Pengembangan Armada Kapal Pengawas di Lingkup Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan

YuliusRaynaldo (2008) Pengembangan Armada Kapal Pengawas di Lingkup Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumberdaya Kelautan dan Perikanan. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Perairan Laut Indonesia sangat luas dan memiliki keanekaragaman kekayaan sumberdaya perikanan yang sangat potensial bagi pembangunan ekonomi negara. Namun disisi lain, membuka peluang terjadinya pencurian dan pemanfaatan sumberdaya laut secara illegal oleh pihak-pihak yang merugikan negara apabila kemampuan pengawasan terbatas. Dan dampak kerugian tersebut dirasakan oleh Negara dan masyarakat pelaku perikanan. Sehingga untuk mengatasi kondisi tersebut dibutuhkan Kapal Pengawas (KP) untuk patroli laut, namun kualitas dan kuantitas pengawasan yang dilakukan oleh pihak Direktorat Jenderal Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (Ditjen P2SDKP) saat ini masih belum optimal. Dan dibutuhkan sebuah upaya lebih berupa evaluasi strategi pengembangan guna mendukung pengambilan keputusan strategis dalam meningkatkan kinerja pengawasan. Evaluasi yang dilakukan terdiri dari 4 aspek, yaitu sistem pengawasan, SDM, kelembagaan dan teknologi. Evaluasi strategi pengembangan yang dilakukan meliputi : pertama, bagaimanakah kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh armada KP dalam kegiatan pengawasan sumber daya perikanan? Kedua, bagaimanakah peluang yang diperoleh dan tantangan yang harus dihadapi oleh armada KP dalam kegiatan pengawasan sumber daya perikanan? Ketiga, bagaimanakah optimalisasi armada yang diperlukan? Serta keempat, bagaimanakah strategi pengembangan yang harus dibuat? Terdapat beberapa tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini, yaitu : 1. Mengetahui kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh armada KP dalam kegiatan pengawasan sumber daya perikanan. 2. Mengetahui peluang yang diperoleh dan tantangan yang harus dihadapi oleh armada KP dalam kegiatan pengawasan sumber daya perikanan. 3. Mengetahui optimalisasi penambahan armada yang diperlukan. 4. Membuat sekumpulan kombinasi strategi pengembangan bagi armada KP Materi dalam penelitian ini meliputi armada KP wilayah I dan para stake holder. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan metode analisa data menggunakan analisa SWOT (Strenght, Weakness, Opportunity, dan Threat) . Dimana pengumpulan datanya dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang didapatkan dari pihak internal maupun eksternal Ditjen P2SDKP. Data didapatkan dari 68 orang responden yang terdiri dari Staf Pegawai Dit. KP, Kelompok Pengawas Perikanan dan Nelayan Wilayah I, serta Aparat dari TNI-AL. Dimana 28 orang responden adalah dari pihak internal Ditjen P2SDKP, sedangkan 40 orang responden sisanya adalah dari pihak Eksternal Ditjen P2SDKP. Data yang diperoleh dianalisa dengan tahapan sebagai berikut : 1. Menentukan/mengidentifikasi SWOT. 2. Mengelompokkan dan memberi bobot setiap faktor (IFAS dan EFAS), kemudian dirumuskan dalam SFAS. 3. Membandingkan pengawasan di Indonesia dengan negara lain (tidak termasuk dalam analisa data dengan menggunakan Metode SWOT). 4. Membuat sekumpulan strategi berdasarkan 4 kumpulan faktor strategis dominan yang telah diberi bobot dan penilaian dalam SFAS, kemudian dikombinasikan dalam matrik SWOT. Jawaban responden untuk tiap item pertanyaan dalam kuisioner mempunyai skala interval bobot dari 0,0 (tidak penting/tidak berpengaruh) – 0,025 (rata-rata/cukup berpengaruh) – 0,050 (paling penting/sangat berpengaruh). Bobot total harus 1, tanpa memandang jumlah faktor strategis yang ada. Selain itu jawaban responden juga mempunyai rating dengan skor mulai dari 5 (sangat baik) – 1 (sangat buruk). Teknik analisa data menggunakan metode IFAS (Internal Factor Analysis Summary) dan EFAS (External Factor Analysis Summmary) . Dari hasil pembobotan IFAS dan EFAS didapatkan bobot total 1,00 dan didapatkan rating IFAS dengan skor total 4,032 dan EFAS dengan skor total 4,5. Serta dilanjutkan pembobotan dengan metode SFAS (Strategic Factor Analysis