Pengaruh perbedaan edinle coating dari agar-agar, karaginan dan lama pengeringan terhadap daya awet pindang kembung (Rastrelliger sp).

RifiaNurAsifihani (2008) Pengaruh perbedaan edinle coating dari agar-agar, karaginan dan lama pengeringan terhadap daya awet pindang kembung (Rastrelliger sp). Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Edible coating adalah bahan pengemas yang dapat digunakan untuk memperpanjang masa simpan produk pada suhu ruang. Digunakan lama pengeringan yang berbeda untuk menambah sifat elastis dan memperbaiki karakteristik edible coating yang dihasilkan dari agar-agar dan karaginan, sehingga dapat mempertahankan kualitas bakso ikan pindang kembung selama penyimpanan pada suhu ruang. Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mempelajari pengaruh jenis bahan coating dari kappa karaginan dan agar-agar terhadap ikan pindang dan daya awetnya serta Untuk memperoleh jenis bahan pelapis dan lama pengeringan yang tepat pada kappa karaginan dan agar-agar sebagai edible coating pada ikan pindang terhadap daya awetnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen yang dirancang dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan faktor perlakuan utama terdiri dari faktor jenis bahan untuk coating, yaitu dari kappa-karaginan (A1) dan agar-agar (A2), sedangkan faktor perlakuan yang kedua (level) terdiri dari lama pengeringan (B) ,terdiri dari lama pengeringan berturut-turut 3 jam (B1), 5 jam (B2) dan 7 jam (B3). Adapun pengamatan yang dilakukan pada hari ke-0, 3, 6, 9, 12, 15 dan 18 digunakan sebagai kelompok, dengan ulangan sebanyak tiga kali. Parameter uji yang digunakan pada penelitian ini meliputi analisis kadar air, pH, Total Volatile Bases (TVB), Trimetil amyne (TMA), angka peroksida, Water Activity (aw ), dan uji organoleptik. Perlakuan terbaik pada uji kimia dan organoleptik diperoleh pada edible coating karaginan dengan lama pengeringan 7 jam. Dengan kualitas produk yang dapat dipertahankan hingga hari ke-18, dengan rata-rata nilai kadar air 45,66%; pH 6,63; angka peroksida 4,32 meq/g; TVB 9,76 mg N/100 g; TMA 8,87 6,40 mgN/100 g dan aw 0,71. Sedangkan pada uji organoleptik dengan kualitas produk yang dapat dipertahankan hingga hari ke-18, dengan rata-rata skor penampakan 3,35; skor tekstur 3,48 dan skor aroma 3,72.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/158/050901116
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 04 May 2009 09:27
Last Modified: 20 Oct 2021 05:15
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132465
[thumbnail of 050901116.pdf]
Preview
Text
050901116.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item