Pengaruh Perlukaan Penginfeksian Dan Pemuasaan Terhadap Gambaran Darah (Hematologi) Ikan lele (Clarias sp).

Cheerli (2008) Pengaruh Perlukaan Penginfeksian Dan Pemuasaan Terhadap Gambaran Darah (Hematologi) Ikan lele (Clarias sp). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya, Malang pada tanggal 16 Februari– 1 Maret 2008. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui untuk mendapatkan data tentang gambaran hematologi ikan lele ( Clarias sp) yang sehat, yang dilukai, yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan yang dipuasakan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi informasi terhadap gambaran hematologi ikan lele ( Clarias sp) yang sehat, yang dilukai, yang diinfeksi bakteri Aeromonas hydrophila dan yang dipuasakan. Serta sebagai salah satu data yang dapat digunakan sebagai diagnosa awal dari kesehatan ikan lele. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen yaitu mengadakan percobaan untuk melihat suatu hasil atau hubungan kausal antara variabel-variabel yang diselidiki. Rancangannya menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah perlukaan dalam waktu 6 jam, penginfeksian dengan menggunakan bakteri Aeromonas hydrophila dalam waktu 24 jam menggunakan metode perendaman dan pemuasaan selama 7 hari yang masing-masing diulang sebanyak 3 kali. Ikan uji menggunakan ikan lele dumbo berukuran 15–25 cm yang diperoleh dari Laboratorium Sumber Pasir. Hasil penelitian pada pengamatan hematologi menunjukkan bahwa perlakuan yang diberikan terhadap ikan lele dumbo telah memberikan hasil yang berbeda sangat nyata terhadap nilai hematokrit, kadar haemoglobin, jumlah total eritrosit, jumlah total leukosit, persentase neutrofil, monosit, limfosit dan trombosit. Ini berarti menerima H1 dan menolak H0. Terjadi peningkatan pada nilai hematokrit, kadar haemoglobin, jumlah total eritrosit dan persentase limfosit terhadap ikan yang tidak diberikan perlakuan (ikan sehat). Berdasarkan hasil pengamatan diperoleh nilai hematokrit pada ikan kontrol (sehat) sebesar 29,63% dan terjadi penurunan pada perlakuan C (dipuasakan) sebesar 27,80% perlakuan A (dilukai) sebesar 25,63% dan pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 20,60%. Jumlah kadar haemoglobin pada ikan kontrol (sehat) sebesar 5,61 g% dan terjadi penurunan pada perlakuan C (dipuasakan) sebesar 5,30 g% Perlakuan A (dilukai) sebesar 4,59 g% dan pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 3,21 g% Jumlah total eritrosit tertinggi pada ikan kontrol (sehat) sebesar 6,1496 (106sel/ml) perlakuan C (dipuasakan) sebesar 6,1359 (106sel/ml) perlakuan A (dilukai) sebesar 5,9893 (106sel/ml) dan pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 5,9313(106sel/ml) Jumlah limfosit pada ikan kontrol (sehat) sebesar 89.03% perlakuan C (dipuasakan) sebesar 85,00% perlakuan A (dilukai) sebesar 81,00% dan yang pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 74,97% Terjadi peningkatan terhadap jumlah total leukosit, neutrofil, monosit dan trombosit terhadap ikan yang diberikan perlakuan (dilukai, diinfeksi bakteri dan dipuasakan). Dengan nilai pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 5,9330 (105 sel/ml) perlakuan A (dilukai) sebesar 5,8442(105 sel/ml) perlakuan C (dipuasakan) sebesar 5,8280 (105 sel/ml) dan pada ikan kontrol (sehat) sebesar 5,36531(105 sel/ml )Jumlah neutrofil pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 15,1% perlakuan A (dilukai) sebesar 13,0% perlakuan C (dipuasakan) sebesar ii 11,0% dan pada ikan kontrol (sehat) sebesar 8,9%. Jumlah monosit pada perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 9,90% perlakuan A (dilukai) sebesar 5,97% perlakuan C (dipuasakan) sebesar 3,97%. Jumlah trombosit juga mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan nilai pada perlakuan A (dilukai) sebesar 57,00 lalu perlakuan B (diinfeksi bakteri) sebesar 44,33 kemudian perlakuan C (dipuasakan) sebesar 24,00 dan pada ikan kontrol sebesar 14,66. Kesimpulan yang dapat diambil dari penelitian ini adalah pemberian perlakuan pada memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata untuk uji hematologi dan tidak berpengaruh untuk kelulushidupan ikan lele dumbo. Adanya peningkatan nilai hematokrit, kadar haemoglobin dan jumlah eritrosit pada ikan dalam keadaan sehat dan adanya peningkatan terhadap jumlah leukosit, neutrofil, monosit dan trombosit terhadap gambaran darah ikan yang diberikan perlakuan. Hal ini sesuai dengan fungsi dari masing-masing komponen yang ada di dalam darah. Berdasarkan hasil penelitian dapat disarankan bahwa perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai standart hematologi untuk ikan lele dumbo. Hasil pengamatan komponen sel darah dapat digunakan untuk menilai status kesehatan ikan.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/36/050803035
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 16 Oct 2008 16:01
Last Modified: 20 Oct 2021 05:40
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132499
[thumbnail of 050803035.pdf]
Preview
Text
050803035.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item