Summary) yang merupakan kumpulan jawaban yang memiliki bobot paling penting dari kedua faktor lingkungan yang kemudian dikombinasikan ke dalam matriks SWOT untuk mendapatkan 4 kumpulan strategi. Kumpulan strategi tersebut meliputi : SO yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk memanfaatkan peluang, ST yaitu strategi yang menggunakan kekuatan untuk menghindari ancaman, OW yaitu strategi yang memanfaatkan peluang untuk mengatasi kelemahan, dan WT yaitu strategi yang meminimalkan kelemahan dan menghindari ancaman. Sebelum dikombinasikan dalam matrik SWOT, terlebih dahulu dilakukan optimalisasi penambahan armada KP dengan membandingkan pengawasan yang dilakukan oleh Indonesia dan Malaysia. Dan diketahui bahwa dengan luas perairan Indonesia yang 13 kali lebih luas dari perairan Malaysia, ternyata jumlah armada KP Indonesia yang beroperasi jauh lebih kecil dari Malaysia. Dari kombinasi strategi yang dilakukan dengan menggunakan matriks SWOT, didapatkan 10 strategi pengembangan armada kapal pengawas yang terdiri dari 9 strategi kombinasi dan 1 strategi baru. Kesepuluh strategi tersebut terdistribusi ke dalam 2 strategi SO, 2 strategi ST, 2 strategi OW dan 4 strategi WT. Dari tahapan-tahapan pengolahan data maupun pembahasan di atas, kemudian didapatkan beberapa kesimpulan, yaitu : 1. Dari analisis IFAS dan EFAS secara umum respon yang diberikan pihak internal/eksternal terhadap setiap faktor strategis internal dan eksternal adalah baik di atas rata-rata. 2. Jumlah KP yang digunakan Indonesia dalam kegiatan pengawasan perikanan saat ini masih belum mampu mengcover seluruh perairan di Indonesia dan perlu dilakukan penambahan jumlah armada kapal patroli. 3. Berdasarkan tabel SFAS dan tabel kesimpulan SFAS, diketahui bahwa dari keempat faktor strategis yg ada, terdapat faktor-faktor yang memiliki durasi jangka pendek (< 1 tahun) dan merupakan faktor-faktor yang penting dan butuh penanganan secepatnya dari pihak Ditjen P2SDKP dan disesuaikan dengan SD yg dimiliki. 4. Faktor strategis kunci jangka menengah (1 – 3 tahun) adalah faktor yang penting yang harus mendapat perhatian lebih dari pihak Ditjen P2SDKP. Penentuan jangka waktu menengah terhadap faktor strategis kunci tersebut karena sesuai dengan kenyataan bahwa SD yang dimiliki saat ini baru dapat menanganinya secara keseluruhan butuh waktu 1 – 3 tahun. 5. Faktor-faktor strategis kunci jangka panjang (> 3 tahun) adalah faktor penting yang mempengaruhi aktivitas pengawasan Ditjen P2SDKP dan sifatnya tidak mudah dirubah karena berkaitan dengan karakteristik pengawasan, melibatkan banyak pihak eksternal. Beberapa faktor tertentu harus dipertahankan bahkan harus menjadi lebih baik. Maksud penentuan jangka panjang ini ialah usaha untuk merubah/mempertahankannya lebih dari 3 tahun. 6. Terdapat 4 kombinasi strategi matrik SWOT, yaitu : Strategi SO 1) Memanfaatkan pengalaman kerja 1 – 5 tahun untuk membentuk, menerapkan dan menjaga wibawa petugas pengawas yg tegas. 2) Pemanfaatan kemudahan informasi dan komunikasi serta dukungan persenjataan dan personil dr TNI-AL. Strategi OW 1) Pemanfaatan wibawa petugas pengawas yang tegas untuk mengatasi kelemahan dalam hal kemampuan hukum dan penyidikan yang menyebabkan lemahnya law enforcement (penegakan hukum) 2) Pemanfaatan dukungan dari TNI-AL untuk mengatasi koordinasi dan budaya kerja yang lemah. Strategi ST 1) Pemanfaatan dukungan persenjataan dan personil 2) Penyampaian informasi yang cepat dan tepat, KP dilengkapi dengan VMS serta dengan kecepatan KP yang relatif lebih baik dan sarana telekomunikasi yang lebih baik mendukung armada yang terbatas. Strategi WT 1) Pengoptimalan manajemen pengawasan, keseriusan dan pemberian sangsi tegas dalam hal tindak lanjut hasil gelar operasi. 2) Peningkatan kualitas kerja SDM dalam hal k

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/14/050802997
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 15 Oct 2008 09:32
Last Modified: 20 Oct 2021 05:01
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132446
[thumbnail of 050802997.pdf]
Preview
Text
050802997.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item