Studi Identifikasi Pelecypoda di Kawasan Mangrove Kelurahan Mangunharjo, Kotamadya Probolinggo, Jawa Timur

TeguhWicaksono (2008) Studi Identifikasi Pelecypoda di Kawasan Mangrove Kelurahan Mangunharjo, Kotamadya Probolinggo, Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Moluska merupakan salah satu sumberdaya hayati laut yang potensial di perairan Indonesia. Beberapa jenis hewan ini memiliki nilai ekonomis dan dapat dimanfaatkan baik daging maupun cangkangnya, sebagian besar moluska hidup di laut dan sebagian kecil hidup di darat yaitu air tawar dan air payau. Moluska terdiri dari lima kelas yaitu Amphineura, Gastropoda, Pelecypoda, Cephalopoda dan Scapopoda. Tujuan dari Penelitian Skripsi ini adalah untuk mengetahui jenis atau komposisi, pola distribusi dan keanekaragaman pelecypoda dihubungkan dengan faktor-faktor lingkungan seperti jenis substrat, arus, pasang surut, salinitas, bahan organik, pH dan suhu perairan di pantai Mangunharjo, Kotamadya Probolinggo, Jawa Timur. Penelitian Skripsi dilaksanakan bulan Juli 2007. Metode yang digunakan dalam Penelitian Skripsi adalah metode survei, data diperoleh dari pengambilan data primer dan data sekunder. Pengambilan data primer dengan wawancara dan observasi, sedangkan pengambilan data sekunder dari laporan-laporan serta pustaka yang menunjang. Penentuan stasiun didasarkan atas tata guna lahan, yang mana stasiun I dekat dengan pabrik KTI, stasiun II dekat aktivitas pertambakan, stasiun III dekat dengan selokan dan stasiun IV dekat dengan aktivitas pertanian dan pertambakan. Tiap stasiun diberikan 6 plot yang mana masing-masing plot berukuran 1 m², dengan jarak antar plot berbeda-beda tergantung dari kondisi lapang. Analisis data yang digunakan berupa perhitungan kepadatan spesies, kepadatan relatif, pola distribusi dan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener. Berdasarkan hasil pengamatan di pantai Mangunharjo didapatkan 11 spesies pelecypoda yang termasuk dalam 8 famili yaitu : Gafrarium tumidum, Tapes literatus, Acra umbonata , Arctica islandica, Crassostrea cuculata, Codakia trigerina, Lorieps lacteus, Hiantula chinensis, Anadara antiquata, Placuna placenta dan Corrugated razor. Total kepadatan tertinggi rata-rata di dapatkan pada stasiun II sebesar 34444 ind/ha sedangkan total kepadatan terendah didapatkan pada stasiun III sebesar 22778 ind/ha. Pola distribusi organisme pelecypoda di semua stasiun beraturan. Hasil pengukuran sifat lingkungan fisika dan kimia lingkungan perairan dan sedimen pada pantai Mangunharjo sebagai berikut pH didapatkan nilai tertinggi di stasiun II sebesar 7-8 dan terendah di stasiun III sebesar 6-7. Salinitas tertinggi di stasiun I sebesar 31 0 /00, sedangkan salinitas terendah pada stasiun III sebesar 28-29 0/00. Suhu tertinggi di stasiun I sebesar 29-30 0C, sedangkan terendah di stasiun IV sebesar 27-29 0C. Hasil analisa bahan organik terendah pada stasiun I dan II sebesar 0.22-0.55%, sedangkan tertinggi di stasiun III sebesar 0.59-1.57%. Arus berkisar 0.4-0.53 m/s. Substrat di stasiun I, II dan IV berpasir sedangkan stasiun III lempung berpasir. Nilai Indeks Keanekaragaman pantai Mangunharjo masih dalam keadaan sedang i dengan rincian sebagai berikut stasiun I sebesar 2.87397, stasiun II sebesar 2.68777, stasiun III sebesar 1.89096 dan stasiun IV sebesar 2.56258. Nilai sedang dari indeks keanekaragaman pelecypoda berarti bahwa mempunyai arti bahwa ekosistem tersebut sebenarnya sudah lama akan tetapi dengan adanya stress dari lingkungan sekitarnya baik dari aktifitas manusia maupun tekanan dari alam, maka kondisi ekosistem tersebut mudah berubah baik ke rendah maupun ke tinggi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pelecypoda yang ada di kawasan mangunharjo ada yang bersifat infauna dan ada yang menempel pada akar maupun batang mangrove. Keberadaan pelecypoda baik keanekaragamannya maupun jumlahnya tergantung dari seberapa besar ekosistem tersebut mendapat pengaruh lingkungan luar dan daya dukung lingkungan terhadap kehidupan pelecypoda. Saran yang penulis harapkan adalah meskipun indeks keanekaragaman pelecypoda menunjukkan nilai sedang, tidak berarti keanekaragaman pelecypoda selalu dalam kondisi yang aman, karena bila tidak di jaga maka nilai indeks keanekaragaman akan mengarah ke arah tingkat rendah, untuk itu perlu ada perhatian dari semua pihak untuk menjaga ekosistem pesisir perlunya tindakan atau upaya untuk menjaga tingkat keanekaragaman dan komunitas pelecypoda, agar komunitas pelecypoda tidak mengalami penurunan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/47/050803096
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 17 Oct 2008 08:39
Last Modified: 21 Oct 2021 03:22
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132507
[thumbnail of 050803096.pdf]
Preview
Text
050803096.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item