Pengaruh Konsumsi Larutan dan Gel Rumput Laut Gelidium spp Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Wistar (Rattus novergicus).

GugunGunawan (2008) Pengaruh Konsumsi Larutan dan Gel Rumput Laut Gelidium spp Terhadap Kadar Glukosa Darah Tikus Putih Wistar (Rattus novergicus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Serat makanan (diatery fiber) adalah komponen dalam tanaman yang tidak tercerna secara enzimatik menjadi bagian-bagian yang dapat diserap di saluran pencernaan. Serat sangat baik untuk kesehatan, yaitu membantu mencegah sembelit, mancegah kanker, mencegah sakit pada usus besar, membantu menurunkan kadar kolesterol, mencegah wasir, membantu menurunkan berat badan, membantu mengontrol kadar gula dalam darah, dan lain-lain Salah satu sumber serat yang banyak ditemui yaitu pada rumput laut misalnya jenis Gelidium spp. Pada rumput laut Gelidium spp memiliki kandungan total serat makanan sebesar 79.81 %. Sehubungan dengan tingginya kadar serat dalam rumput laut, dan fungsi fisiologis serat pangan terhadap penurunan kadar glukosa darah, dengan demikian perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rumput laut Gelidium spp yang dimodifikasi dalam bentuk gel dan larutan terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus putih wistar (Rattus novergicus). Tujuan umum dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung rumput laut Gelidium spp dalam bentuk gel dan larutan terhadap kadar glukosa darah, sedangkan tujuan penelitian secara khusus adalah untuk menentukan efektifitas tepung rumput laut Gelidium spp bentuk gel dan larutan dalam menurunkan kadar glukosa darah dan untuk mendapatkan konsentrasi tepung rumput laut Gelidium spp bentuk gel dan larutan yang paling efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Pangan dan Gizi, Pusat Antar Universitas (PAU) dan Laboratorium Penelitian dan Pengujian Terpadu (LPPT) Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, pada bulan Juli – Agustus 2007. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental. Penelitian ini dapat dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial. Faktor perlakuan pada penelitian ini terdiri dari faktor bentuk pemberian rumput laut (A) yang terdiri dari bentuk larutan (A1) dan bentuk gel (A2), sedangkan faktor konsentrasi pemberian larutan dan gel tepung Gelidium spp (B) yang terdiri dari konsentrasi kontrol (+) 0.0 %, kontrol (-) 0.0 %, konsentrasi 5.0 % (B1), konsentrasi 7.5 % (B2), dan konsentrasi 10.0 % (B3). Adapun pengamatan pada hari ke- 0, 3, 6, 9, 12, 15, dan ke-18, digunakan sebagai kelompok pengamatan.Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan menggunakan ANOVA (Analysis of Variance) dan dianalisis lebih lanjut dengan uji Tukey. Parameter uji yang digunakan meliputi analisis kadar glukosa darah, analisis proksimat tepung rumput laut Gelidium spp dan pakan, analisis serat makanan, jumlah pakan yang dikonsumsi, jumlah feses, berat badan, kadar glukosa urin, dan hispatologi pankreas. Konsentrasi dan lama pemberian tepung rumput laut Gelidium spp dalam bentuk gel dan larutan berpengaruh nyata (p<0.05). Bentuk dan konsentrasi berpengaruh nyata terhadap jumlah feses yang dikeluarkan oleh tikus (p<0.05). Bentuk dan konsentrasi tepung rumput laut Gelidium spp, berpengaruh nyata terhadap berat badan tikus (p<0.05), sedangkan perlakuan hari memberikan berpengaruh nyata terhadap penurunan kadar glukosa darah tikus (p<0,05), begitu pula pengaruh bentuk dan perlakuan konsentrasi berpengaruh nyata (p<0,05). Tepung rumput laut Gelidium spp bentuk gel dan larutan dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar Rattus novergicus, pemberian tepung rumput laut Gelidium spp dalam bentuk gel lebih efektif dalam menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar Rattus novergicus, dan pemberian tepung rumput laut Gelidium spp bentuk gel konsentrasi 10.0 % paling efektif menurunkan kadar glukosa darah tikus wistar Rattus novergicus. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang dampak negatif dari pemberian serat makanan yang berlebih terhadap mekanisme pencernaan dan organ pencernaan makanan, selain itu juga perlu dilakukan teknik pewarnaan imunohistokimia agar komponen sel-sel pulau langerhan pada jaringan pankreas dapat teridentifikasi.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/69/050803218
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 25 Oct 2008 08:56
Last Modified: 21 Oct 2021 03:28
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132527
[thumbnail of 050803218.pdf]
Preview
Text
050803218.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item