Identifikasi Dan Uji Invitro Bakteri Penyebab Ekor Melepuh Pada Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Menggunakan Gentamicin.

NoviNurhayati (2008) Identifikasi Dan Uji Invitro Bakteri Penyebab Ekor Melepuh Pada Lobster Air Tawar (Cherax quadricarinatus) Menggunakan Gentamicin. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Balai Karantina Ikan Juanda Surabaya kemudian dilanjutkan di Laboratorium Parasit dan Penyakit Ikan, Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya, Malang pada bulan Maret - Oktober 2007. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bakteri penyebab ekor melepuh pada lobster air tawar Cherax quadricarinatus dan untuk mengetahui sensitivitas gentamicin dengan dosis yang berbeda terhadap bakteri yang menyebabkan ekor melepuh, serta untuk mengetahui perbedaan jaringan ekor dan hepatopankreas lobster yang sehat maupun yang terinfeksi bakteri. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen, dengan rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 5 perlakuan 3 kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah perbedaan dosis gentamicin 10 ppm, 15 ppm, 20 ppm, 25 ppm dan 30 ppm. Parameter utama dalam penelitian ini adalah daya hambat gentamicin terhadap bakteri penyebab ekor melepuh lobster air tawar Cherax quadricarinatus . Sedangkan parameter penunjang adalah pH media dan pengamatan kerusakan jaringan ekor dan hepatopankreas lobster (histopatologi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri yang menyebabkan ekor melepuh pada lobster air tawar Cherax quadricarinatus adalah Aeromonas hydrophila dan Aeomonas caviae . Pemberian gentamicin dengan dosis yang berbeda berpengaruh nyata terhadap daya hambat bakteri penyebab ekor melepuh lobster air tawar Cherax quadricarinatus. Hasil uji BNT menunjukkan bahwa perlakuan E (30 ppm) memberikan rata-rata diameter daya hambat terbaik sebesar 15,33 mm, diikuti oleh perlakuan D (25 ppm) sebesar 14,33 mm dan C (20 ppm) sebesar 12,33 mm, kemudian perlakuan B (15 ppm) sebesar 14 mm dan perlakuan A (10 ppm) sebesar 13 mm. Berdasarkan analisis polynomial orthogonal , hubungan antara dosis gentamicin dengan diameter daya hambat berbentuk linier dengan persamaan Y = 11,8 + 0,1X dengan R2 = 0,43 dan r = 0,65. Semakin tinggi dosis gentamicin maka semakin tinggi daya hambat terhadap pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila penyebab ekor melepuh. Pada dosis 30 ppm, gentamicin bersifat bakteriosidal. Pengamatan histopatologi menunjukkan adanya perbedaan jaringan yang normal dan yang terinfeksi. Pada jaringan ekor lobster normal menunjukkan kumpulan sel yang masih utuh dengan inti sel yang terlihat jelas, begitu pula yang nampak pada jaringan hepatopankreas normal. Pada jaringan ekor yang terinfeksi mengalami nekrosis sel yang ditandai dengan hiperplasia. Sedangkan pada jaringan hepatopankreas yang terinfeksi menunjukkan nekrosis dengan ditandai adanya hipertrofi jaringan. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh dosis gentamicin terhadap bakteri Aeromonas hydrophila penyebab ekor melepuh pada lobster air tawar Cherax quadricarinatus secara invivo .

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/26/050803009
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 16 Oct 2008 09:24
Last Modified: 20 Oct 2021 05:33
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132489
[thumbnail of 050803009.pdf]
Preview
Text
050803009.pdf

Download (3MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item