nelayan tidak menyadarinya. Hal ini di sebabkan karena beberapa faktor dan hubungan tersebut bukanlah hal yang menyebabkan terjadinya kemiskinan nelayan di Indonesia Saran yang dianjurkan antara lain perlu adanya perubahan pada sistem kerja sama antara juragan dan anak buah terutama dalam hubungan ekonomi mereka,kemudian perlu di bangun Lembaga Ekonomi Lokal seperti KUD Mina serta perlu adanya penyuluhan-penyuluhan yang mengajarkan diversifikasi produk dan manajemen perekonomian.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/74/050803223
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 25 Oct 2008 09:34
Last Modified: 21 Oct 2021 03:31
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132533
[thumbnail of 050803223.pdf]
Preview
Text
050803223.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item