Hubungan Mutu Sumber Daya Manusia Terhadap Hasil Tangkap Nelayan Sekoci Di Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur

AriadianiPrimasari (2008) Hubungan Mutu Sumber Daya Manusia Terhadap Hasil Tangkap Nelayan Sekoci Di Perairan Prigi Kabupaten Trenggalek Propinsi Jawa Timur. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Negara Republik Indonesia memiliki perairan yang sangat luas, khususnya perairan lautnya. Dua per tiga dari seluruh wilayahnya terdiri dari lautan. Di samping, itu sebagai Negara kepulauan, memiliki sekitar 17.508 pulau besar dan kecil, dengan garis pantai sepanjang 81.000 km. secara rinci luas perairan nusantara terdiri dari perairan Indonesia seluas 3,1 juta km2 yang terbagi menjadi perairan laut nusantara seluas 2,8 juta km2, kemudian perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia seluas 2,7 km2 (Subani dan Barus, 1989). Keberhasilan operasi penangkapan ikan dipengaruhi oleh banyak faktor diantaranya adalah alat tangkap itu sendiri, kapal, alat bantu serta sumber daya manusia yang mengoperasikannya (Anonymous, 2004). Menurut Simanjuntak (1995) sumber daya manusia adalah usaha kerja atau jasa yang diberikan dalam proses produksi. Mutu dari sumber daya manusia inilah yang sangat mempengaruhi keberhasilan penangkapan ikan. Mutu sumber daya manusia diperoleh dari pelatihan dan pendidikan yang pernah ditempuh. Karena dengan pernah menempuh pendidikan dan pelatihan maka dapat diketahui seberapa besar kemampuan nelayan dalam memanfaatkan sumber daya alam yang telah tersedia. Di perairan Prigi terdapat armada sekoci dengan sumber daya manusia berasal dari daerah asal yang beraneka ragam. Menggunakan alat tangkap antara handline, vertical line dan tonda. Untuk menggunakan alat tangkap diperlukan keterampilan dan pengalaman yang tentunya tidak diperoleh dalam waktu yang singkat. Keterampilan dan pengalaman inilah merupakan faktor penentu keberhasilan kegiatan penangkapan ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan rata-rata pendidikan terhadap produksi armada sekoci, mengetahui hubungan rata-rata lama bekerja (pengalaman) terhadap armada sekoci, mengetahui hubungan pelatihan terhadap produksi nelayan sekoci, mengetahui hubungan status asal dari nelayan terhadap produksi armada sekoci, serta untuk mengetahui elastisitas dari pendidikaan dan pengalaman armada sekoci. Kegunaan dari penelitian ini adalah untuk memberikan profil mengenai karakteristik mutu sumber daya manusia nelayan sekoci di Prigi yang meliputi pendidikan, pengalaman dan pelatihan yang dapat dijadikan acuan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan untuk meningkatkan kemajuan di bidang penangkapan serta sebagai sumber informasi bagi nelayan untuk lebih meningkatkan mutu sumber dayanya. Merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode survei. Teknik pengambilan data berupa wawancara kepada nelayan sekoci, observasi langsung terhadap keadaan umum daerah penelitan serta pemberian kuisioner kepada nelayan sekoci. Analisis data menggunakan program SPSS 11.0. Diperoleh hasil penelitian bahwa karakteristik nelayan sekoci di Prigi terdiri dari nelayan andon (pendatang) dan nelayan lokal. Sebanyak 37% nelayan sekoci berpendidikan sampai Sekolah Dasar (SD), pada umumnya nelayan andon (pendatang) lebih lama menjadi nelayan sekoci daripada nelayan lokal. Mereka mulai umur 12 tahun sudah mampu mengoperasikan alat tangkap pancing yang merupakan alat tangkap utama pada armada sekoci. Sedangkan kebanyakan dari nelayan lokal adalah nelayan yang pada mulanya tidak menggunakan alat tangkap pancing. Mereka sengaja beralih alat tangkap dari jaring ke alat tangkap pancing. Sehingga dapat dikatakan bahwa nelayan lokal memiliki pengalaman yang terbilang masih muda. Hubungan mutu sumberdaya manusia dengan produksi menggunakan model regresi linear berganda pada α 5% dengan variabel produksi (Y), rata-rata pendidikan (X1), pengalaman nahkoda (X2), pengalaman ABK (X3), pelatihan nahkoda (X4), dan status asal (X5) diperoleh persamaan sebagai berikut : Y = 55,207 + 18,371X 1 + 12,138X2 + 0,282X3 + 45,310X4 – 17,603X5 Nilai R2 sebesar 0.632 yang berarti mutu sumberdaya manusia memiliki hubungan keeratan dengan produksi sebesar 63,2%. Dari uji-F ditunjukkan bahwa F-hitung lebih besar dari F-tabel (10,980>2,621) yang berarti mutu sumber daya manusia berpengaruh signifikan terhadap produksi atau faktor mutu sumber daya manusia dapat digunakan untuk menjelaskan produksi. Dari uji-t diperoleh hubungan secara parsial antara mutu sumber daya manusia terhadap produksi dengan nilai t-tabel sebesar 1,699. Mutu sumber daya manusia yang memiliki hubungan signifikan terhadap produksi adalah yang memiliki t-hitung lebih besar dari t-tabel yaitu, rata-rata pendidikan dengan t-hitung 2,295, pengalaman nahkoda dengan t-hitung 3,481. Sedangkan mutu sumber daya manusia yang memiliki hubungan yang tidak signifikan adalah yang memiliki t-hitung lebih kecil dari t-tabel yaitu, pelatihan nahkoda dengan t-hitung 1,622, pengalaman ABK dengan t-hitung 0,057 dan status asal dengan t-hitung -0,700. Dari hasil perhitungan elastisitas (E) pendidikan dan pengalaman disimpulkan bahwa diperlukan adanya perbaikan pendidikan terhadap mutu nelayan sekoci. Disarankan untuk memperoleh hasil produksi yang maksimal maka diperlukan mutu sumber daya manusia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai sehingga kegiatan penangkapan di atas kapal berjalan lancar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/4/050802987
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 14 Oct 2008 14:14
Last Modified: 21 Oct 2021 03:21
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132502
[thumbnail of 050802987.pdf]
Preview
Text
050802987.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item