Pengaruh Kepadatan Cacing Lur (Nereis sp.) yang Berbeda terhadap Perbaikan Kesuburan Tanah Tambak

EndahRahmawati (2008) Pengaruh Kepadatan Cacing Lur (Nereis sp.) yang Berbeda terhadap Perbaikan Kesuburan Tanah Tambak. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Abstract

Dalam dunia perikanan, tanah dan air sebagai faktor lingkungan hidup bagi ikan serta lingkungan hidup juga bagi pertumbuhan makanan alami, kondisinya sangat menentukan untuk tinggi rendahnya produksi (Zakiyah, 1992). Tanah sering menjadi timbunan bahan organik yang berasal dari pakan, pupuk, plankton, maupun kotoran ikan itu sendiri. Apabila terjadi akumulasi bahan organik akan menimbulkan kondisi lingkungan yang anaerob didasar tambak yang mana dapat memicu munculnya senyawa-senyawa beracun sehingga mempengaruhi lingkungan budidaya. Oleh karena itu perlu dilakukan usaha untuk mengurangi dampak kelebihan bahan organik didasar tambak salah satunya menggunakan cacing lur. Cacing lur mampu memanfaatkan bahan-bahan organik sebagai makanannya, selain itu liang-liang bekas jalan cacing tersebut menyebabkan sistem aerasi tanah menjadi lebih baik sehingga ketersediaan oksigen baik untuk aktivitas mikroba maupun untuk oksidasi kimiawi tanah membaik, yang pada akhirnya akan memperbaiki kesuburan biologis maupun kimiawi tanah (Anonymous, 2008). Dari sini diharapkan dapat diketahui sejauh mana kemampuan cacing lur dalam memperbaiki kesuburan tanah tersebut. Selain itu juga diharapkan dapat digunakan sebagai masukan atau informasi dasar dalam memperbaiki kualitas tanah tambak dengan menggunakan hewan bentik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kepadatan cacing lur ( Nereis sp.) yang paling baik dalam memperbaiki kesuburan tanah yaitu melalui ketersediaan N dan P. Penelitian in dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan April 2008 di Laboratorium Basah Divisi Pakan (Pakan Buatan), Balai Besar Pengembangan Budidaya Air Payau, Jepara, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen, dengan menggunakan perlakuan cacing lur ( Nereis sp.) yang ditebar pada media (tanah) percobaan sebanyak 50, 100, 150, 200 individu per aquarium dan satu aquarium yang lain tanpa diberi cacing lur yaitu sebagai kontrol. Tanah yang digunakan ± sebanyak 15 kg dan ukuran aquarium yang digunakan adalah (40x60x30)cm3. Percobaan ini dilakukan dengan 3 kali ulangan. Pengukuran parameter kesuburan tanah pada masingmasing aquarium percobaan dilakukan setiap 1 minggu sekali selama 4 minggu. Adapun parameter yang diambil dalam penelitian ini meliputi bahan organik, C-organik, N total, P-organik, pH tanah, suhu tanah, dan C/N rasio. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pemberian cacing lur ( Nereis sp.) dengan kepadatan berbeda dapat mempengaruhi kesuburan tanah tambak, yang terlihat pada pengukuran bahan organik tanah, C-organik, N total, dan P-organik menunjukkan bahwa pemberian cacing lur dengan kepadatan yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda sangat nyata. Sedangkan pada pengamatan terhadap suhu, pH, dan C/N rasio tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Kisaran rata-rata kualitas tanah selama penelitian yaitu bahan organik sebesar 11,606% – 14,964%, C-organik sebesar 0,833% – 1,359%, potensial redoks sebesar -50,975 – (-101,108)mV, N total sebesar 0,109 – 0,132%, P-organik sebesar 0,0032 – 0,0060%, suhu sebesar 290C, pH sebesar 6,782 – 6,973, dan C/N rasio sebesar 7,830– 11,263%. Hasil uji BNT diketahui bahwa perlakuan D (pemberian cacing lur sebanyak 150 ekor) menunjukkan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap semua parameter kecuali N total daripada perlakuan lainnya, sedangkan perlakuan A dan B menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter kualitas tanah. Sedangkan untuk hasil analisa grafik diketahui bahwa semakin tinggi kepadatan cacing lur ( Nereis sp.) yang diberikan maka dapat meningkatkan kandungan bahan organik, C-organik, dan P-organik pada minggu pertama dan kedua kemudian turun pada minggu ketiga dan keempat kecuali N total hanya meningkat pada minggu pertama, sedangkan untuk nilai potensial redoks menurun pada minggu pertama kemudian mengalami peningkatan pada minggu kedua sampai keempat. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya cacing lur dapat meningkatkan kandungan organik tanah sehingga berpengaruh juga pada peningkatan C-organik, N-total, dan P-organik. Selain itu diketahui bahwa perlakuan D menunjukkan pengaruh berbeda sangat nyata terhadap semua parameter kecuali N total, sedangkan perlakuan A dan B menunjukkan pengaruh yang tidak berbeda nyata terhadap semua parameter kualitas tanah. Dari penelitian ini dapat disarankan bahwa cacing lur yang sudah ada dalam tambak perlu dipertahankan keberadaannya karena dengan pemberian cacing lur dapat memberikan pengaruh nyata terhadap peningkatan ketersediaan unsur hara dan jika didasar tambak tidak ada cacing lur, dapat ditambahkan didalamnya dengan kepadatan kurang lebih 690 individu per m2.

Item Type: Thesis (Sarjana)
Identification Number: SKR/FPR/2008/138/050901094
Subjects: 600 Technology (Applied sciences) > 639 Hunting, fishing & conservation > 639.2 Commercial fishing, whaling, sealing
Divisions: Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan > Teknologi Hasil Perikanan
Depositing User: Unnamed user with email heriprayitno@ub.ac.id
Date Deposited: 28 Apr 2009 10:17
Last Modified: 20 Oct 2021 05:00
URI: http://repository.ub.ac.id/id/eprint/132443
[thumbnail of 050901094.pdf]
Preview
Text
050901094.pdf

Download (2MB) | Preview

Actions (login required)

View Item View Item