Pengaruh Perbedaan Padat Tebar Pada Sistem Mobilisasi Bakteri Heterotrof Di Media Berstik Bambu Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei)

AndikKurniawan (2008) Pengaruh Perbedaan Padat Tebar Pada Sistem Mobilisasi Bakteri Heterotrof Di Media Berstik Bambu Terhadap Kelulushidupan Dan Pertumbuhan Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perbedaan padat tebar terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan udang vannamei ( Litopenaeus vannamei ) pada media berstik bambu dengan aplikasi sistem heterotrof. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Budidaya Air Payau Bangil, Pasuruan, Jawa Timur pada bulan Mei – Juli 2007. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah padat penebaran udang yang berbeda pada setiap bak yaitu A= 50 ekor/m2, B= 75 ekor/m2 dan C= 100 ekor/m2. Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap respon parameter yang diukur, digunakan analisis keragaman atau uji F. Apabila nilai F berbeda nyata atau sangat berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter utama yang diukur dalam penelitian ini adalah persentase kelulushidupan (SR) dan pertumbuhan (SGR) udang vannamei. Parameter penunjang yang diukur adalah kelimpahan bakteri, kelimpahan perifiton, dan kualitas air (ammonia, suhu, DO, pH, salinitas, TOM ). Berdasarkan dari hasil penelitian didapatkan bahwa padat penebaran yang berbeda dapat memberikan pengaruh nyata terhadap SR dan SGR udang vannamei yaitu pada perlakuan A sebesar 68,67% dan 11,27%, perlakuan B sebesar 53,33% dan 9,8%, serta perlakuan C sebesar 50,67% dan 8,37%. Sedangkan untuk FCR tiap perlakuan sebesar A = 0,7, B = 0,8, dan C = 0,9. Perlakuan pada penelitian ini tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap kelimpahan bakteri yang tumbuh pada media. Kelimpahan bakteri perlakuan A sebesar 9,6 x 106, B sebesar 6 x 106, dan C sebesar 3,9 x 106. Pada awal penelitian, bakteri yang dominan adalah jenis Yersinia entercolitica sebesar 92% dan jenis bakteri yang mendominasi pada akhir penelitian adalah Micrococus luteus sebesar 94%. Sedangkan untuk perifiton didominasi oleh Phylum Chrysophyta kelas Diatom ( Bacillariophyceae ) dengan kelimpahan berkisar antara 1,1 x 105 – 1,6 x 105 ind/cm2 dalam 5 minggu. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian secara keseluruhan menunjukan bahwa nilai kualitas air masih berada pada kisaran yang mendukung bagi kehidupan udang vannamei yaitu suhu berkisar antara 25 - 33°C, oksigen terlarut (DO) berkisarantara 4,3 – 8,1 ppm, pH berkisar antara 6,3 – 8,1, salinitas berkisar antara 3- 6,5 ppt, bahan organik total berkisar antara 37,92 ppm – 57,93 ppm dan ammonia (NH3) berkisar antara 0,13 – 0,18 ppm. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan untuk menggunakan padat penebaran 50 ekor/m2 dalam pemeliharaan udang vannamei ( L vannamei ) di tambak berstik bambu dengan aplikasi sistem heterotrof karena memberikan hasil terbaik. Penelitian selanjutnya sebaiknya waktu pemeliharaan lebih lama untuk mengetahui flok bakteri yang muncul diperairan akibat perlakuan sistem mobilisasi bakteri heterotrof.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/21/050803004
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 16 Oct 2008 08:53
Last Modified: 20 Oct 2021 05:30
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132485
[thumbnail of 050803004.pdf]
Preview
Text
050803004.pdf

Download (4MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item