Studi Komunitas Perifiton Pada Media Stick Bambu Dengan Padat Tebar Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Yang Berbeda

WidyaNingsih (2008) Studi Komunitas Perifiton Pada Media Stick Bambu Dengan Padat Tebar Udang Vannamei (Litopenaeus vannamei) Yang Berbeda. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Stick bambu yang didedahkan dalam air beberapa saat akan ditempeli oleh alga perifiton. Jika bambu tersebut diletakkan pada media hidup udang vannamei diduga perifiton yang menempel dapat dimanfaatkan sebagai makanan oleh udang tersebut. Disamping itu udang vannamei memiliki sifat suka memanjat atau bergerak secara vertikal, sehingga dengan adanya stick bambu ruang gerak udang vannamei akan bertambah. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Untuk mengetahui jenis dan kelimpahan perifiton pada stick bambu yang ditancapkan pada media pemeliharaan udang vannamei dengan padat tebar yang berbeda, (2). Untuk mengetahui apakah perifiton yang ada di stick bambu dapat dimanfaatkan oleh udang vannamei. Penelitian ini dilaksanakan di Balai Pengembangan Budidaya Air Payau (BPBAP) Bangil, Kabupaten Pasuruan, pada tangal 4 Juni – 11 Juli 2007. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Pengambilan sampel perifiton dan pengamatan kualitas air (suhu, pH, oksigen terlarut, karbondioksida, salinitas, nitrat, orthophospat dan klorofil a) dilakukan 3 kali (setiap 2 minggu) selama penelitian. Stick bambu yang diamati perifitonnya seluas 4 cm2, diambil secara acak dari bagian atas, tengah dan bawah. Air media dengan salinitas 5 ppt sebelum digunakan diberi kaporit 30 ppm dan diaerasi selama 3 hari. Selanjutnya air dengan volume 1m3 dimasukkan di bak perlakuan yang sudah dilapisi plastik dan diisi tanah ± 4cm. Ditambahkan satu batu aerasi pada setiap bak dengan panjang selang aerator ± 10cm dari permukaan air. Kemudian dimasukkan stick bambu dengan panjang 1m dan lebar 2cm sebanyak 10 buah pada setiap bak perlakuan dan dibiarkan selama 1 minggu tanpa dipupuk untuk menumbuhkan perifiton. Udang vannamei ( Litopenaeus vannamei ) PL (Post Larva) 24 diadaptasikan terlebih dahulu terhadap kondisi penelitian selama satu hari, kemudian pada pagi hari pukul 06.00 WIB dimasukan ke dalam bak penelitian dengan padat tebar 0 ekor/m3, 10 ekor/m3, 25 ekor/m3 dan 40 ekor/m3. Selama penelitian ditemukan 19 taksa alga perifiton yang terdiri dari 3 filum, yaitu Chlorophyta, Cyanophyta dan Chrysophyta. Filum dengan jumlah taksa terendah adalah Chlorophyta dan Cyanophyta yang masing-masing terdiri dari 2 taksa dan filum dengan jumlah taksa tertinggi adalah Chrysophyta yang terdiri dari 15 taksa. Kelimpahan rata-rata alga perifiton selama penelitian berkisar antara 31.791 – 81.807 individu/m2. Kelimpahan rata-rata tertinggi pada padat tebar 10 ekor/m3 (81.807 individu/m2) dan kelimpahan relatif tertinggi yaitu Navicula (75,41%). Diatom (Chrysophyta) selalu ditemukan terbanyak, diduga karena terdapat substrat lumpur pada bak percobaan. Indeks keanekeragaman perifiton pada waktu penelitian berkisar antara 0,39 – 0,98, hasil perhitungan indeks keanekragaman alga perifiton dapat dikatakan keanekaragaman rendah dan dalam keadaan tidak stabil, karena kisaran nilai H < 1. . Nilai indeks dominansi yang didapat selama penelitian berkisar antara 0,18 - 0,59, maka kelimpahan perifiton selama penelitian dapat digolongkan dominansi parsial rendah menuju sedang. Kepadatan udang yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap jenis dan kelimpahan alga perifiton karena diduga pertumbuhan alga perifiton lebih cepat dari pada konsumsi udang terhadap perifiton. Sedangkan kepadatan udang vannamei yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata terhadap kelulushidupan dan berbeda nyata terhadap pertumbuhan udang. Tingkat kelulushidupan dan laju pertumbuhan spesifik udang vannamei yang terbaik pada padat tebat 10 ekor/m3 dimana untuk kelulushidupan sebesar 76,67% dan laju pertumbuhan spesifik sebesar 9,87% berat tubuh/hari selama penelitian. Kisaran parameter kualitas air selama penelitian masih mendukung untuk kehidupan alga perifiton maupun udang vannamei dimana suhu berkisar antara 28,030C – 28,40C, pH 7,16 – 7,24, salinitas 5,21 – 5,24 ppt, nitrat 0,036 – 0,084 mg/l, ortofosfat 0,103 – 0,395 mg/l dan klorofil a 0,086- 0,2219 mg/L . Perifiton yang ditumbuhkan menggunakan stick bambu dapat dijadikan alternatif pakan alami bagi budidaya udang karena selain menekan biaya operasional stick bambu juga dapat dimanfaatkan udang sebagai tempat menempel sehingga ruang geraknya semakin besar.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/2008/50/050803099
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 17 Oct 2008 09:20
Last Modified: 20 Oct 2021 05:29
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132484
[thumbnail of 050803099.pdf]
Preview
Text
050803099.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item