Pengaruh Konsentrasi Ekstender Yang Berbeda Dalam Penyimpanan Sperma Beku Terhadap Fertilisasi Ikan Tawes (Puntius javanicus)

Suhestifbroto (2008) Pengaruh Konsentrasi Ekstender Yang Berbeda Dalam Penyimpanan Sperma Beku Terhadap Fertilisasi Ikan Tawes (Puntius javanicus). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi ekstender yang berbeda pada penyimpanan sperma beku terhadap fertilisasi spermatozoa ikan tawes ( Puntius javanicus ). Penelitian ini dilaksanakan di di Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB), Singosari, Malang dan di Stasiun Percobaan Budidaya Ikan Air Tawar Sumberpasir, Malang pada bulan Juni –Agustus 2006. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Sebagai perlakuan adalah perbedaan jumlah pengencer terhadap sperma yaitu perlakuan 1:2 (=A), 1:4 (=B), 1:6 (=C), 1:8 (=D) dan 1:10 (= E). Untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap respon parameter yang diukur, digunakan analisis keragaman atau uji F. Apabila nilai F berbeda nyata atau sangat berbeda nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Parameter utama yang diukur dalam penelitian ini adalah persentase fertilisasi pasca pencairan. Parameter penunjang yang diukur adalah kualitas sperma meliputi; volume, warna, pH, konsentrasi, lama gerak, posentase hidup spermatozoa, motilitas spermatozoa serta parameter kualitas air yang meliputi: oksigen terlarut, suhu, pH dan amonia. Perbandingan antara sperma dan pengencer yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap fertilitas dengan bentuk hubungan berpola kuadratik dengan persamaan Y = 8,191 + 7,36x – 0,655x2 dengan fertilitas tertinggi 28,86 % pada perbandingan 1 : 5,62 dan memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap motilitas sperma pada hari ke 14 ; ke 28 ; ke 42 dan 56 pasca pencairan dengan motilitas tertinggi pada perbandingan 1 : 5,62 sampai 1 : 6,26. Ternyata lama penyimpanan berpengaruh terhadap motilitas spermatozoa. Semakin lama waktu penyimpanan sperma maka motilitas semakin menurun yaitu 40,83% pada hari ke 14 dan 16,41% pada hari ke 56 Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian secara keseluruhan menunjukan bahwa nilai kualitas air masih berada pada kisaran yang mendukung bagi kehidupan ikan tawes kecuali kadar amonia. Kadar amonia selama penelitian berkisar antara 0,16 sampai 0,21 ppm. Dalam kondisi seperti ini sangat berbahaya dan dapat menyebabkan kematian pada ikan. Kisaran kualitas air pada saat penelitian yaitu: DO 6,87-7,20 ppm ; suhu 28-30oC ; pH 6,06-7,37 dan amonia sebesar 0,16-0,21 ppm. Dari hasil penelitian dapat disarankan untuk menghasilkan fertilitas dan motilitas yang maksimal sebaiknya digunakan ekstender dengan perbandingan 1 : 6. Untuk penelitian selanjutnya perlu diperhatikan faktor teknis penyimpanan sperma beku agar mendapatkan motilitas yang tinggi dari proses pembekuan yang akan berpengaruh terhadap fertilitasnya.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/19/050803002
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 15 Oct 2008 15:54
Last Modified: 20 Oct 2021 05:26
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132480
[thumbnail of 050803002.pdf]
Preview
Text
050803002.pdf

Download (5MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item